Rektor USK Usulkan Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif di Aceh

Must read

educare.co.id, Banda Aceh – Setelah Aceh ditetapkan sebagai salah satu dari 15 wilayah prioritas dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Dr. Ir. Marwan mengusulkan agar pemerintah daerah segera membentuk lembaga khusus yang fokus mengelola sektor ini. Usulan tersebut disampaikan dalam diskusi terbatas bersama Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif, Rian Syaf, BBA. MCom, di Kampus USK pada 24 Maret.

Prof. Marwan mengapresiasi langkah Menteri/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, dalam memperjuangkan Aceh sebagai wilayah prioritas pengembangan ekonomi kreatif, yang sebelumnya hanya mencakup 12 wilayah.

“Kita perlu apresiasi upaya yang telah dilakukan MenEkraf. Selanjutnya, pemerintah Aceh perlu mempercepat pembentukan kelembagaan ekonomi kreatif. Ini langkah strategis untuk ekosistem ekraf yang lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi sehingga dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rektor.

Ia menekankan bahwa Aceh harus berperan dalam strategi nasional untuk menciptakan sektor ekonomi baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Keberadaan kelembagaan Ekonomi Kreatif Aceh akan menjadi katalisator utama dalam membangun ekosistem ekraf yang lebih profesional dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam kunjungan ke USK, Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif, Rian Syaf, menyampaikan pentingnya pengembangan sektor ekonomi kreatif di Aceh agar mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

“Aceh memiliki potensi besar yang bisa dijadikan sebagai motor penggerak perekonomian lokal dan regional. Kami yakin pengembangan sektor Ekraf dapat berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Rian Syaf.

Sebagai langkah nyata dalam mendukung industri kreatif di Aceh, USK sejak 2022 telah mendirikan Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (KITA Kreatif). Pusat riset ini bertujuan membantu merumuskan kebijakan dan program pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

Selain itu, USK juga memiliki Atsiri Research Centre (ARC) yang telah berperan dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui hilirisasi produk nilam. Prof. Marwan menekankan bahwa sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha sangat penting untuk memastikan perkembangan sektor ekonomi kreatif di Aceh.

“Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha sangat penting agar industri ekonomi kreatif di Aceh dapat semakin berkembang dan berkontribusi signifikan,” tutupnya.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article