Al Davi Muhammad Azriel Firdaus, Kandidat Golden Ticket FK UNAIR Berkat Prestasi Gemilang

EduNews

educare.co.id, Surabaya – Program penerimaan Golden Ticket Universitas Airlangga (UNAIR) selalu menjadi ajang bergengsi bagi siswa-siswi terbaik yang bercita-cita melanjutkan studi di kampus tersebut. Tahun ini, sebanyak 3.155 siswa dari 1.423 sekolah bersaing untuk mendapatkan tiket emas masuk UNAIR tanpa tes.

Salah satu kandidat yang berhasil menembus ketatnya persaingan adalah Al Davi Muhammad Azriel Firdaus, siswa MAN 2 Kota Malang. Berkat deretan prestasinya, Davi berhak menjadi nominator penerima Golden Ticket untuk Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran UNAIR.

Terinspirasi dari Imam Syafi’i Dalam wawancara dengan UNAIR NEWS pada Rabu (12/3/2025), Davi mengungkapkan bahwa motivasi utamanya masuk FK UNAIR berasal dari salah satu ajaran Imam Syafi’i tentang ilmu. “Imam Syafi’i pernah berkata, bahwa ilmu itu ada dua, ilmu dunia dan akhirat, kalau ilmu akhirat itu ilmu fiqih, ilmu-ilmu hukum Islam dan yang kedua ilmu kedokteran, yakni untuk menjaga kesehatan badan,” jelasnya.

Selain itu, Davi juga terdorong oleh kepeduliannya terhadap ketimpangan akses kesehatan di Indonesia. “Saya cukup miris melihat keadaan Indonesia yang fasilitas kesehatannya kurang merata, oleh karena itu, saya ingin menjadi seorang dokter yang dapat membantu mereka,” ujarnya.

Deretan Prestasi Gemilang Menjadi kandidat Golden Ticket FK UNAIR bukanlah hal yang mudah. Davi membuktikan kompetensinya dengan berbagai prestasi akademik yang membanggakan, di antaranya medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Biologi, medali perak Olimpiade Sains Airlangga, serta medali perak dalam Kompetisi Sains Madrasah.

Meski telah mencapai banyak pencapaian, Davi tidak ingin berhenti di sini. Ia berencana untuk terus berkompetisi setelah menjadi mahasiswa UNAIR. “Di UNAIR nanti, aku ada rencana ikut ONMIPA, dan olimpiade-olimpiade lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Mimpi Besar untuk Masa Depan Selain ingin terus berprestasi, Davi juga bercita-cita memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sebagai calon dokter, ia ingin membantu meningkatkan akses kesehatan bagi mereka yang membutuhkan.

Menurutnya, ketimpangan fasilitas kesehatan di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk regulasi dan distribusi tenaga medis. “Saya berharap bisa menjadi bagian dari solusi, baik melalui profesi dokter maupun dalam kebijakan kesehatan yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *