EDUCARE.CO.ID – Pemerintah terus mempercepat pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu proyek yang kini siap beroperasi berada di Kota Medan, Sumatera Utara. Sekolah tersebut akan mulai melayani peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Berdasarkan sumber Pemerintah Medan, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap II di Medan telah mencapai 100 persen. Kehadiran sekolah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan layanan pendidikan gratis sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pendidikan Gratis untuk Anak dari Keluarga Kurang Mampu
Program Sekolah Rakyat memberi kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh pendidikan yang layak. Karena itu, pemerintah menghadirkan sekolah dengan fasilitas lengkap tanpa membebankan biaya kepada peserta didik.
Selain memperluas kesempatan belajar, program ini juga bertujuan meningkatkan angka partisipasi sekolah di berbagai daerah.
Kawasan Pendidikan Terpadu Berdiri di Lahan Enam Hektare
Sekolah Rakyat Terintegrasi Medan berdiri di atas lahan sekitar enam hektare di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan.
Pengelola merancang kawasan ini sebagai sekolah terpadu yang melayani jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kompleks. Dengan konsep tersebut, siswa dapat melanjutkan pendidikan secara berkesinambungan tanpa harus berpindah sekolah.
Fasilitas Modern Dukung Aktivitas Belajar
Kompleks pendidikan ini menawarkan berbagai fasilitas yang mendukung proses belajar.
Siswa dapat memanfaatkan ruang kelas modern, laboratorium, perpustakaan, aula serbaguna, kantin, masjid, lapangan upacara, serta lapangan basket dan mini soccer.
Di samping itu, sekolah menyediakan asrama siswa, rumah susun guru, jaringan CCTV, sistem air bersih, serta fasilitas pengolahan limbah. Seluruh sarana tersebut mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan sehat.
Mampu Menampung Lebih dari Seribu Peserta Didik
Sekolah Rakyat Terintegrasi Medan memiliki kapasitas sekitar 1.080 peserta didik.
Sekolah ini menyiapkan kuota bagi 540 siswa SD, 270 siswa SMP, dan 270 siswa SMA.
Agar pembelajaran berlangsung lebih efektif, pihak sekolah membatasi jumlah siswa maksimal 30 orang di setiap ruang kelas. Dengan demikian, guru dapat memberikan perhatian yang lebih optimal kepada peserta didik.
Persiapan Tahun Ajaran Baru Hampir Rampung
Menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, pemerintah terus menyelesaikan berbagai persiapan akhir.
Tim pelaksana membersihkan kawasan sekolah, memeriksa fasilitas pendukung, dan meningkatkan aspek keamanan. Langkah tersebut bertujuan memastikan seluruh kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung sejak hari pertama tanpa hambatan.
Pemerintah Perkuat Pemerataan Pendidikan
Melalui pembangunan Sekolah Rakyat, pemerintah ingin mengurangi kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah.
Selama ini, sebagian masyarakat masih menghadapi keterbatasan fasilitas belajar. Oleh sebab itu, pemerintah menghadirkan sekolah dengan sarana yang lebih lengkap agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Tidak hanya menyediakan ruang kelas, pemerintah juga melengkapi sekolah dengan asrama, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas olahraga sehingga peserta didik dapat berkembang secara akademik maupun nonakademik.
Investasi Pendidikan untuk Masa Depan Bangsa
Pemerintah menilai pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan nasional. Oleh karena itu, penyediaan fasilitas pendidikan berkualitas menjadi langkah penting untuk melahirkan generasi yang kompeten, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Medan, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kemampuan akademik, karakter, kreativitas, serta keterampilan yang dibutuhkan pada era transformasi digital.
Keberhasilan program ini juga memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, manfaat Sekolah Rakyat dapat dirasakan lebih luas.
Ke depan, pemerintah berharap pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah terus memperkuat sistem pendidikan nasional sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi seluruh anak Indonesia.


