Dua Tim Mahasiswa UNEJ Raih Juara 1 Nasional, Usung Inovasi Pembelajaran Berbasis AI

Must read

EDUCARE.CO.ID – Dua tim mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) meraih Juara 1 dalam kompetisi esai tingkat nasional. Mereka mengusung gagasan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kedua inovasi itu bernama CAKRAWALA dan FUTUREPATH+.

CAKRAWALA menggabungkan pembelajaran akademik dengan pengembangan diri. Platform ini juga menawarkan dukungan kesejahteraan psikologis bagi peserta didik. Sementara itu, FUTUREPATH+ membantu generasi muda mengenali potensi dan mempersiapkan karier.

Kedua tim mengangkat persoalan yang dekat dengan dunia pendidikan saat ini. Peserta didik membutuhkan pembelajaran yang lebih personal dan mudah diakses. Mereka juga menghadapi distraksi digital serta keterbatasan internet di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

CAKRAWALA Satukan Pembelajaran dan Pengembangan Diri

Tim pertama mengembangkan CAKRAWALA sebagai ekosistem pembelajaran pintar berbasis AI. Platform ini menyediakan materi akademik, latihan soal, dan asesmen. Pengguna juga dapat mengakses AI Assistant, Digital Library, serta AI Insight untuk memantau perkembangan belajar.

Haikal Oke Wicaksono, anggota tim CAKRAWALA, menjelaskan bahwa platform ini tidak hanya berfokus pada nilai akademik. Tim turut menghadirkan fitur Achievement untuk mencatat prestasi. Ada pula fitur Future yang membantu peserta didik mengeksplorasi minat dan pilihan karier.

CAKRAWALA juga memperhatikan kesejahteraan psikologis melalui fitur CAKRAWALA Care. Fitur ini menyediakan mood tracker, jurnal, konsultasi, dan motivasi. Dengan demikian, platform ini menggabungkan kebutuhan belajar dengan dukungan pengembangan diri.

Tim juga memikirkan pelajar yang kesulitan mengakses internet. Mereka menghadirkan CAKRAWALA EduPrint sebagai alternatif pembelajaran luring. Medianya mencakup kartu belajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), poster, dan booklet.

Selain itu, tim menyiapkan jejaring relawan Sahabat CAKRAWALA. Relawan ini menjadi bagian dari konsep perluasan akses pembelajaran. Pendekatan tersebut menghubungkan materi digital dengan dukungan langsung di lapangan.

“Jadi, yang ingin kami bangun bukan sekadar teknologi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan pembelajaran digital, akses luring, pendampingan, pengembangan potensi, dan kesejahteraan peserta didik,” ungkap Haikal.

CAKRAWALA menawarkan pendekatan yang menggabungkan beberapa kebutuhan peserta didik dalam satu ekosistem. Namun, tim masih perlu menguji fitur dan efektivitasnya. Uji coba juga penting untuk memastikan kesesuaian platform dengan kebutuhan pengguna.

FUTUREPATH+ Bantu Generasi Muda Kenali Potensi

Tim Logos menghadirkan inovasi kedua melalui FUTUREPATH+. Mereka merancang ekosistem ini untuk membantu generasi muda mengenali kemampuan diri. Platform tersebut juga menyoroti tantangan fokus belajar dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

FUTUREPATH+ menyediakan fitur eksplorasi diri dan asesmen kemampuan dasar. Pengguna dapat mempelajari analisis fokus belajar serta mengikuti latihan konsentrasi. Platform ini juga menawarkan jalur belajar personal dan eksplorasi karier masa depan.

Putri Revalina Salsabila Khairani dari Tim Logos menjelaskan alasan di balik pengembangan gagasan tersebut. Tim ingin menawarkan solusi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah. Mereka juga menyusun gambaran penerapan inovasi secara bertahap.

“Kami ingin menghadirkan gagasan yang tidak hanya membahas masalah, tetapi juga menawarkan solusi yang terintegrasi dan memiliki gambaran bagaimana inovasi itu dapat diterapkan secara bertahap,” jelasnya.

Seperti CAKRAWALA, FUTUREPATH+ turut memperhatikan keterbatasan akses digital. Tim menyiapkan FUTUREPATH Card sebagai alternatif pendukung pembelajaran. Mereka juga merancang program relawan Sahabat FUTUREPATH Nusantara.

Kedua inisiatif tersebut bertujuan memperluas jangkauan gagasan di luar platform digital. Meski begitu, tim masih perlu menguji manfaat dan kemudahan penggunaannya. Pendampingan langsung juga dapat membantu mereka menilai kebutuhan calon pengguna.

Dua Tim UNEJ Sabet Juara 1 Kompetisi Nasional

Berdasarkan sumber rilis Universitas Jember mengenai prestasi mahasiswa dalam kompetisi esai nasional, kedua tim meraih Juara 1 pada ajang berbeda. Lailatul Nuraini, S.Pd., M.Pd., ClQnR, membimbing kedua tim selama pengembangan gagasan.

Tim CAKRAWALA terdiri atas Rina Dwi Rahayu, Haikal Oke Wicaksono, dan Agustin Putri Mardiawan. Ketiganya berasal dari Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNEJ.

Mereka meraih Juara 1 Lomba Esai Nasional Physics Education Festival (PHYSFEST) 2026. Universitas Mataram menjadi tuan rumah kompetisi tersebut pada 18–21 September 2026.

Sementara itu, Tim Logos beranggotakan Putri Revalina Salsabila Khairani dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Rina Dwi Rahayu dari FKIP UNEJ. Tim ini meraih Juara 1 Lomba Esai Mahasiswa Nasional (LESMA) 2026.

Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan kompetisi tersebut pada 8 Agustus 2026. Dua kemenangan ini menambah catatan prestasi mahasiswa UNEJ di tingkat nasional.

Kedua tim mengangkat isu pendidikan melalui pendekatan yang berbeda. CAKRAWALA menekankan integrasi pembelajaran dan pengembangan diri. Sebaliknya, FUTUREPATH+ berfokus pada pengenalan potensi, konsentrasi belajar, dan persiapan karier.

Mahasiswa UNEJ Siapkan Langkah Pengembangan Berikutnya

Kemenangan dalam kompetisi nasional mendorong kedua tim untuk melanjutkan pengembangan inovasi. Mereka berharap CAKRAWALA dan FUTUREPATH+ tidak berhenti sebagai gagasan lomba. Keduanya perlu melewati uji coba dan kolaborasi agar manfaatnya dapat dinilai secara langsung.

Pengembangan lanjutan dapat membantu tim mengevaluasi fungsi setiap fitur. Mereka juga perlu mengukur kemudahan penggunaan dan kesesuaian inovasi dengan kebutuhan peserta didik. Langkah ini penting sebelum kedua platform menjangkau lebih banyak pengguna.

Selain itu, tim perlu merancang strategi pendampingan bagi wilayah dengan akses internet terbatas. Media luring dan dukungan relawan dapat menjadi bagian dari strategi tersebut. Namun, pelaksanaannya membutuhkan koordinasi serta dukungan berkelanjutan.

Kedua tim juga berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa UNEJ lainnya. Mereka mendorong mahasiswa untuk berani mencoba dan terus belajar. Proses pengembangan gagasan, menurut mereka, membutuhkan keberanian serta kemauan untuk memperbaiki diri.

Melalui CAKRAWALA dan FUTUREPATH+, mahasiswa UNEJ menawarkan dua pendekatan untuk menjawab tantangan pendidikan digital. Penelitian dan uji coba berikutnya akan menentukan manfaat nyata kedua inovasi tersebut. Dengan pengembangan yang terarah, gagasan ini berpeluang mendukung pembelajaran dan persiapan generasi muda menghadapi masa depan.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article