Cegah Risiko Sebelum Terlambat, Unhas Ajak Warga Makassar Ikuti Program CERDAS

Must read

EDUCARE.CO.ID – Penyakit jantung, diabetes melitus, dan stroke dapat berkembang tanpa gejala yang mudah dikenali. Karena itu, masyarakat perlu memeriksa kesehatan secara berkala agar dapat mengenali faktor risiko dan mengambil langkah pencegahan lebih awal.

Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) mendorong upaya tersebut melalui Program CERDAS, singkatan dari Cek Risiko, Edukasi, Rujuk, Dampingi, Aksi Hidup Sehat, dan Skrining Berkala. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Keperawatan Unhas menggabungkan pemeriksaan kesehatan dengan edukasi dan arahan tindak lanjut.

Tim menggelar kegiatan ini pada Sabtu (10/10) di kompleks Masjid Jannatul Firdaus, BTP Makassar. Rekapitulasi pelayanan mencatat 65 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam program tersebut.

Program CERDAS Ajak Warga Kenali Risiko Penyakit Sejak Dini

Program CERDAS membantu masyarakat mengenali faktor risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik, diabetes melitus, dan stroke. Untuk mendukung tujuan itu, tim menggabungkan skrining kesehatan dengan edukasi di bidang kardiovaskular, neurologi, dan endokrin.

Peserta tidak hanya menjalani pemeriksaan. Mereka juga memperoleh penjelasan mengenai hasil skrining serta langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Ketua Panitia, Syahrul, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB., menjelaskan bahwa tim menyediakan beberapa jenis pemeriksaan sesuai layanan yang diterima peserta. Pemeriksaan tersebut mencakup pengukuran antropometri dan indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, gula darah, serta kolesterol.

Selanjutnya, tim menghimpun hasil pemeriksaan untuk membantu mengenali faktor risiko yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Informasi tersebut dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memahami kondisi kesehatannya dan mempertimbangkan langkah berikutnya bersama tenaga kesehatan.

Pemeriksaan Kesehatan Disertai Arahan Tindak Lanjut

Program CERDAS tidak sekadar mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan dasar. Tim juga menyediakan perekaman dan interpretasi elektrokardiogram (EKG) bagi peserta yang mengikuti layanan tersebut untuk mendukung evaluasi kondisi jantung.

Menurut Syahrul, hasil skrining membantu tenaga kesehatan menentukan kebutuhan pemeriksaan lanjutan. Jika hasilnya menunjukkan kondisi yang memerlukan evaluasi, peserta dapat mengunjungi Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Langkah ini penting karena skrining awal tidak selalu cukup untuk menetapkan diagnosis. Sebaliknya, pemeriksaan tersebut membantu mengidentifikasi kemungkinan risiko yang perlu ditinjau lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.

Karena itu, masyarakat perlu memahami hasil pemeriksaan dan mengikuti rekomendasi yang sesuai. Konsultasi dengan tenaga kesehatan, pemantauan berkala, dan penerapan pola hidup sehat dapat membantu mengendalikan faktor risiko.

Selain itu, peserta sebaiknya tidak menunggu gejala muncul sebelum memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan rutin memberi kesempatan untuk mengenali perubahan kondisi tubuh lebih awal dan mendiskusikan langkah pencegahan dengan tenaga kesehatan.

Edukasi Dorong Kebiasaan Hidup Sehat

Pemeriksaan kesehatan memberi gambaran awal mengenai kondisi tubuh. Namun, pemahaman terhadap hasil pemeriksaan juga memegang peran penting dalam upaya pencegahan penyakit.

Melalui Program CERDAS, Fakultas Keperawatan Unhas menggabungkan skrining dan edukasi agar masyarakat memahami cara merespons hasil pemeriksaan. Dengan pendekatan ini, peserta dapat mengenali faktor risiko sekaligus memahami pentingnya tindak lanjut.

Di sisi lain, pencegahan penyakit tidak menular membutuhkan kebiasaan yang konsisten. Masyarakat perlu menjaga pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan berkala, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika menemukan hasil yang membutuhkan perhatian.

Kegiatan berbasis masyarakat juga membantu mendekatkan informasi kesehatan kepada warga. Dengan akses edukasi yang lebih mudah, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kondisi tubuh dan tidak mengabaikan pemeriksaan dini.

Program CERDAS Dukung Target SDGs di Bidang Kesehatan

Program CERDAS turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Melalui integrasi skrining, edukasi, dan arahan tindak lanjut, Unhas mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pencegahan penyakit tidak menular. Program ini juga menekankan pentingnya akses ke layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu.

Selain peran tenaga kesehatan, partisipasi masyarakat turut menentukan keberlanjutan upaya pencegahan. Warga perlu memahami faktor risiko, membangun kebiasaan hidup sehat, dan mengikuti rekomendasi tenaga kesehatan jika hasil pemeriksaan menunjukkan kebutuhan evaluasi lebih lanjut.

Pada akhirnya, deteksi dini bukan sekadar kegiatan pemeriksaan satu kali. Upaya ini perlu berjalan bersama edukasi dan tindak lanjut agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih tepat mengenai kesehatannya.

Berdasarkan sumber Universitas Hasanuddin (Unhas), Program CERDAS melayani 65 peserta dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan di kompleks Masjid Jannatul Firdaus, BTP Makassar, pada Sabtu (10/10). Tim menggabungkan skrining faktor risiko penyakit jantung, diabetes melitus, dan stroke dengan edukasi kesehatan serta arahan pemeriksaan lanjutan bagi peserta yang membutuhkannya.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article