educare.co.id, Surabaya – Prestasi membanggakan diraih oleh Nadya Zhafira, remaja asal Jember yang berhasil diterima di Program Studi S1 Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Di usianya yang baru menginjak 15 tahun, Nadya resmi tercatat sebagai salah satu mahasiswa baru termuda di UNAIR tahun ini.
Tak hanya mencetak rekor sebagai peserta termuda, Nadya juga diterima di program studi saintek dengan tingkat keketatan kedua tertinggi di UNAIR. Ia mengaku sangat bersyukur dan bangga atas pencapaiannya yang sekaligus mewujudkan impian menjadi bagian dari Ksatria Airlangga.
“Ini adalah suatu kebahagiaan dan kebanggaan terbesar bagi diri, keluarga, dan sekolah saya. Jujur, saya tidak pernah menyangka bahwa saya bisa diterima di PTN melalui SNBP di usia saya yang masih muda ini,” ungkapnya.
Pilihan Nadya untuk menempuh studi di jurusan Farmasi bukan tanpa alasan. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikan di bidang kesehatan dan bercita-cita berkontribusi dalam pengembangan obat-obatan.
“Saya memilih program studi farmasi karena sejak kecil, saya sangat tertarik dengan bidang kesehatan. Farmasi adalah bidang yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, sehingga saya merasa program studi ini adalah pilihan yang tepat,” jelasnya.
Dikenal sebagai sosok yang tekun dan rajin belajar, Nadya berhasil menyelesaikan pendidikan lebih cepat dari teman-teman sebayanya. Ia mengikuti program akselerasi di tingkat SMP hingga SMA. Menurutnya, semangat belajar yang tinggi dan strategi belajar efektif menjadi kunci keberhasilan meraih prestasi tersebut.
Meski begitu, Nadya menyadari bahwa tantangan terbesar yang akan dihadapinya di bangku kuliah adalah soal perbedaan usia dengan mahasiswa lain. Namun, ia tidak menganggap hal itu sebagai kendala, melainkan peluang untuk belajar lebih banyak.
“Tantangan terbesarnya mungkin perbedaan usia dengan teman-teman di kampus. Mereka pada umumnya sudah lebih matang dalam berpikir dan memiliki pengalaman sosial yang lebih banyak. Namun, saya melihat ini sebagai kesempatan untuk belajar dari mereka. Saya berusaha membangun komunikasi yang baik dan aktif mengikuti kegiatan kampus agar lebih mudah berbaur,” jelasnya.
Di balik kesuksesan Nadya, ada dukungan penuh dari kedua orang tuanya yang selalu memberikan motivasi serta fasilitas belajar. Ia juga merasa beruntung tumbuh di lingkungan yang mendukungnya untuk terus berprestasi dan mengejar impian.



