SMAN 2 Sidoarjo Terapkan GASPOL, Fokus Belajar Langsung Naik

Must read

EDUCARE.CO.ID – SMAN 2 Sidoarjo memperkuat fokus belajar murid dengan menerapkan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Kebijakan ini menjadi bagian dari implementasi Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan.

Berdasarkan sumber rilis Kemendikdasmen Nomor 642/sipers/A6/VII/2026, pemerintah menerbitkan surat edaran tersebut untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang murid secara optimal. Selain itu, sekolah menerapkan kebijakan ini untuk membangun budaya belajar yang lebih kondusif dan mengurangi distraksi selama pembelajaran.

Sekolah Libatkan Orang Tua Sejak Awal

SMAN 2 Sidoarjo menerapkan aturan “bebas terbatas” bagi penggunaan gawai. Murid boleh membawa perangkat ke sekolah, tetapi mereka wajib menyimpan gawai sesuai prosedur sekolah.

Saat daftar ulang, sekolah meminta murid menandatangani surat pernyataan bermaterai, lalu orang tua mengetahui dan menyetujui surat tersebut. Melalui langkah tersebut, sekolah membangun kesepahaman bersama mengenai penggunaan gawai selama berada di lingkungan pendidikan.

Kepala Sekolah: Murid Harus Lebih Fokus Belajar

Kepala SMAN 2 Sidoarjo, Ristiwi Peni, menjelaskan bahwa sebelum terbitnya aturan nasional, sekolah hanya mengandalkan tata tertib internal sehingga penerapannya belum berjalan secara menyeluruh.

“Melalui SE Mendikdasmen ini kami berharap murid dapat lebih fokus mengikuti pembelajaran di kelas,” ujar Peni.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, sekolah menyediakan 36 kotak penyimpanan gawai di setiap kelas. Murid menyimpan perangkat sejak pagi hingga jam pulang sekolah, kecuali guru meminta penggunaan gawai untuk kegiatan belajar tertentu.

GASPOL Jadi Budaya Baru di Sekolah

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Anik Wijayawati, mengingat masa sebelum sekolah menyediakan kotak penyimpanan gawai.

“Dulu murid hanya menyimpan gawai di tas. Namun, guru sering mendapati murid membuka WhatsApp atau YouTube di bawah meja saat pelajaran berlangsung,” kata Anik.

Kini sekolah menjalankan slogan GASPOL (Gadget Sesuai Prosedur dan Aturan Sekolah) sebagai budaya baru dalam penggunaan gawai. Menurut Anik, dukungan kebijakan nasional membuat sekolah lebih percaya diri menjalankan aturan tersebut secara konsisten.

Murid Akui Kelas Lebih Kondusif

Ketua OSIS SMAN 2 Sidoarjo, Muhammad Luqman Raykhandy, menilai kebijakan penyimpanan gawai sangat membantu murid kelas XII yang sedang mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

“Saya merasakan kebijakan ini efektif karena kami kelas XII memang membutuhkan fokus tinggi untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Diajeng Veronica menilai suasana kelas kini lebih tenang sehingga murid lebih memperhatikan penjelasan guru.

“Sekarang kelas terasa lebih kondusif karena fokus belajar meningkat dan teman-teman tidak mudah terdistraksi gawai,” katanya.

Sekolah Tetap Mendorong Penggunaan Teknologi Secara Bijak

Meski membatasi penggunaan gawai, sekolah tetap mendorong murid memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Saat guru memberikan instruksi, murid dapat menggunakan Google, YouTube, hingga aplikasi kecerdasan buatan seperti ChatGPT untuk memperkaya sumber belajar.

Namun, guru tetap mengingatkan murid untuk memverifikasi informasi dari internet sebelum menggunakan informasi tersebut sebagai bahan belajar.

Orang Tua Ikut Mengawasi Melalui Program OPA

Sekolah juga melibatkan orang tua melalui program OPA (Orang Tua Peduli Anak). Melalui program tersebut, sekolah rutin mengadakan kegiatan edukasi bagi keluarga agar pengawasan penggunaan gawai berlangsung secara berkelanjutan.

Selain itu, sekolah menyediakan layanan call center dan grup WhatsApp wali kelas sebagai jalur komunikasi darurat antara orang tua dan sekolah.

Melalui kolaborasi antara sekolah dan keluarga, SMAN 2 Sidoarjo ingin membangun budaya digital yang sehat. Sekolah menegaskan bahwa pembatasan gawai bukan berarti menolak teknologi, melainkan mengarahkan murid agar mampu menggunakan teknologi secara aman, produktif, dan bertanggung jawab.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img