Mahasiswa ITB Raih Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Astronomi Nasional

EduNews EduSchool

Bandung (educare.co.id) – Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Nazal Rhinta Hawari (Teknik Geofisika, 2021), Dudih Purwadi (Astronomi, 2022), dan Muhammad Rakha Faizulhaq (Teknik Sipil, 2021), berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Cerdas Cermat Astronomi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sumatera pada Sabtu (30/11/2024).

Kompetisi ini terdiri dari dua tahap, yakni babak penyisihan dan babak final. Pada tahap penyisihan, peserta mengerjakan 40 soal pilihan ganda dalam waktu 60 menit. Sementara itu, babak final terdiri dari dua ronde, yaitu ronde post-to-post dan ronde cerdas cermat yang mencakup soal wajib serta soal rebutan.

Keikutsertaan mereka didasari pengalaman serupa sebagai peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) Astronomi. Nazal dan Rakha sebelumnya pernah meraih medali dalam ajang OSN, sedangkan Dudih merupakan mahasiswa Astronomi, sehingga mereka merasa memiliki peluang besar untuk berprestasi dalam lomba ini.

“Selain kesamaan latar belakang yang merupakan sesama peserta OSN Astronomi, kami juga sangat ingin pergi ke Lampung, sekalian jalan-jalan dan mengenal budaya setempat,” ujar Nazal, dalam siaran tertulis itb (7/2).

Partisipasi mereka juga dilandasi keinginan untuk melakukan kolaborasi lintas jurusan dengan dukungan penuh dari ITB. Mereka melihat kompetisi ini bukan sekadar ajang menghasilkan karya, melainkan kesempatan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dalam waktu singkat.

Tim 1-Rasi mengaku bahwa persiapan mereka tidak maksimal karena berbenturan dengan kesibukan akademik. Namun, berbekal pemahaman yang telah dimiliki serta kerja sama yang solid, mereka berhasil melaju ke babak final dengan perolehan nilai yang tinggi.

Setelah melewati babak penyisihan, mereka menyadari bahwa setiap anggota memiliki keunggulan pada materi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, mereka menyusun strategi dengan membagi tugas berdasarkan keahlian masing-masing.

BACA JUGA:  Tim Mahasiswa ITB Raih Juara Pertama Kompetisi Case Study di UI

“Kami melakukan pembagian materi yang harus didalami oleh setiap anggota. Karena kesibukan dan jadwal yang beragam, persiapan dilakukan secara mandiri, tetapi tetap dengan komitmen satu sama lain,” tutur Dudih.

Selain kerja keras, mereka percaya bahwa keberhasilan ini juga didukung oleh doa, keyakinan, serta dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat.

Mereka pun berpesan kepada rekan-rekan mahasiswa untuk memanfaatkan segala kesempatan yang ada, termasuk privilese dalam hal pengetahuan, waktu, dan lingkungan yang mendukung.

“Ayo kita manfaatkan kesempatan berkuliah di ITB dengan sebaik-baiknya, salah satunya dengan mengikuti lomba yang dapat mengasah kemampuan serta membuka peluang untuk meraih prestasi,” ujar Rakha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *