Belajar Coding dari YouTube, Mahasiswi Untidar Kembangkan Aplikasi Matematika Serlida

Must read

EDUCARE.CO.ID – Fatika Hayu Ariyani menorehkan prestasi akademik sekaligus menghasilkan karya inovatif di bidang pendidikan. Lulusan Program Studi S1 Pendidikan Matematika, Universitas Tidar (Untidar), ini meraih predikat wisudawan terbaik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,99 pada wisuda Oktober 2026.

Mahasiswi asal Ceper, Klaten, Jawa Tengah, tersebut menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 10 bulan 12 hari. Tak hanya unggul di ruang kuliah, Fatika juga mengembangkan aplikasi pembelajaran matematika berbasis Android bernama Serlida.

Aplikasi tersebut membantu siswa mempelajari Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) melalui materi interaktif, teks, dan video penjelasan. Menariknya, Fatika memulai pengembangan aplikasi ini dari tugas kuliah dan mempelajari proses pembuatannya secara mandiri.

Berawal dari Tugas Kuliah, Fatika Belajar Membuat Aplikasi Secara Otodidak

Fatika mulai merancang Serlida ketika mengerjakan tugas mata kuliah Media Pembelajaran. Ia melihat peluang untuk mengembangkan media digital yang membantu siswa memahami materi SPLDV secara lebih terarah.

Serlida merupakan singkatan dari Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Aplikasi ini menyajikan empat metode penyelesaian SPLDV, yaitu substitusi, eliminasi, campuran, dan grafik.

Fatika tidak mengandalkan kemampuan pemrograman yang sudah dikuasainya sejak awal. Sebaliknya, ia mempelajari proses pembuatan aplikasi secara otodidak melalui tutorial di YouTube.

Dalam pengembangannya, Fatika menggunakan Kodular, platform yang memungkinkan pengguna merancang aplikasi Android melalui pendekatan visual tanpa harus menulis banyak kode pemrograman. Dengan memanfaatkan platform tersebut, ia dapat menyusun materi dan fitur pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.

“Sistem persamaan linear dua variabel atau disingkat Serlida. Sebuah aplikasi pembelajaran matematika persamaan linear dua variabel meliputi jenis metode penyelesaian dari metode substitusi, eliminasi, campuran, dan grafik,” jelas Fatika, dikutip dari laman resmi Untidar.

Melalui proses belajar mandiri itu, Fatika berhasil mengubah tugas perkuliahan menjadi media pembelajaran digital. Ia juga telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas karya tersebut, meskipun belum memasarkan Serlida secara komersial.

Serlida Hadirkan Empat Metode Penyelesaian SPLDV

Materi SPLDV kerap menuntut siswa memahami hubungan antara dua persamaan dan menentukan nilai variabel yang memenuhi keduanya. Karena itu, siswa perlu mengenali beberapa cara penyelesaian agar dapat memahami konsep dari berbagai sudut pandang.

Serlida menghadirkan empat metode yang dapat dipelajari siswa. Metode substitusi mengandalkan penggantian variabel, sedangkan metode eliminasi membantu menemukan nilai variabel dengan menghilangkan salah satu variabel dari persamaan.

Selain itu, siswa dapat mempelajari metode campuran yang menggabungkan substitusi dan eliminasi. Aplikasi ini juga menyediakan metode grafik agar siswa dapat memahami hubungan antarpersamaan melalui representasi visual.

Fatika melengkapi materi dengan teks dan video penjelasan. Dengan kombinasi tersebut, siswa memiliki pilihan untuk membaca konsep sekaligus mengikuti tahapan penyelesaian soal melalui tayangan video.

Penyajian beberapa metode dalam satu aplikasi juga membantu siswa membandingkan cara penyelesaian. Dengan demikian, mereka dapat mempelajari konsep SPLDV secara bertahap, bukan sekadar menghafal rumus.

Terapkan Realistic Mathematics Education dalam Pembelajaran

Serlida mengadopsi pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), yaitu pendekatan pembelajaran matematika yang menghubungkan konsep dengan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui pendekatan ini, siswa memulai pembelajaran dengan memahami suatu permasalahan. Setelah itu, mereka mencoba menganalisis situasi dan menemukan cara penyelesaian menggunakan konsep matematika.

Pendekatan tersebut memberi ruang bagi siswa untuk membangun pemahaman sebelum mempelajari definisi, rumus, dan contoh soal secara lebih formal. Dengan begitu, siswa dapat melihat hubungan antara persoalan yang mereka hadapi dan materi matematika di kelas.

Fatika menjelaskan bahwa Serlida mendukung penyampaian materi sesuai prinsip dan karakteristik RME.

“Aplikasi Serlida berbasis Android, aplikasinya berguna untuk membantu penyampaian pembelajaran dengan sesuai prinsip dan karakteristik RME,” ungkapnya.

Melalui pengembangan ini, Fatika memadukan teknologi digital dengan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep. Ia juga menghadirkan alternatif bagi guru untuk menyampaikan materi SPLDV melalui media yang dapat diakses menggunakan perangkat Android.

Uji Coba Serlida di MTs Negeri 2 Kota Magelang

Fatika tidak berhenti pada tahap pembuatan aplikasi. Ia juga menguji Serlida dalam kegiatan pembelajaran bersama siswa kelas VIII G MTs Negeri 2 Kota Magelang.

Uji coba tersebut berfokus pada materi SPLDV dengan memanfaatkan aplikasi Android sebagai media belajar. Melalui kegiatan ini, Fatika menguji penerapan Serlida dalam lingkungan pembelajaran sekolah.

Menurut keterangan yang dimuat Untidar, pengembangan Serlida telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Namun, naskah sumber tidak mencantumkan nilai persentase atau rincian hasil pengukuran dari setiap aspek tersebut.

Pengujian ini menjadi bagian penting dalam pengembangan media pembelajaran. Sebab, aplikasi pendidikan tidak hanya perlu menyajikan materi, tetapi juga harus mendukung proses belajar sesuai kebutuhan siswa dan tujuan pembelajaran.

Meski demikian, pengujian pada satu kelompok siswa belum cukup untuk menggambarkan efektivitas aplikasi pada semua jenjang atau lingkungan sekolah. Pengembangan dan pengujian lanjutan dapat membantu menilai penerapan Serlida dalam konteks yang lebih luas.

Prestasi Akademik Berpadu dengan Inovasi Pendidikan

Pencapaian Fatika memperlihatkan perpaduan antara prestasi akademik dan inisiatif mengembangkan media pembelajaran. Ia meraih IPK 3,99 sekaligus menghasilkan aplikasi yang berangkat dari tugas perkuliahan.

Proses pengembangan Serlida juga menunjukkan peran pembelajaran mandiri dalam mendorong mahasiswa menghasilkan karya. Dengan memanfaatkan sumber belajar digital dan platform pengembangan aplikasi, Fatika mengubah gagasan sederhana menjadi media pembelajaran yang telah memperoleh HAKI dan menjalani uji coba di sekolah.

Karyanya turut memperlihatkan peluang pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran matematika. Melalui materi tertulis, video, dan beberapa metode penyelesaian soal, Serlida menawarkan alternatif bagi siswa untuk mempelajari SPLDV secara lebih bervariasi.

Fatika Hayu Ariyani meraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,99 pada wisuda Oktober 2026. Selain pencapaian akademik tersebut, lulusan Pendidikan Matematika Untidar ini mengembangkan Serlida, aplikasi pembelajaran SPLDV berbasis Android yang menerapkan pendekatan Realistic Mathematics Education dan telah menjalani uji coba di MTs Negeri 2 Kota Magelang.

 

Penulis: Riezka Ayu Juniarty

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article