EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB), Sanny Dermawan, meraih Juara 2 dalam ajang internasional Build Week Hackathon Vol. 2 pada 18–22 September 2026. Ia mengembangkan AgentEco, konsep marketplace yang menghubungkan agen kecerdasan buatan (AI) dengan penyedia layanan digital.
Sanny merancang AgentEco untuk membuka peluang transaksi layanan digital melalui teknologi AI dan blockchain. Platform ini mengusung sejumlah fitur, mulai dari sistem escrow untuk menjaga keamanan transaksi hingga bantuan AI dalam menangani perselisihan antara pengguna.
Dalam kompetisi tersebut, Sanny berkolaborasi dengan Ikhsan Arlatin Sani untuk mengembangkan prototipe AgentEco. Keduanya memanfaatkan waktu sekitar dua minggu untuk menyusun kode dan membangun konsep platform tersebut.
AgentEco Hadirkan Konsep Marketplace Agen AI
Perkembangan teknologi AI membuka peluang baru dalam penyediaan layanan digital. Agen AI kini dapat membantu berbagai pekerjaan, tetapi pengguna tetap membutuhkan mekanisme yang mendukung transaksi secara aman dan terstruktur.
Melalui AgentEco, Sanny mengembangkan konsep marketplace yang mempertemukan agen AI dengan kebutuhan pengguna. Teknologi blockchain menjadi salah satu fondasi yang ia gunakan untuk mendukung transparansi transaksi.
AgentEco juga menawarkan sistem escrow. Fitur ini berfungsi menahan dana sementara hingga transaksi memenuhi ketentuan yang disepakati. Dengan mekanisme tersebut, platform ini berupaya mengurangi risiko bagi pihak yang terlibat dalam transaksi digital.
Selain itu, AgentEco mengintegrasikan AI untuk membantu menangani perselisihan. Fitur ini menjadi bagian dari gagasan Sanny dalam membangun ekosistem layanan digital yang lebih terstruktur.
Meski demikian, AgentEco masih berada pada tahap konsep dan pengembangan prototipe. Karena itu, fitur-fitur tersebut perlu melalui pengujian lebih lanjut sebelum dapat menunjukkan efektivitasnya dalam penggunaan nyata.
Kembangkan Prototipe dalam Dua Minggu
Pengembangan AgentEco menjadi bagian penting dari perjalanan Sanny dalam mengikuti Build Week Hackathon Vol. 2. Bersama Ikhsan Arlatin Sani, ia menyusun kode dan mengembangkan prototipe dalam waktu sekitar dua minggu.
Proses tersebut menuntut keduanya untuk mengatur waktu, menentukan fitur utama, dan menerjemahkan ide menjadi bentuk produk awal. Mereka juga perlu memastikan bahwa konsep AI dan blockchain memiliki peran yang jelas dalam rancangan platform.
Upaya tersebut mengantarkan Sanny meraih posisi kedua dalam kompetisi internasional itu. Pencapaian ini sekaligus memperlihatkan keterlibatan mahasiswa UB dalam pengembangan gagasan teknologi digital.
Ajak Mahasiswa UB Terlibat dalam Ekosistem Web3
Selain mengembangkan AgentEco, Sanny mengajak mahasiswa Universitas Brawijaya untuk mempelajari teknologi Web3 melalui komunitas Brawijaya Web3 Labs.
Ia membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk bergabung. Mahasiswa bidang teknologi informasi, desain, bisnis, maupun disiplin ilmu lain dapat berkontribusi sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing.
Ajakan ini menunjukkan bahwa pengembangan produk digital tidak hanya membutuhkan kemampuan pemrograman. Tim juga memerlukan pemahaman desain, strategi bisnis, riset pengguna, dan pengelolaan produk.
Melalui kolaborasi lintas disiplin, mahasiswa dapat mengembangkan ide sekaligus mempelajari proses membangun produk teknologi. Komunitas seperti Brawijaya Web3 Labs juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar pengetahuan dan mengeksplorasi peluang inovasi.
Prestasi Sanny dalam Build Week Hackathon Vol. 2 menjadi salah satu contoh keterlibatan mahasiswa UB dalam kompetisi teknologi internasional. Pengembangan AgentEco juga memperlihatkan upayanya mengeksplorasi pemanfaatan AI dan blockchain untuk menjawab kebutuhan layanan digital.
Sanny Dermawan meraih Juara 2 dalam Build Week Hackathon Vol. 2 melalui pengembangan konsep AgentEco bersama Ikhsan Arlatin Sani. Informasi mengenai capaian ini menyoroti peran mahasiswa dalam mengeksplorasi teknologi AI dan blockchain serta membangun kolaborasi lintas bidang.

