Tim SigapPercik ITB Juara Kompetisi Chip Nasional, Bawa Inovasi Deteksi Gangguan Listrik

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam tim SigapPercik meraih Juara 1 ajang Indonesia Chip Hackathon Challenge 2026. Prestasi ini mengantarkan mereka memperoleh kesempatan mengikuti kunjungan industri ke Belanda.

Kompetisi yang mengusung tema “Designing Chips for Real-World Impact” tersebut menantang peserta mengembangkan inovasi semikonduktor untuk menjawab persoalan nyata. Tim SigapPercik menarik perhatian juri melalui gagasan teknologi pendeteksi gangguan busur listrik atau arc fault detection.

Inovasi tersebut menggabungkan pendekatan multichannel arc detection dan adaptive load learning. Tim memadukan pengukuran melalui beberapa kanal dengan kemampuan sistem mempelajari karakteristik beban listrik secara adaptif.

Pada penilaian akhir, SigapPercik mencatat nilai rata-rata 79,43 dan menempati posisi pertama. Selain menerima penghargaan, para anggota tim juga memperoleh kesempatan mengunjungi industri di Belanda untuk memperluas wawasan tentang perkembangan teknologi dan praktik industri internasional.

Kembangkan Teknologi untuk Mendeteksi Gangguan Listrik

Gangguan busur listrik menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam sistem kelistrikan. Kondisi ini dapat memicu kerusakan peralatan dan meningkatkan risiko kebakaran apabila tidak terdeteksi dengan tepat.

Tim SigapPercik mengangkat persoalan tersebut melalui pengembangan teknologi arc fault detection. Mereka merancang pendekatan yang menggabungkan beberapa kanal pendeteksian dengan pembelajaran karakteristik beban listrik.

Melalui konsep multichannel arc detection, sistem menggunakan informasi dari beberapa kanal pengukuran untuk mengenali indikasi gangguan. Sementara itu, pendekatan adaptive load learning memungkinkan sistem mempelajari karakteristik beban listrik agar dapat menyesuaikan proses pendeteksiannya.

Kombinasi kedua pendekatan tersebut berpotensi mendukung pengembangan sistem perlindungan listrik yang lebih cerdas dan adaptif. Namun, efektivitas penerapannya tetap bergantung pada pengujian teknis serta validasi kinerja sistem.

Dokumentasi pendukung Indonesia Chip Hackathon Challenge 2026

Raih Nilai 79,43 dan Kesempatan ke Belanda

Perjuangan tim SigapPercik membuahkan hasil pada tahap penilaian akhir. Tim tersebut meraih nilai rata-rata 79,43 dan menduduki peringkat pertama dalam Indonesia Chip Hackathon Challenge 2026.

Pencapaian ini sekaligus membuka kesempatan bagi anggota tim untuk mengikuti kunjungan industri ke Belanda. Program tersebut dapat menjadi sarana untuk mengenal perkembangan teknologi semikonduktor, proses pengembangan produk, serta penerapan inovasi dalam lingkungan industri.

Pengalaman internasional juga berpotensi memperluas perspektif mahasiswa mengenai kebutuhan industri dan tantangan pengembangan teknologi. Dengan demikian, kesempatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas prestasi mereka, tetapi juga ruang untuk memperkaya pengalaman akademik dan profesional.

Prestasi Mahasiswa ITB Dorong Inovasi Semikonduktor

Keberhasilan SigapPercik menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan teknologi yang berangkat dari persoalan nyata. Kompetisi seperti Indonesia Chip Hackathon Challenge 2026 juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji ide, mengasah keterampilan teknis, dan memperluas wawasan di bidang semikonduktor.

Bagi mahasiswa STEI ITB, capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus mengeksplorasi teknologi elektronika dan mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun industri.

Berdasarkan sumber laman resmi STEI ITB, tim SigapPercik meraih Juara 1 dengan nilai rata-rata 79,43 melalui inovasi pendeteksi gangguan busur listrik. Tim juga memperoleh kesempatan kunjungan industri ke Belanda sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian tersebut.

Prestasi ini menambah catatan pencapaian mahasiswa ITB di bidang teknologi. Ke depan, pengembangan inovasi semikonduktor diharapkan terus mendorong kontribusi mahasiswa terhadap kemajuan ekosistem teknologi dan industri nasional.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article