EDUCARE.CO.ID – Kota Batu, Jawa Timur, terus menawarkan pilihan wisata edukasi untuk dunia pendidikan. Salah satu destinasi yang hadir dengan konsep berbeda ialah Mikutopia, taman wisata bertema dunia jamur.
Destinasi ini berada di kawasan perbukitan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Udara sejuk dan lanskap pegunungan menjadi bagian dari pengalaman kunjungan.
Mikutopia menggabungkan kegiatan rekreasi dengan pembelajaran lingkungan. Konsep tersebut cocok bagi sekolah yang ingin mengajak siswa belajar di luar kelas.
Mikutopia juga menyediakan paket khusus rombongan pelajar. Harganya mulai dari Rp65.000 per orang.
Mikutopia Kenalkan Dunia Jamur kepada Pelajar
Mikutopia mengusung konsep “Dunia Jamur” yang terlihat dari desain kawasan wisatanya. Bangunan berbentuk jamur raksasa dengan warna-warni cerah menghadirkan suasana seperti negeri dongeng.
Namun, Mikutopia tidak hanya mengandalkan tampilan visual. Pengelola juga memasukkan materi tentang lingkungan hidup dan pertanian melalui program Mikutopia Mushroom Edu Experience.
Program tersebut mengajak pelajar mengenal biologi melalui aktivitas interaktif. Arsitektur unik, ornamen warna-warni, dan fasilitas edukasi menyatu dalam ruang belajar terbuka.
Konsep ini dapat menyesuaikan kegiatan dengan usia dan jenjang pendidikan peserta. Dengan begitu, siswa dapat belajar melalui aktivitas yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Paket Pelajar Mulai Rp65.000 per Orang
Mikutopia menawarkan paket khusus untuk rombongan pelajar dengan harga mulai Rp65.000 per orang.
Paket tersebut mencakup tiket masuk reguler ke seluruh area taman. Peserta juga mendapat akses ke zona edukasi jamur.
Selain itu, fasilitator turut mendampingi kegiatan selama kunjungan. Peserta juga memperoleh lembar kerja siswa (LKS) dan alat peraga kreatif.
Tim Mikutopia menyesuaikan materi dan alat peraga dengan usia peserta. Pendekatan tersebut membantu sekolah menghadirkan kegiatan belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.
Anak Belajar Siklus Hidup dan Budidaya Jamur
Program Mushroom Edu Experience mengajak pelajar mengenal berbagai aspek kehidupan jamur.
Peserta dapat mempelajari siklus hidup jamur. Mereka juga mengenal teknik dasar budidaya jamur tiram dan jamur hias.
Materi tersebut tidak berhenti pada penjelasan teori. Anak-anak dapat mengikuti aktivitas yang menghubungkan materi dengan pengalaman langsung.
Untuk anak usia dini dan siswa sekolah dasar, Mikutopia menggunakan kegiatan yang lebih sederhana. Anak dapat mewarnai gambar jamur serta mengenal bentuk dan warnanya.
Mereka juga dapat mencoba merawat media tanam jamur. Aktivitas tersebut membantu anak mengenal ilmu pengetahuan alam melalui kegiatan yang menyenangkan.
Warga Lokal Ikut Bergerak lewat Sahabat Mikutopia
Mikutopia juga melibatkan masyarakat sekitar melalui kelompok Sahabat Mikutopia.
Kelompok tersebut ikut menggerakkan kegiatan edukasi di kawasan wisata. Kehadiran warga memberi siswa kesempatan untuk belajar dari masyarakat lokal.
Pelajar juga dapat mengenal hubungan antara agrowisata dan ekonomi kerakyatan. Mereka melihat secara langsung bagaimana masyarakat ikut mengembangkan potensi daerah.
Warga turut membantu menyediakan sarana edukasi dan mendampingi kegiatan budidaya jamur. Keterlibatan tersebut dapat mengenalkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial kepada siswa.
Dengan pendekatan ini, kunjungan ke Mikutopia menawarkan pengalaman yang lebih luas. Siswa tidak hanya menikmati suasana wisata, tetapi juga mengenal lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
Mikutopia Tambah Pilihan Wisata Edukasi di Batu
Kehadiran Mikutopia menambah pilihan destinasi wisata edukasi di Kota Batu. Konsep dunia jamur memberi sekolah alternatif untuk menghadirkan pembelajaran luar ruang dengan tema lingkungan dan pertanian.
Perpaduan biologi, aktivitas kreatif, dan suasana pegunungan membuat pengalaman belajar terasa lebih beragam. Siswa dapat memperoleh pengetahuan melalui kegiatan yang melibatkan pengamatan dan praktik.
Bagi sekolah yang mencari lokasi study tour atau kunjungan belajar, Mikutopia dapat menjadi salah satu pilihan. Program edukasinya memungkinkan siswa mengenal jamur, pertanian, lingkungan, serta peran masyarakat lokal dalam satu kunjungan.
Pada akhirnya, wisata edukasi tidak harus berlangsung di dalam kelas. Lingkungan alam juga dapat menjadi ruang belajar yang menarik ketika sekolah memilih kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Penulis: Putri Faathiman Niara


