Banyak Kanker Baru Terdeteksi Saat Stadium Lanjut, Skrining Jadi Kunci Pencegahan

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Banyak pasien baru mengetahui penyakitnya setelah memasuki stadium lanjut. Kondisi tersebut membuat pengobatan menjadi lebih sulit dan peluang kesembuhan ikut menurun.

Karena itu, para ahli kesehatan terus mengingatkan pentingnya skrining atau deteksi dini. Pemeriksaan rutin membantu dokter menemukan kanker lebih cepat sehingga pasien dapat segera menjalani penanganan yang tepat.

Pentingnya deteksi dini menjadi salah satu pembahasan dalam Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 yang berlangsung di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, pada 12 Juli 2026.

Forum tersebut mempertemukan pakar kesehatan dari Indonesia, Tiongkok, dan sejumlah negara Asia. Mereka membahas berbagai isu, mulai dari pencegahan kanker, skrining, teknologi pengobatan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, hingga kerja sama layanan kanker.

Pemerintah Dorong Masyarakat Rutin Melakukan Skrining

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah terus memperluas akses deteksi dini melalui layanan kesehatan primer.

Salah satu langkah yang dijalankan pemerintah ialah program cek kesehatan gratis saat ulang tahun. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Menurut Budi Gunadi Sadikin, masyarakat berusia 40 tahun ke atas perlu lebih rutin melakukan skrining karena risiko kanker mulai meningkat pada rentang usia tersebut.

Kapan Skrining Kanker Perlu Dilakukan?

Dokter menyesuaikan waktu skrining dengan beberapa faktor. Usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, dan kondisi kesehatan menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan jenis pemeriksaan.

Selain kelompok usia 40 tahun ke atas, masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker juga perlu berkonsultasi lebih awal.

Seseorang juga sebaiknya segera memeriksakan diri apabila mengalami benjolan yang tidak kunjung hilang, penurunan berat badan tanpa sebab, perdarahan yang tidak normal, atau batuk berkepanjangan.

Gejala tersebut memang belum tentu menandakan kanker. Namun, pemeriksaan sejak dini membantu dokter memastikan penyebabnya sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan penyakit serius.

Pola Hidup Sehat Tetap Menjadi Kunci Pencegahan

Selain menjalani skrining, masyarakat juga perlu menjaga pola hidup sehat untuk menurunkan risiko kanker.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Della MW Cintakaweni, M.Gizi, Sp.GK, FINEM, AIFO-K, mengingatkan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari.

Ia menyarankan masyarakat memenuhi kebutuhan protein, vitamin, dan mineral serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah dengan warna yang beragam. Kebiasaan tersebut membantu menjaga kesehatan mikrobiota usus sekaligus mendukung daya tahan tubuh.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu membatasi makanan tinggi gula, tinggi lemak, serta produk yang mengandung bahan pengawet dan pewarna secara berlebihan.

Deteksi Dini Dapat Meningkatkan Peluang Kesembuhan

Para pakar menegaskan bahwa skrining bukan hanya bertujuan menemukan kanker lebih awal. Pemeriksaan rutin juga membuka peluang pengobatan yang lebih efektif dan membantu mempertahankan kualitas hidup pasien.

Dengan menggabungkan deteksi dini, pola hidup sehat, dan pemeriksaan berkala, masyarakat dapat menurunkan risiko kanker sekaligus meningkatkan peluang sembuh apabila penyakit tersebut terdeteksi lebih awal.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img