EDUCARE.CO.ID – Atlet karate muda asal Pontianak, Ayara Maulidya Putri, meraih dua medali dalam International Open Karate Championship Senkaido Series 8 Tahun 2026. Ia membawa pulang medali emas dan perak setelah berlaga di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 16–18 Oktober 2026.
Ayara yang tergabung dalam Superteam 34 Pontianak–KKI Kalimantan Barat meraih juara pertama pada kategori U-14 Kumite +52 kg Putri. Ia juga menempati posisi kedua dalam kategori U-14 Kata Perorangan Putri.
Dua capaian tersebut menambah catatan prestasi Ayara di tingkat internasional. Keberhasilannya juga membawa kebanggaan bagi keluarga besar Superteam 34 Pontianak, KKI Kalimantan Barat, serta Ranting KKI SDN 34 Pontianak Kota yang menjadi tempat awal pembinaannya.
Bersaing dengan Ribuan Atlet dari Lima Negara
International Open Karate Championship Senkaido Series 8 Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari di Jakarta. Kejuaraan ini mempertemukan karateka dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara.
Berdasarkan pemberitaan Pinisi.co.id dan INAnews yang tercantum dalam informasi sumber, kompetisi tersebut diikuti sekitar 3.348 atlet dari lima negara, yakni Indonesia, India, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand.
Panitia mempertandingkan beragam kategori, mulai dari kelompok usia dini hingga senior. Nomor kata dan kumite juga menjadi bagian dari rangkaian kompetisi tersebut.
Di tengah persaingan itu, Ayara berhasil meraih gelar juara pada nomor kumite dan posisi kedua pada nomor kata. Hasil tersebut memperlihatkan kemampuannya bersaing dalam dua nomor yang menuntut penguasaan teknik berbeda.
Pada nomor kumite, atlet perlu mengatur strategi, membaca pergerakan lawan, menentukan waktu serangan, dan mengambil keputusan dengan cepat. Sementara itu, kata menuntut ketepatan rangkaian gerakan, keseimbangan, konsentrasi, serta penguasaan teknik.
Tambah Koleksi Medali Internasional pada 2026
Prestasi di Senkaido Series 8 bukan pencapaian internasional pertama Ayara sepanjang 2026. Pada September lalu, ia juga meraih medali perunggu kategori kumite dalam International Open YOT International Karate Championship di Yogyakarta.
Ayara saat ini menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Pontianak. Dalam waktu berdekatan, ia mencatatkan prestasi di dua kejuaraan internasional dengan hasil yang berbeda.
Tambahan medali emas dan perak di Jakarta memperkuat rekam jejaknya sebagai atlet muda yang terus mengembangkan kemampuan. Keikutsertaannya pada nomor kata dan kumite juga memberi pengalaman bertanding di kategori dengan tuntutan teknik yang berbeda.
Rangkaian kompetisi tersebut dapat menjadi bekal bagi Ayara untuk mengevaluasi kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan berikutnya.
Pembinaan di KKI SDN 34 Pontianak Kota Jadi Fondasi
Perjalanan Ayara dalam olahraga karate tidak terlepas dari pembinaan di Ranting KKI SDN 34 Pontianak Kota. Sensei Suherli dan Senpai Veggy membimbing proses pengembangan kemampuannya.
Pembinaan atlet membutuhkan latihan yang konsisten, evaluasi teknik, dan pembentukan mental bertanding. Dukungan pelatih, keluarga, sekolah, serta organisasi juga berperan dalam membantu atlet menjaga perkembangan prestasi.
Bagi atlet yang masih menempuh pendidikan formal, pengelolaan waktu menjadi bagian penting dari proses tersebut. Kedisiplinan dalam menjalani latihan dan kegiatan sekolah membantu mereka mengembangkan kemampuan tanpa mengabaikan tanggung jawab akademik.
Capaian Ayara pun dapat menjadi motivasi bagi karateka muda lainnya untuk terus berlatih dan mengikuti kompetisi sesuai tahap perkembangan mereka.
Prestasi Ayara Jadi Motivasi bagi Atlet Muda Pontianak
Dua medali dari Senkaido Series 8 menjadi hasil dari perjalanan latihan dan pengalaman bertanding Ayara. Pencapaian ini sekaligus menambah kebanggaan bagi komunitas karate di Pontianak, khususnya Superteam 34 Pontianak dan KKI Kalimantan Barat.
Keberhasilan tersebut juga menyoroti pentingnya pembinaan sejak tingkat ranting. Lingkungan latihan yang konsisten dapat membantu atlet muda membangun keterampilan, disiplin, dan kesiapan menghadapi persaingan yang lebih luas.
Bagi Ayara, hasil di Jakarta menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk terus meningkatkan kemampuan. Medali emas dan perak yang ia raih membuka peluang untuk mengembangkan prestasi pada kompetisi berikutnya.

