EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Program Sarjana Teknik Informatika Universitas Kristen Maranatha kembali menunjukkan kemampuan di bidang teknologi. Joshua Christopher Gunawan berhasil meraih Juara III Software Development Competition dalam ajang INSPIRE (Informatics, Systems, Programming, Innovation & Research Expo) 1.0 yang digelar Universitas Bunda Mulia (UBM) pada 26 Agustus 2026.
Joshua meraih penghargaan tersebut melalui StickHive, sebuah WebApp Smart Notes System berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Aplikasi tersebut hadir untuk membantu mahasiswa mengelola informasi perkuliahan yang semakin cepat dan beragam. StickHive mengubah berbagai bentuk catatan menjadi informasi yang lebih terstruktur sehingga pengguna dapat kembali menemukan poin penting dengan lebih mudah.
Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Kristen Maranatha, pengembangan StickHive berangkat dari kebutuhan mahasiswa untuk mengelola informasi secara lebih praktis tanpa mengurangi fokus selama proses belajar.

StickHive Ubah Catatan Acak Jadi Informasi Terstruktur
Salah satu fitur utama StickHive adalah Effort-Adaptive Input. Fitur tersebut memungkinkan pengguna memasukkan informasi dalam berbagai bentuk.
Pengguna dapat memberikan rekaman suara, catatan singkat, maupun tulisan yang masih acak. Selanjutnya, sistem memanfaatkan AI untuk mengolah informasi tersebut menjadi dokumen yang lebih rapi.
Teknologi tersebut juga membantu mengelompokkan ide dan informasi berdasarkan konteks. Dengan begitu, pengguna tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk merapikan catatan secara manual.
Pendekatan ini menjadi salah satu kekuatan StickHive dalam menjawab kebiasaan belajar mahasiswa yang sering menghadapi banyak informasi dalam waktu bersamaan.
AI Jadi Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia
Joshua membawa gagasan tertentu dalam pengembangan StickHive. Menurutnya, AI seharusnya membantu manusia bekerja lebih efektif, bukan mengambil alih seluruh peran manusia.
Pandangan tersebut menjadi salah satu dasar dalam merancang StickHive. Aplikasi tidak sekadar mengejar penggunaan teknologi AI, tetapi juga berusaha menjawab kebutuhan pengguna.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi berfungsi sebagai alat pendukung. Pengguna tetap memegang kendali dalam memahami informasi, menentukan prioritas, dan mengambil keputusan.
StickHive Bersaing di INSPIRE 1.0
Joshua mengikuti INSPIRE 1.0, ajang yang menggabungkan kompetisi teknologi, pameran inovasi mahasiswa, serta seminar dalam satu rangkaian kegiatan.
Tahun ini, INSPIRE mengusung tema “Innovating Beyond Code: Technology for Meaningful Impact.” Tema tersebut mendorong mahasiswa untuk melihat teknologi tidak hanya dari sisi kemampuan teknis, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Karena itu, peserta perlu menggabungkan berbagai kemampuan. Mulai dari pengembangan perangkat lunak, pemikiran sistem, analisis data, kreativitas, hingga pemecahan masalah.
Selain kemampuan teknis, peserta juga perlu memahami kebutuhan pengguna. Dengan cara tersebut, mereka dapat merancang solusi yang lebih relevan dengan persoalan nyata.
38 Tim dari 8 Provinsi Ikut Berkompetisi
INSPIRE 1.0 mempertemukan 38 tim dari delapan provinsi di Indonesia.
Sebanyak 19 tim mengikuti kategori Software Development Competition. Kemudian, sembilan tim bersaing dalam Business Plan Competition, sedangkan 10 tim lainnya mengikuti Dynamic Data Visualization Competition.
Persaingan tersebut membuat capaian Joshua bersama StickHive menjadi catatan tersendiri bagi Teknik Informatika UK Maranatha.
Ia tidak hanya membawa ide aplikasi, tetapi juga harus menunjukkan bagaimana teknologi yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan pengguna.
Prestasi StickHive Perkuat Inovasi Mahasiswa Maranatha
Keberhasilan Joshua meraih Juara III menjadi kebanggaan bagi Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas (FTRC) UK Maranatha.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa Teknik Informatika dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi yang dekat dengan kebutuhan pendidikan.
StickHive memperlihatkan salah satu cara mahasiswa memanfaatkan AI untuk menjawab persoalan sederhana tetapi penting dalam aktivitas belajar: bagaimana mengelola informasi secara cepat tanpa kehilangan inti materi.
Melalui inovasi tersebut, Joshua juga menunjukkan bahwa pengembangan teknologi tidak harus berhenti pada kemampuan membuat aplikasi. Teknologi dapat berkembang menjadi solusi ketika mahasiswa mampu memahami persoalan, mengenali kebutuhan pengguna, kemudian menerjemahkannya ke dalam sebuah sistem.
Capaian di INSPIRE 1.0 pun menjadi pengalaman penting bagi Joshua untuk terus mengembangkan StickHive dan mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan.

