Dua Mahasiswa UNS Ukir Prestasi di Asian Para Games 2026, Indonesia Raih Medali dari Para-Atletik

Must read

EDUCARE.CO.ID – Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menorehkan prestasi di ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Michael Marcelino menyumbangkan medali perak dari cabang para-atletik nomor tolak peluru putra, sedangkan Karisma Evi Tiarani membawa pulang medali emas lari 100 meter putri dan perunggu lompat jauh.

Capaian tersebut menambah catatan prestasi Indonesia di kompetisi olahraga disabilitas tingkat Asia. Keduanya menunjukkan kemampuan bersaing di panggung internasional melalui nomor pertandingan yang berbeda.

Michael Marcelino Raih Perak pada Debut Asian Para Games

Michael Marcelino, mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS, meraih medali perak pada nomor tolak peluru putra klasifikasi F12. Atlet berusia 26 tahun itu mencatatkan tolakan terbaik sejauh 12,85 meter pada kesempatan pertama dari enam percobaan di babak final.

Hasil tersebut terasa istimewa bagi Michael karena Asian Para Games 2026 menjadi penampilan perdananya di ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia. Ia sebelumnya tidak tampil pada edisi 2022 di Hangzhou, Tiongkok.

Michael mendedikasikan medali tersebut untuk Indonesia, kedua orang tuanya, serta mendiang pelatih kepala, Slamet Widodo, yang mendampinginya sejak 2019.

“(Medali perak) saya persembahkan pertama untuk Indonesia, orang tua, serta almarhum Pak Slamet,” tutur Michael, Rabu (28/10/2026).

Kenangan untuk Pelatih Warnai Perolehan Medali

Di balik keberhasilan meraih perak, Michael menyimpan kesedihan atas kepergian Slamet Widodo. Sang pelatih terus memberikan dukungan dan motivasi kepada Michael menjelang keberangkatannya ke Jepang. Namun, kabar duka datang beberapa hari sebelum kontingen Indonesia bertolak ke Nagoya.

“Pak Slamet terus memotivasi saya, tetapi beberapa hari sebelum ke sini (Nagoya), beliau sudah tidak ada,” kenang Michael dengan haru.

Berdasarkan sumber laman resmi UNS, keberhasilan Michael tidak hanya mencerminkan kemampuan atlet dalam berkompetisi, tetapi juga menyimpan kisah perjuangan dan penghormatan kepada sosok yang berperan dalam perjalanan kariernya.

Karisma Evi Tiarani Sumbang Emas dari Lari 100 Meter

Prestasi lain datang dari Karisma Evi Tiarani, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS. Atlet yang akrab disapa Evi itu meraih medali emas nomor lari 100 meter putri klasifikasi T63 di Stadion Atletik Nagoya City Mizuho Park, Jepang, pada Rabu (21/10/2026).

Evi menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 14,59 detik dan finis di posisi pertama. Kecepatan serta konsistensinya mengantarkan atlet para-atletik Indonesia tersebut ke podium tertinggi.

Tak hanya meraih emas, Evi juga mengamankan medali perunggu pada nomor lompat jauh putri. Pertandingan itu menggunakan klasifikasi gabungan T42, T44, T61, T62, T63, dan T64.

Dua medali dari nomor berbeda tersebut memperlihatkan kemampuan Evi bersaing dalam lebih dari satu disiplin para-atletik di kompetisi internasional.

Prestasi Mahasiswa UNS Dorong Olahraga yang Inklusif

Raihan medali Michael dan Evi menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa UNS bagi kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026. Prestasi keduanya juga memperlihatkan peran atlet dengan disabilitas dalam mengharumkan nama bangsa melalui olahraga.

Keberhasilan tersebut diharapkan dapat mendorong lingkungan kampus dan masyarakat untuk semakin mendukung olahraga yang inklusif, setara, serta memberi ruang bagi setiap atlet untuk mengembangkan potensinya.

Kisah Michael yang mempersembahkan medali kepada mendiang pelatih dan pencapaian Evi di nomor lari serta lompat jauh juga menjadi pengingat bahwa dedikasi, latihan, dan dukungan yang tepat berperan penting dalam perjalanan menuju prestasi dunia.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article