Tak Hanya Soal Kulit, Gatal Berlebihan Bisa Menandakan Gangguan Ginjal Serius

Must read

EDUCARE.CO.ID – Banyak orang menganggap gatal pada kulit hanya sebagai reaksi alergi atau iritasi biasa. Padahal, dalam kondisi tertentu, keluhan tersebut dapat menandakan gangguan kesehatan yang lebih serius, termasuk penyakit ginjal kronis (PGK).

Berdasarkan sumber American Academy of Dermatology (AAD) dan National Kidney Foundation (NKF), perubahan pada kulit sering muncul ketika fungsi ginjal mulai menurun. Saat ginjal tidak lagi menyaring limbah tubuh secara optimal, berbagai zat sisa menumpuk di dalam darah dan memicu gangguan pada kulit.

Gatal Berlebihan Dapat Menjadi Gejala Penyakit Ginjal

Dokter mengenal kondisi ini sebagai pruritus terkait penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease-associated Pruritus).

Keluhan tersebut dapat muncul secara ringan maupun berat. Pada sebagian penderita, rasa gatal bahkan mengganggu aktivitas dan kualitas tidur.

National Kidney Foundation menjelaskan bahwa beberapa pasien merasakan sensasi seperti tertusuk jarum dari dalam kulit. Bahkan, sentuhan ringan saja bisa memicu rasa gatal.

Sayangnya, menggaruk kulit terus-menerus tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya, kebiasaan itu justru memperburuk iritasi dan meningkatkan risiko luka.

Kulit Sangat Kering Juga Perlu Diwaspadai

Selain gatal, penderita penyakit ginjal kronis sering mengalami kulit yang sangat kering atau xerosis.

Saat fungsi ginjal terus menurun, produksi keringat dan minyak alami kulit ikut berkurang. Akibatnya, kulit kehilangan kelembapan dan terasa kasar.

Dalam kondisi tertentu, permukaan kulit bahkan tampak pecah-pecah hingga menyerupai sisik.

Sebuah penelitian pada anak-anak dengan penyakit ginjal kronis juga menunjukkan bahwa kulit kering lebih sering dialami pasien yang menjalani cuci darah dibandingkan pasien dengan terapi konservatif.

Garukan Berulang Meningkatkan Risiko Infeksi

Rasa gatal yang terus muncul membuat banyak penderita sulit menahan diri untuk tidak menggaruk kulit.

Akibatnya, kulit mudah terluka, muncul bekas garukan, bahkan risiko infeksi bakteri ikut meningkat.

Selain itu, rasa gatal berkepanjangan sering mengganggu waktu istirahat. Kondisi tersebut akhirnya menurunkan kualitas hidup penderita.

Karena itu, dokter biasanya tidak hanya menyarankan pelembap. Dokter spesialis ginjal dan dokter spesialis kulit dapat bekerja sama memberikan terapi yang sesuai. Penanganan dapat berupa obat topikal, fototerapi UVB, maupun terapi khusus untuk mengurangi rasa gatal.

Mengapa Penyakit Ginjal Memicu Rasa Gatal?

Hingga kini, para peneliti masih mempelajari penyebab pasti munculnya gatal pada penderita penyakit ginjal kronis.

Meski demikian, National Kidney Foundation menyebut beberapa faktor yang diduga berperan, yaitu:

  • Penumpukan racun dalam darah karena ginjal tidak bekerja optimal.
  • Respons sistem kekebalan tubuh yang memicu peradangan.
  • Gangguan pada sistem saraf yang mengatur sensasi gatal.
  • Proses dialisis yang belum sepenuhnya menghilangkan zat pemicu gatal.

Jangan Abaikan Gatal yang Tidak Kunjung Hilang

Gatal pada kulit memang tidak selalu menandakan penyakit ginjal. Namun, Anda perlu lebih waspada jika keluhan berlangsung lama tanpa penyebab yang jelas.

Apalagi jika kondisi tersebut muncul bersamaan dengan kulit yang sangat kering, tubuh mudah lelah, bengkak, atau perubahan pola buang air kecil.

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala-gejala tersebut. Diagnosis sejak dini membantu dokter memberikan penanganan yang lebih cepat sekaligus mencegah kerusakan ginjal yang semakin berat.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img