Inovasi Robotika Bawah Air Antar Mahasiswa UI Raih Juara II Kontes Kapal Indonesia 2026

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) meraih Juara II dalam Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026. Tim Autonomous Marine Vehicle (AMV) 2 UI mencapai prestasi tersebut melalui inovasi robot bawah air bernama MAKARA NEMO.

Tim ini berlaga pada kategori Remotely Operated Vehicle (ROV). Kompetisi berlangsung pada 14–17 September 2026 di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) menyelenggarakan ajang tersebut untuk mendorong inovasi teknologi perkapalan dan kelautan.

Melalui MAKARA NEMO, mahasiswa UI mengeksplorasi pemanfaatan robotika untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengawasan maritim. Mereka mengembangkan prototipe ini dengan memperhatikan kemampuan manuver, stabilitas navigasi, serta kinerja di lingkungan bawah air.

Tim AMV 2 FTUI Kembangkan Robot Bawah Air

Tim AMV 2 terdiri atas lima mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan. Mereka adalah Raja Avicenna Al-Kindi Vijasa dari Teknik Komputer 2024, Jonathan Christopher Panggabean dari Teknik Elektro 2024, dan Christopher Evan Tanuwidjaja dari Ilmu Komputer 2024.

Selain itu, tim ini melibatkan Alma Nurwasita dari Teknik Biomedik 2025 dan Connia Goretty Silalahi dari Teknik Mesin KKI 2025. Dr. Eng. Muhammad Arif Budiyanto, S.T., M.T., membimbing mereka selama pengembangan MAKARA NEMO.

Kolaborasi lintas disiplin membantu tim memadukan berbagai keahlian. Dengan pendekatan tersebut, mereka menggabungkan pengetahuan teknik dan komputasi untuk merancang teknologi yang relevan dengan kebutuhan sektor kelautan.

Raja Avicenna Al-Kindi Vijasa menjelaskan bahwa proyek MAKARA NEMO menjadi kesempatan bagi tim untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari.

“Melalui MAKARA NEMO, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi robot bawah air dapat dikembangkan oleh mahasiswa Indonesia untuk membantu berbagai kebutuhan operasional maritim. Proses pengembangannya juga menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk terus belajar, berinovasi, dan menyempurnakan kemampuan sistem yang dirancang,” ujarnya.

Berdasarkan sumebr laman resmi Fakultas Teknik Universitas Indonesia, pengembangan MAKARA NEMO menunjukkan upaya mahasiswa dalam menerapkan ilmu lintas disiplin. Mereka juga mengeksplorasi peluang teknologi robotika untuk menjawab tantangan di sektor maritim.

Robot Bawah Air Buka Peluang Pengawasan Maritim

KKI 2026 mengusung tema “Garda Maritim Nusantara: Inovasi Teknologi Kapal Coast Guard yang Tangguh, Responsif, dan Mandiri untuk Kedaulatan Bangsa”. Tema ini menyoroti pentingnya inovasi teknologi bagi kebutuhan maritim Indonesia.

Dalam kategori ROV, robot bawah air memiliki sejumlah potensi penggunaan. Misalnya, operator dapat memanfaatkan teknologi ini untuk memeriksa lambung kapal dan mengamati kondisi bawah permukaan air. Selain itu, ROV juga berpotensi mendukung operasi pencarian dan penyelamatan atau search and rescue.

Robot bawah air dapat membantu operator menjangkau area yang sulit diperiksa secara langsung. Karena itu, teknologi ini membuka peluang pengembangan sistem pemantauan yang lebih fleksibel untuk berbagai kebutuhan kelautan.

Namun, setiap fungsi tetap bergantung pada spesifikasi perangkat dan hasil pengujiannya. Kemampuan sensor, sistem kendali, navigasi, serta ketahanan perangkat turut menentukan keberhasilan operasional.

Melalui MAKARA NEMO, tim AMV 2 berupaya mengeksplorasi potensi tersebut. Pengembangan ini sekaligus memberi mahasiswa pengalaman merancang teknologi untuk menghadapi tantangan di lingkungan bawah air.

Dekan FTUI Apresiasi Prestasi Mahasiswa

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., mengapresiasi keberhasilan tim AMV 2 meraih Juara II KKI 2026. Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan semangat inovasi dan kolaborasi mahasiswa.

“Prestasi ini menunjukkan semangat inovasi, kolaborasi, dan penerapan ilmu pengetahuan yang dimiliki mahasiswa FTUI. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan teknologi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung kemajuan sektor maritim Indonesia,” ujarnya.

Apresiasi tersebut memperkuat dorongan bagi mahasiswa untuk terus berkarya. Selain menguasai teori, mereka perlu menguji gagasan dan mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan mengikuti kompetisi nasional, mahasiswa juga memperoleh ruang untuk mengukur kemampuan teknis. Mereka dapat belajar dari tantangan pengembangan produk, kerja sama tim, dan proses penyempurnaan teknologi.

Prestasi AMV 2 Dukung Pengembangan Teknologi Maritim

Raihan Juara II KKI 2026 menambah catatan prestasi mahasiswa FTUI di bidang teknologi kelautan. Melalui MAKARA NEMO, tim AMV 2 menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas disiplin dapat menghasilkan gagasan teknologi yang relevan dengan kebutuhan maritim.

Selanjutnya, tim dapat mengembangkan prototipe melalui pengujian dan penyempurnaan sistem. Langkah ini penting untuk mengevaluasi kemampuan manuver, stabilitas navigasi, serta kinerja robot dalam kondisi operasional yang berbeda.

Pengembangan berkelanjutan juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperdalam riset robotika bawah air. Dengan dukungan perguruan tinggi dan kolaborasi berbagai pihak, inovasi semacam ini dapat memperkaya pengembangan teknologi maritim Indonesia.

Prestasi tersebut sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendorong riset terapan. Melalui karya mahasiswa, dunia akademik dapat terus mengeksplorasi solusi teknologi untuk menjawab tantangan sektor kelautan nasional.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article