EDUCARE.CO.ID – Kulit lemon dan jeruk kerap menjadi bahan tambahan untuk teh, kue, hingga berbagai hidangan. Bagian buah ini memberikan aroma segar sekaligus mengandung serat dan senyawa tumbuhan alami. Namun, konsumen perlu memperhatikan kebersihan kulit buah sebelum mengolahnya menjadi makanan.
Lantas, apakah kulit lemon dan jeruk aman dimakan? Secara umum, konsumen dapat menikmati kulit buah sitrus dalam jumlah wajar. Meski begitu, mereka perlu memperhatikan kondisi buah, cara membersihkannya, serta kemungkinan residu pestisida.
Kulit Lemon dan Jeruk Bisa Mengandung Residu Pestisida
Produsen buah sitrus terkadang menggunakan fungisida setelah panen. Perlakuan ini membantu mencegah pertumbuhan jamur selama penyimpanan dan pengiriman. Namun, penggunaan bahan kimia tersebut menimbulkan perhatian ketika konsumen ikut mengolah kulit buahnya.
Mengutip laporan The Guardian, Sarah Compson dari Pesticide Action Network UK (PAN UK) menjelaskan kekhawatiran terhadap imazalil. Produsen menggunakan fungisida ini pada sejumlah buah sitrus untuk mengendalikan jamur. Sejumlah kajian juga menyoroti potensi dampaknya terhadap kesehatan, termasuk risiko karsinogenik serta gangguan reproduksi dan perkembangan.
Selain itu, konsumen dapat terpapar beberapa jenis pestisida melalui makanan sehari-hari. Para peneliti masih mempelajari dampak gabungan dari paparan tersebut.
Konsumen yang ingin mengurangi paparan pestisida sintetis dapat mempertimbangkan buah sitrus organik. Sarah Hathaway dari Soil Association menjelaskan bahwa sistem produksi organik melarang penggunaan pestisida sintetis tertentu, termasuk dalam penanganan pascapanen.
Meski demikian, buah organik tetap membutuhkan pencucian. Kotoran dan bakteri dapat menempel pada permukaan buah selama proses penanaman, pemanenan, maupun distribusi.
Seberapa Efektif Mencuci Kulit Lemon dan Jeruk?
Mencuci buah di bawah air mengalir sambil menggosok permukaannya dapat membantu mengurangi sebagian residu pestisida. Namun, tingkat keberhasilannya bergantung pada jenis bahan kimia dan kondisi kulit buah.
Dalam penelitian yang dikutip EatingWell, peneliti menemukan lebih dari satu jenis residu pada 83 persen dari 76 sampel buah sitrus. Sebanyak 28 persen sampel menunjukkan residu pada atau di atas batas maksimum yang digunakan dalam penelitian tersebut.
Penelitian lain terhadap jeruk mandarin menunjukkan hasil serupa. Hanya 8,4 persen sampel yang tidak memiliki residu terukur. Sementara itu, 22,1 persen sampel melampaui batas maksimum residu yang diizinkan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kondisi setiap buah dapat berbeda. Asal buah, jenis pestisida, dan penanganan setelah panen dapat memengaruhi keberadaan residu.
Lalu, seberapa besar pengaruh pencucian? Penelitian yang dikutip EatingWell melaporkan bahwa pencucian mengurangi residu sekitar 26–84 persen. Angka tersebut bergantung pada jenis bahan yang diuji dan kondisi penelitian.
Meski membantu, air mengalir tidak selalu menghilangkan seluruh residu. Sebagian bahan kimia dapat menempel kuat pada kulit atau masuk ke jaringan buah. Selain itu, lapisan lilin pada permukaan sitrus dapat menyulitkan proses pembersihan.
Karena itu, konsumen tetap perlu mencuci buah sebelum mengolah kulitnya. Namun, mereka sebaiknya tidak menganggap pencucian sebagai jaminan bahwa seluruh pestisida telah hilang.
Manfaat Kulit Lemon dan Jeruk untuk Berbagai Hidangan
Selain memperhatikan risikonya, konsumen juga dapat memanfaatkan kulit buah sitrus sebagai bahan makanan. Kulit lemon dan jeruk mampu memberikan aroma khas pada berbagai hidangan.
Mengutip FoodAtlas, kulit lemon dapat menjadi bahan tambahan makanan selama konsumen memilih buah yang masih segar dan membersihkannya dengan benar. Bagian kulit berwarna kuning memiliki aroma sitrus yang kuat.
Konsumen dapat memarut kulit lemon untuk menambah aroma teh, kue, makanan penutup, nasi, dan hidangan lainnya. Penggunaan dalam jumlah wajar juga membantu memperkaya cita rasa makanan.
Sementara itu, kulit jeruk menawarkan aroma segar dengan rasa yang cenderung lebih pahit daripada daging buahnya. Bagian ini juga mengandung serat dan senyawa tumbuhan alami.
Meski memiliki beragam kegunaan, konsumen tetap perlu memeriksa kondisi buah sebelum mengolahnya. Hindari kulit buah yang menunjukkan tanda pembusukan, pertumbuhan jamur, atau kerusakan lainnya.
6 Cara Membersihkan Kulit Lemon dan Jeruk dengan Benar
Sebelum memarut atau mengupas kulit buah, lakukan beberapa langkah berikut untuk membantu mengurangi kotoran dan kontaminasi pada permukaannya.
1. Cuci tangan sebelum memegang buah
Bersihkan tangan menggunakan air dan sabun sebelum menyiapkan bahan makanan. Langkah ini membantu mengurangi perpindahan kotoran dan mikroorganisme ke permukaan buah.
2. Bilas buah dengan air mengalir
Gunakan air bersih yang mengalir untuk membilas seluruh permukaan lemon atau jeruk. Pastikan Anda membersihkan bagian yang akan digunakan sebagai bahan makanan.
3. Gosok permukaan kulit
Gosok kulit buah secara perlahan menggunakan tangan. Untuk kulit yang bertekstur, Anda juga dapat memakai sikat khusus buah yang bersih.
4. Keringkan dengan kain bersih
Setelah membilas buah, gunakan kain bersih atau tisu untuk mengeringkan permukaannya. Selanjutnya, Anda dapat memarut atau mengupas kulit sesuai kebutuhan.
5. Jangan gunakan sabun atau deterjen
Hindari sabun cuci piring dan deterjen saat membersihkan buah. Produk tersebut tidak dirancang untuk membersihkan makanan dan dapat meninggalkan bahan yang tidak diinginkan pada permukaan kulit.
6. Periksa kondisi buah sebelum digunakan
Pilih lemon dan jeruk yang masih segar. Jika buah menunjukkan tanda pembusukan, pertumbuhan jamur, atau kerusakan, jangan gunakan kulitnya sebagai bahan makanan.
Sebagian orang menggunakan larutan cuka encer sebagai langkah tambahan. Namun, metode ini tidak menjamin seluruh residu pestisida hilang. Setelah melakukan pembersihan tambahan, bilas kembali buah dengan air bersih.
Jadi, Apakah Kulit Lemon dan Jeruk Aman Dikonsumsi?
Kulit lemon dan jeruk dapat menjadi bahan tambahan makanan dalam jumlah wajar. Namun, konsumen perlu memperhatikan kebersihan, kesegaran buah, dan kemungkinan residu pestisida sebelum mengonsumsinya.
Mencuci buah di bawah air mengalir sambil menggosok permukaannya merupakan langkah praktis untuk mengurangi kotoran dan sebagian residu. Meski demikian, cara ini tidak menjamin semua bahan kimia terangkat.
Karena itu, pilih buah yang masih segar dan bersihkan permukaannya sebelum mengolah kulitnya. Hindari pula penggunaan sabun atau deterjen untuk mencuci buah.
Dengan penanganan yang tepat, konsumen dapat memanfaatkan kulit lemon dan jeruk untuk berbagai hidangan sambil tetap memperhatikan aspek keamanan pangan.

