Sapa Murid SMK 2025, Kemendikdasmen Ajak Siswa Siapkan Diri Hadapi Masa Depan
educare.co.id – Dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) yang berlangsung secara ramah dan inklusif, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar kegiatan Sapa Murid SMK 2025 dengan tema “Dari Kebiasaan Hebat Menuju Masa Depan Cemerlang.”
Acara ini menjadi momentum penyemangat bagi para peserta didik baru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk memasuki dunia pendidikan vokasi dengan bekal motivasi dan nilai-nilai positif. Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh murid SMK di Indonesia.
“Murid SMK harus memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, mampu berkolaborasi dalam tim, penuh kreativitas, memiliki karakter yang kuat, dan menghargai sebuah perbedaan. Dengan begitu, kita ingin membentuk lulusan SMK sebagai generasi yang mampu berkontribusi untuk kemajuan bangsa,” ungkap Abdul Mu’ti, dalam siaran tertulis kemendikdasmen (28/7).
Menteri Mu’ti juga menekankan pentingnya membangun karakter serta kepribadian sebagai bagian integral dari pendidikan vokasi. Ia menyebut bahwa keterampilan teknis (hard skill) dan non-teknis (soft skill) perlu berjalan beriringan untuk membentuk lulusan SMK yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga beretika dan bermoral.
“Belajar di SMK adalah bagian penting untuk menyiapkan generasi Indonesia yang terampil dan memiliki kemampuan berbagai bidang baik hard skill (keterampilan teknis) dan soft skill (keterampilan non-teknis). Perpaduan antara kedua keterampilan tersebut merupakan kunci utama menjadi lulusan SMK yang siap bekerja, berwirausaha, dan berakhlak mulia,” tuturnya.
Mengakhiri pesannya, Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat kepada peserta didik tahun ajaran baru 2025/2026 yang telah memilih SMK sebagai jalur pendidikan mereka.
“Selamat kepada kalian semua yang telah menjadi peserta didik SMK, nikmati seluruh proses pembelajaran dengan baik dan tanamkan rasa optimis yang tinggi. Sejatinya, mimpi yang besar berawal dari hal kecil yang dilakukan dan SMK adalah tempat yang tepat untuk kalian meraih mimpi-mimpi itu,” pungkasnya.
Bangun Ekosistem Belajar Inklusif
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa Sapa Murid SMK 2025 merupakan bagian dari strategi Kemendikdasmen untuk menciptakan iklim belajar yang positif dan menggembirakan bagi siswa SMK sejak awal masa orientasi.
“Murid SMK harus terbiasa berpikir kreatif dan inovatif. Kami juga ingin membangun ekosistem dengan mengajak seluruh pihak termasuk alumni untuk memberikan inspirasi kepada mereka. Harapannya, pelaksanaan MPLS Ramah ini membawa hari baru, semangat baru, dan mimpi baru untuk semua murid SMK,” ucap Tatang.
Cerita Alumni: Dari SMK Menuju Panggung Prestasi
Kegiatan ini juga menghadirkan beberapa alumni SMK yang telah meraih keberhasilan di bidangnya masing-masing. Salah satunya adalah Kiki Syahputra Singarimbun, alumni SMK Negeri 8 Medan sekaligus juara kedua MasterChef Indonesia musim ke-11. Dalam sesi berbagi inspirasi, Kiki membagikan kisah perjuangannya hingga sukses meniti karier di dunia kuliner.
“Pendidikan SMK memiliki peranan besar bagi saya dalam mendapatkan posisi yang sekarang. Kemampuan yang diajarkan di SMK sangat membantu ketika menyelesaikan kompetisi dan bisnis di dunia kuliner. SMK adalah wadah dan jalan untuk kita menggapai impian yang kita inginkan. Kegagalan itu pasti tetapi keberhasilan perlu diperjuangkan,” ujar Kiki.
Inspirasi lainnya datang dari Fadly Alberto Hengga, pemain Tim Nasional Sepakbola U-17 yang akan bertanding dalam Piala Dunia 2025. Ia mengisahkan proses panjang yang ia jalani sejak kecil, termasuk tantangan dalam menyeimbangkan waktu belajar dan latihan.
“Masing-masing kita memiliki bakat yang harus terus diasah dan jangan pernah merasa takut. Untuk menjadi saya yang sekarang, tentu tidak mudah karena banyak proses yang dilalui. Ketika jatuh jangan menyerah karena masih ada jalan lain dan kesempatan lain yang bisa dicoba,” tutup Alberto.
Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan yang menyentuh sisi personal siswa, Sapa Murid SMK 2025 menjadi refleksi dari komitmen Kemendikdasmen dalam membangun pendidikan vokasi yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.
