EDUCARE.CO.ID – Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) menorehkan prestasi di kancah internasional. Muhammad Raihan Gilang Aryananta dan Ghaniya Fadlilatun Nisa membawa pulang medali dari ajang Asia Pacific Deaf Badminton Championships 2026 di Penang, Malaysia, pada 2–10 Oktober 2026.
Raihan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani angkatan 2023, meraih juara pertama pada nomor ganda putra. Ia juga menyumbang medali juara ketiga melalui nomor beregu.
Sementara itu, Ghaniya, mahasiswa Pendidikan Jasmani angkatan 2025, meraih juara pertama pada nomor ganda campuran. Ia turut meraih juara ketiga bersama tim beregu.
Hasil tersebut menambah catatan prestasi mahasiswa UNJ dalam kompetisi olahraga internasional. Keduanya menunjukkan kemampuan bersaing di sejumlah nomor pertandingan sekaligus membawa nama kampus ke tingkat Asia Pasifik.
Raihan dan Ghaniya Sumbang Medali dari Tiga Nomor
Kejuaraan Asia Pacific Deaf Badminton Championships 2026 mempertemukan atlet bulu tangkis tuli dari kawasan Asia Pasifik. Dalam ajang ini, Raihan dan Ghaniya menunjukkan kemampuan melalui nomor pertandingan yang berbeda.
Raihan meraih posisi tertinggi pada nomor ganda putra. Selain itu, ia ikut mengantarkan tim beregu meraih juara ketiga.
Ghaniya juga mencatatkan hasil serupa. Ia menjuarai nomor ganda campuran dan meraih juara ketiga pada nomor beregu.
Rangkaian capaian tersebut memperlihatkan kontribusi kedua mahasiswa dalam kompetisi. Prestasi mereka sekaligus menambah pengalaman bertanding di tingkat internasional.
Dekan FIKK UNJ Apresiasi Prestasi Mahasiswa
Dekan FIKK UNJ, Prof. Nofi Marlina Siregar, mengapresiasi keberhasilan Raihan dan Ghaniya. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi fakultas sekaligus menunjukkan potensi mahasiswa dalam kompetisi internasional.
“Prestasi yang diraih Muhammad Raihan Gilang Aryananta dan Ghaniya Fadlilatun Nisa merupakan pencapaian yang membanggakan bagi FIKK UNJ. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk berprestasi di tingkat internasional. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, menjaga semangat berlatih, serta meraih prestasi dengan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Apresiasi tersebut juga menegaskan pentingnya dukungan kampus terhadap pengembangan kemampuan mahasiswa. Pembinaan yang berkelanjutan dapat membuka ruang bagi mahasiswa untuk berlatih, mengikuti kompetisi, dan meningkatkan kualitas penampilan mereka.
Prestasi Olahraga Buka Ruang bagi Beragam Potensi Mahasiswa
Keberhasilan Raihan dan Ghaniya menjadi contoh pencapaian mahasiswa di luar bidang akademik. Kompetisi olahraga memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan, membangun kedisiplinan, serta menguji kemampuan dalam menghadapi lawan dari berbagai daerah dan negara.
Prestasi ini juga menunjukkan pentingnya akses dan dukungan bagi atlet dengan beragam potensi. Kesempatan untuk berkembang melalui olahraga dapat membantu mahasiswa meraih pencapaian sekaligus membangun kepercayaan diri.
FIKK UNJ berharap capaian kedua mahasiswa tersebut dapat memotivasi sivitas akademika untuk terus mengembangkan prestasi. Dukungan terhadap kegiatan akademik dan nonakademik menjadi bagian dari upaya kampus dalam mendorong mahasiswa agar tumbuh sebagai individu yang kompetitif.
Raihan dan Ghaniya pun dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berlatih, mengembangkan kemampuan, dan berkompetisi secara sportif. Prestasi mereka di Malaysia turut membawa nama Universitas Negeri Jakarta dalam ajang olahraga tingkat internasional.
Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Muhammad Raihan Gilang Aryananta dan Ghaniya Fadlilatun Nisa meraih sejumlah medali dalam Asia Pacific Deaf Badminton Championships 2026 yang berlangsung di Penang, Malaysia, pada 2–10 Oktober 2026.

