EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menghadirkan ANTARAGA, sebuah smartband berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu memantau kesehatan lansia. Inovasi ini menggabungkan sensor optik, pengolahan data, dan aplikasi mobile untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi risiko stroke iskemik.
Gagasan tersebut berangkat dari pentingnya mengenali perubahan kondisi kesehatan dengan cepat. Sebab, keterlambatan mengenali gejala stroke dapat menghambat penanganan medis. Kondisi ini menjadi tantangan ketika keluarga belum memahami tanda-tanda awal yang perlu mereka waspadai.
Melalui ANTARAGA, tim pengembang ingin membantu keluarga meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan lansia. Sistem ini menghubungkan gelang pintar dengan aplikasi mobile agar keluarga dapat menerima notifikasi ketika sistem mendeteksi peningkatan risiko berdasarkan parameter yang dianalisis.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip time is brain. Prinsip ini menekankan bahwa kecepatan penanganan stroke berperan penting dalam mengurangi risiko kecacatan dan kematian. Meski demikian, pengguna tetap perlu mencari pertolongan medis ketika muncul gejala yang mengarah pada stroke.
ANTARAGA Manfaatkan Sensor Optik dan Teknologi AI
ANTARAGA mengandalkan sensor Photoplethysmography (PPG) dengan tiga panjang gelombang cahaya. Sensor ini membaca perubahan sinyal optik yang berkaitan dengan aliran darah di bawah permukaan kulit.
Selanjutnya, sistem mengirimkan data sensor ke server berbasis cloud. Di sana, algoritme kecerdasan buatan mengolah data untuk memperkirakan sejumlah parameter kesehatan.
Tim pengembang menggunakan dua metode, yaitu Support Vector Regression (SVR) dan XGBoost. Kedua metode tersebut membantu sistem mengestimasi tekanan darah, glukosa, kolesterol, dan asam urat.
Setelah mengolah data, sistem mengelompokkan potensi risiko stroke iskemik ke dalam tiga kategori: rendah, sedang, dan tinggi. Hasil analisis tersebut kemudian menjadi dasar bagi sistem untuk memberikan informasi kepada pengguna.
Namun, estimasi parameter kesehatan tidak otomatis menggantikan pengukuran medis. Tim masih perlu menguji akurasi dan konsistensi hasil sistem agar dapat menilai keandalannya dalam berbagai kondisi.
Aplikasi ANTARAGA Kirim Notifikasi kepada Keluarga
ANTARAGA menghubungkan gelang pintar dengan aplikasi mobile yang dapat diakses anggota keluarga. Melalui integrasi ini, keluarga dapat menerima notifikasi ketika sistem mendeteksi peningkatan risiko berdasarkan parameter yang dianalisis.
Dengan demikian, keluarga memiliki sarana tambahan untuk memantau kondisi lansia. Notifikasi tersebut juga dapat mendorong mereka segera mencari bantuan medis apabila kondisi pengguna memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain menghubungkan perangkat dan aplikasi, ANTARAGA menyatukan proses pemantauan serta penyampaian informasi dalam satu sistem. Pendekatan ini membantu keluarga memperoleh informasi tanpa harus terus-menerus memeriksa perangkat secara langsung.
Meski menawarkan fungsi pemantauan, ANTARAGA bukan alat diagnosis stroke. Perangkat ini juga tidak menggantikan pemeriksaan dokter atau penanganan medis profesional.
Karena itu, pengguna perlu memahami fungsi dan batas kemampuan sistem. Jika lansia menunjukkan tanda-tanda stroke, keluarga harus segera mencari pertolongan medis tanpa menunggu notifikasi dari perangkat.
Lima Mahasiswa PENS Kembangkan ANTARAGA
Tim pengembang ANTARAGA terdiri atas Kadek Savita Dyutianaya, Kalyana Daeva Ali, Adam Kandias, Jonzeven La Royba, dan Ni Komang Diah Pratiwi. Mereka mengembangkan inovasi tersebut dengan pendampingan Agrippina Waya Rahmaning Gusti, S.T., M.T., selaku dosen pendamping.
Berdasarkan sumber Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), ANTARAGA telah menjalani evaluasi dan validasi awal dengan melibatkan belasan relawan. Tim juga telah memperoleh Hak Cipta Program Komputer untuk inovasi tersebut.
Capaian ini menandai salah satu tahap pengembangan ANTARAGA. Namun, evaluasi awal belum cukup untuk memastikan kesiapan perangkat dalam penggunaan klinis secara luas.
Oleh sebab itu, tim perlu melanjutkan pengujian dengan jumlah partisipan yang lebih besar. Tim juga memerlukan validasi klinis bersama tenaga kesehatan untuk menilai ketepatan estimasi parameter dan konsistensi pengelompokan risiko.
Pengujian lanjutan juga dapat membantu tim memahami batas kemampuan perangkat. Dengan begitu, pengembang dapat meningkatkan keandalan sistem sekaligus mengurangi risiko kesalahan interpretasi hasil.
Pengembangan Lanjutan Penting untuk Memastikan Keandalan
Teknologi pemantauan kesehatan memerlukan pengujian yang memadai sebelum pengguna mengandalkannya dalam situasi nyata. Dalam pengembangan ANTARAGA, tim perlu memastikan bahwa sensor menghasilkan data yang konsisten dan algoritme memberikan estimasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, tim perlu mengevaluasi kemampuan sistem saat menghadapi perbedaan kondisi pengguna dan lingkungan pemakaian. Hasil pengujian tersebut dapat menjadi dasar untuk memperbaiki algoritme, meningkatkan kualitas sensor, dan menyempurnakan sistem notifikasi.
Validasi klinis juga penting untuk menilai apakah hasil analisis ANTARAGA relevan dengan kondisi kesehatan pengguna. Dengan demikian, tim dapat menjelaskan manfaat dan keterbatasan perangkat secara lebih akurat.
Langkah-langkah tersebut akan membantu menentukan sejauh mana ANTARAGA dapat mendukung pemantauan kesehatan lansia. Sampai tim menyelesaikan pengujian lanjutan, pengguna sebaiknya memandang sistem ini sebagai inovasi pendukung, bukan pengganti pemeriksaan medis.
ANTARAGA Dorong Inovasi AI di Bidang Kesehatan
Pengembangan ANTARAGA memperlihatkan upaya mahasiswa PENS dalam memadukan rekayasa elektronik, sensor optik, pengolahan data, kecerdasan buatan, dan aplikasi mobile. Mereka mengarahkan teknologi tersebut untuk menjawab kebutuhan pemantauan kesehatan lansia.
Melalui sistem yang menghubungkan perangkat dengan aplikasi keluarga, tim ingin membantu pengguna meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi kesehatan. Inovasi ini juga menunjukkan peluang pemanfaatan AI untuk mendukung pengembangan solusi kesehatan di Indonesia.
Ke depan, tim perlu memperkuat pengujian, validasi klinis, dan evaluasi keamanan sebelum memperluas penerapan ANTARAGA. Proses tersebut akan membantu memastikan bahwa teknologi memberikan informasi yang andal serta tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai risiko kesehatan.
Pada akhirnya, inovasi seperti ANTARAGA dapat membuka peluang pengembangan perangkat pemantauan kesehatan yang lebih terintegrasi. Dengan pengujian yang tepat, teknologi ini berpotensi mendukung kewaspadaan keluarga sekaligus melengkapi peran tenaga medis dalam menjaga kesehatan lansia.

