educare.co.id, Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama tujuh perguruan tinggi negeri lainnya menjalin kerja sama dalam penanganan sampah melalui gerakan Asta Peduli Sampah Nasional, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Acara yang berlangsung secara hybrid ini dipusatkan di Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, dan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.
Selain USK, tujuh perguruan tinggi yang turut serta dalam inisiatif ini adalah Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Udayana, Universitas Nusa Cendana, Universitas Brawijaya, Universitas Pattimura, dan Universitas Cendrawasih.
Dalam sambutannya, Hanif Faisol menyatakan bahwa gerakan Asta Sekolah dan Asta Peduli Sampah Nasional merupakan bentuk nyata kolaborasi antara berbagai kementerian dan institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas sampah.
“Dengan Asta Sekolah dan Peduli Sampah Nasional, menjadi kolaborasi yang strategis untuk membawa Indonesia, membangun karakter Indonesia sebagai bangsa yang lebih beradab melalui perilaku sadar sampah sejak di lingkungan pendidikan,” ujar Hanif.
Pada kesempatan ini, USK juga mengukuhkan Kader Lingkungan Generasi Muda yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa. Mewakili pimpinan universitas, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan USK, drh. Teuku Reza Ferasyi, M.Sc., Ph.D., menegaskan komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan bebas sampah.
“Komitmen ini tidak hanya dalam bentuk kampanye peduli sampah tapi juga pada sisi kebijakan. Misalnya dengan keluarnya Surat Edaran untuk melarang penggunaan wadah plastik di lingkungan USK,” jelasnya.
Sejak 2022, USK telah memiliki Bank Sampah USK (BSU) yang aktif mengedukasi warga kampus dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, A. Hanan, SP., MM., mengapresiasi kolaborasi ini dan mendorong sekolah-sekolah untuk mendirikan bank sampah guna meningkatkan kesadaran lingkungan.
Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup, Ir. Laksmi Dhewanthi, MA, IPU., menekankan pentingnya peran kampus dan sekolah dalam mendidik generasi muda agar lebih peduli terhadap sampah. Selain Asta Sampah, kementerian juga telah menggagas program lingkungan lainnya seperti Asta Gunung, Asta Desa, Asta Mangrove, Asta Pantai, Asta Pesantren, dan Asta Pasar yang bertujuan meningkatkan kepedulian berbagai pihak terhadap lingkungan.
“Karena kita semua perlu membangun peradaban baru. Peradaban yang ramah lingkungan, peradaban yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan kita,” tegasnya.
Pada acara ini, Ketua DWP USK, Prof. Dr. Ir. Eti Indarti, M.Sc., yang juga merupakan pembina BSU, memaparkan sejarah berdirinya bank sampah di USK serta manfaatnya bagi lingkungan dan para relawan pengumpul sampah. Ia juga secara resmi meluncurkan website BSU sebagai platform informasi layanan dan data terkait pengelolaan sampah di kampus.



