EDUCARE.CO.ID – Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui festival atau pertunjukan seni. Masyarakat perlu menghadirkan budaya dalam kehidupan sehari-hari agar nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Berdasarkan sumber InfoPublik, Anggota Komite III DPD RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat, Agita Nurfianti, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pelestarian budaya sebagai gerakan bersama. Ia menilai keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang digital memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya Indonesia.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Pagelaran dan Diskusi Budaya “Ciparay Medar Budaya II” di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Budaya Menjadi Identitas Bangsa
Agita menegaskan bahwa budaya merupakan identitas bangsa yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu, masyarakat perlu memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal agar tidak kehilangan jati diri di tengah arus globalisasi.
“Ketika kita berbicara tentang budaya, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang jati diri. Tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan nilai-nilai apa yang ingin kita wariskan kepada generasi penerus,” ujar Agita.
Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Keragaman suku, bahasa daerah, adat istiadat, kesenian, dan tradisi menjadi modal sosial yang memperkuat persatuan bangsa.
Warisan Budaya Jawa Barat Perlu Terus Diregenerasikan
Menurut Agita, masyarakat Jawa Barat memiliki banyak warisan budaya yang layak dijaga dan dikembangkan. Beberapa di antaranya ialah angklung, calung, wayang golek, jaipongan, pencak silat, karinding, kaulinan barudak, serta nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh.
Ia menilai proses regenerasi harus melibatkan masyarakat secara aktif. Dengan cara itu, generasi muda dapat mengenal sekaligus mencintai budaya daerah sejak dini.
Media Digital Bisa Jadi Sarana Pelestarian Budaya
Selain itu, Agita mengingatkan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh membuat generasi muda lebih akrab dengan budaya asing daripada budaya daerahnya sendiri.
Sebaliknya, masyarakat dapat memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan seni, bahasa daerah, kuliner, permainan tradisional, dan berbagai kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat dunia.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu membawa budayanya berjalan berdampingan dengan perkembangan zaman,” tegasnya.
Budaya Mampu Menggerakkan Ekonomi Daerah
Agita juga melihat budaya sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, kolaborasi antara budaya, pendidikan, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, DPD RI akan terus mendorong kebijakan yang mendukung pelestarian budaya. Dukungan tersebut mencakup perlindungan warisan budaya, pemberdayaan seniman, penguatan komunitas budaya, hingga peningkatan kesejahteraan para pelaku budaya.
“Menjaga budaya bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, tetapi membangun masa depan bangsa. Budaya adalah fondasi karakter bangsa sekaligus modal sosial untuk menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Pemerintah Daerah Dukung Pelestarian Budaya
Sekretaris Camat Ciparay, Suryana, menyatakan bahwa Pemerintah Kecamatan Ciparay mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya di daerahnya.
Menurutnya, kegiatan budaya dapat memperkuat persaudaraan masyarakat sekaligus melahirkan generasi yang mampu mengembangkan budaya daerah hingga tingkat nasional.
Upaya tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada penguatan kehidupan sosial dan budaya serta pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, kreatif, dan bangga terhadap budaya Indonesia.




