EDUCARE.CO.ID – Pertumbuhan anak tidak hanya membutuhkan makanan yang cukup, tetapi juga asupan nutrisi yang mendukung perkembangan tulang, sendi, dan otot. Orang tua perlu memperhatikan pola makan sejak dini agar anak memperoleh zat gizi yang menunjang pertumbuhan dan aktivitas sehari-hari.
Setiap 19 Oktober, dunia memperingati Hari Tulang dan Sendi Anak Sedunia untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan tulang dan sendi pada masa kanak-kanak. United States Bone and Joint Initiative (USBJI) turut menyoroti pentingnya pemahaman mengenai gangguan muskuloskeletal yang dapat memengaruhi anak.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan keluarga ialah menyediakan makanan bergizi seimbang. Selain itu, orang tua perlu mendorong anak bergerak aktif sesuai usia dan kemampuannya. Berikut lima nutrisi yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan sendi anak.
1. Kalsium untuk Membantu Membentuk Tulang yang Kuat
Kalsium menjadi salah satu mineral utama dalam pembentukan tulang dan gigi. Selama masa pertumbuhan, anak membutuhkan asupan kalsium yang cukup untuk mendukung perkembangan tulang dan mempertahankan kekuatannya.
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS) menekankan pentingnya nutrisi yang memadai bagi kesehatan tulang. Karena itu, orang tua perlu menyediakan makanan sumber kalsium secara rutin dalam menu harian anak.
Susu, yoghurt, dan keju dapat menjadi pilihan. Selain produk susu, keluarga juga bisa menyajikan tahu serta ikan yang tulangnya dapat dimakan, seperti ikan teri atau sarden bertulang lunak. Beberapa sayuran turut menyumbang kalsium, meskipun jumlah yang dapat diserap tubuh berbeda-beda.
Kebutuhan kalsium anak juga berubah mengikuti usia dan tahap pertumbuhan. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya menyesuaikan menu dengan kebutuhan anak, bukan sekadar menambah jumlah makanan tanpa mempertimbangkan kandungan gizinya.
2. Vitamin D Membantu Tubuh Menyerap Kalsium
Kalsium membutuhkan dukungan vitamin D agar tubuh dapat menyerapnya dengan baik. Vitamin ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang selama masa pertumbuhan.
Kekurangan vitamin D yang berat dapat mengganggu proses mineralisasi tulang dan menyebabkan rakitis. Kondisi tersebut dapat membuat tulang anak menjadi lunak atau lemah.
American Academy of Pediatrics (AAP) menyoroti pentingnya pemenuhan vitamin D pada anak. Orang tua dapat menyediakan sumber vitamin ini melalui ikan berlemak, kuning telur, serta makanan yang diperkaya vitamin D.
Tubuh juga memproduksi vitamin D ketika kulit terpapar sinar matahari. Namun, kebutuhan vitamin D tidak selalu terpenuhi hanya melalui paparan matahari atau makanan. Karena itu, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika khawatir anak mengalami kekurangan vitamin D.
3. Protein Mendukung Pertumbuhan Tulang dan Otot
Protein tidak hanya berperan dalam pembentukan otot. Tubuh juga memerlukan protein untuk membangun dan memperbaiki berbagai jaringan, termasuk jaringan yang menopang struktur tulang.
Selama masa pertumbuhan, anak membutuhkan protein untuk mendukung perkembangan tubuh dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Kekurangan asupan protein dalam jangka panjang dapat mengganggu pertumbuhan serta kesehatan secara keseluruhan.
Keluarga dapat memenuhi kebutuhan protein melalui telur, ikan, ayam, daging, dan susu. Sementara itu, tahu, tempe, serta kacang-kacangan menawarkan alternatif sumber protein nabati.
Variasi menu membantu anak memperoleh protein sekaligus zat gizi lain dari berbagai kelompok makanan. Dengan demikian, orang tua tidak perlu bergantung pada satu jenis lauk untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
4. Fosfor dan Magnesium Menunjang Kesehatan Tulang
Selain kalsium dan vitamin D, tubuh membutuhkan mineral lain untuk mendukung pembentukan serta pemeliharaan tulang. Dua di antaranya ialah fosfor dan magnesium.
Fosfor bekerja bersama kalsium dalam membentuk struktur mineral tulang. Sementara itu, magnesium terlibat dalam berbagai proses tubuh yang berkaitan dengan kesehatan tulang dan fungsi otot.
Orang tua dapat memperoleh fosfor dari ikan, telur, susu, daging, dan sejumlah bahan pangan lainnya. Adapun kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau dapat menyumbang magnesium.
Kecukupan kedua mineral tersebut perlu berjalan bersama pola makan yang seimbang. Namun, anak tidak membutuhkan tambahan mineral dalam bentuk suplemen secara otomatis. Makanan yang beragam umumnya menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan zat gizi, sedangkan penggunaan suplemen perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing anak.
5. Aktivitas Fisik Membantu Meningkatkan Kekuatan Tulang
Nutrisi saja tidak cukup untuk mendukung kesehatan tulang anak. Aktivitas fisik juga membantu perkembangan tulang, otot, dan kemampuan gerak selama masa pertumbuhan.
NIAMS menjelaskan bahwa aktivitas yang memberi beban pada tulang, seperti berlari, melompat, menari, dan beberapa jenis olahraga, dapat membantu meningkatkan massa tulang. Kegiatan tersebut juga melatih keseimbangan dan memperkuat otot yang menopang gerakan.
Orang tua dapat mengajak anak bermain di luar ruangan, bersepeda, menari, atau mengikuti olahraga yang sesuai dengan usia dan kemampuannya. Selain menyenangkan, kebiasaan bergerak aktif membantu anak membangun rutinitas sehat sejak dini.
Meski demikian, orang tua perlu memperhatikan keselamatan saat anak beraktivitas. Pilih kegiatan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak dan berikan waktu istirahat yang cukup.
Cara Orang Tua Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi Anak
Kesehatan tulang dan sendi memerlukan perhatian yang berkelanjutan. Orang tua dapat memulainya dengan menyusun menu yang mencakup sumber protein, makanan kaya kalsium, sumber vitamin D, sayuran, dan buah-buahan.
Selain itu, dorong anak untuk bergerak aktif setiap hari. Kebiasaan ini membantu mendukung pertumbuhan sekaligus menjaga kebugaran tubuh.
Orang tua juga perlu memperhatikan pola makan anak secara keseluruhan. Mengandalkan satu jenis makanan atau nutrisi saja tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan tubuh. Sebaliknya, variasi bahan pangan membantu anak memperoleh beragam zat gizi yang saling melengkapi.
Suplemen pun tidak selalu diperlukan jika makanan sudah memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Apabila anak memiliki pola makan terbatas, kondisi medis tertentu, atau menunjukkan tanda yang mengkhawatirkan, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memberikan suplemen.
Berdasarkan informasi edukasi dari United States Bone and Joint Initiative (USBJI), National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), serta American Academy of Pediatrics (AAP), kesehatan tulang anak memerlukan perhatian terhadap asupan nutrisi dan aktivitas fisik. Pemenuhan kalsium, vitamin D, protein, fosfor, dan magnesium melalui pola makan seimbang, disertai kebiasaan bergerak aktif, dapat membantu mendukung pertumbuhan tulang dan fungsi tubuh anak.

