Komdigi dan Universitas Brawijaya Kembangkan AI untuk Dukung Pembelajaran di 178 Sekolah Rakyat

Must read

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggandeng Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya untuk mengembangkan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Sistem ini akan mendukung proses belajar mengajar di 178 Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027.

Berdasarkan Siaran Pers Komdigi, BPSDM Komdigi mengembangkan program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) untuk melahirkan solusi AI yang siap digunakan berbagai sektor publik.

AI Membantu Guru Menyusun Pembelajaran

Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menjelaskan bahwa tim pengembang menciptakan sistem AI untuk membantu guru dan kepala sekolah menyusun kurikulum.

Selain itu, sistem tersebut juga membantu menyiapkan materi pembelajaran dan menyusun evaluasi belajar.

Menurut Bonifasius, Program Artificial Intelligence Talent Factory tidak hanya mencetak talenta AI nasional. Program ini juga melahirkan berbagai solusi digital yang langsung menjawab kebutuhan pemerintah dan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Universitas Brawijaya berhasil mengubah hasil pelatihan menjadi inovasi yang siap diterapkan.

Solusi Digital untuk Pendidikan dan Bantuan Sosial

Peserta Program AITF tidak hanya mengembangkan sistem pembelajaran bagi Sekolah Rakyat.

Selain itu, peserta AITF mengembangkan sistem pendukung penyaluran bantuan sosial bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kedua inovasi tersebut menunjukkan kemampuan talenta AI Indonesia dalam menghadirkan solusi untuk berbagai layanan publik.

Guru Lebih Fokus Mendampingi Siswa

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, menyatakan teknologi AI akan mempermudah pekerjaan guru.

Sistem tersebut membantu guru menyusun kurikulum, menyiapkan materi ajar, serta membuat soal asesmen awal dan akhir.

AI juga membantu pengelolaan administrasi pembelajaran.

Karena itu, guru memiliki lebih banyak waktu untuk mendampingi peserta didik selama proses belajar.

Robben mengatakan Kementerian Sosial akan menerapkan aplikasi tersebut di 178 Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

Lebih dari 5.000 Guru Akan Mendapat Pendampingan

Kementerian Sosial juga menyiapkan pendampingan bagi guru dan tenaga kependidikan.

Program tersebut bertujuan agar seluruh pengguna mampu memanfaatkan sistem AI secara optimal.

Talenta digital lulusan Artificial Intelligence Talent Factory akan terlibat dalam proses sosialisasi kepada lebih dari 5.000 guru Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Selanjutnya, Komdigi akan mengintegrasikan sistem AI tersebut dengan Learning Management System (LMS) Sekolah Rakyat.

Melalui integrasi tersebut, sekolah dapat meningkatkan Digital Quotient atau kecerdasan digital selama proses pembelajaran berlangsung.

Pemerintah menargetkan implementasi penuh sistem tersebut selesai sebelum akhir tahun 2026.

Perkuat Ekosistem Talenta AI Nasional

Melalui Program Artificial Intelligence Talent Factory, Komdigi terus memperkuat ekosistem talenta AI Indonesia.

Program ini menghubungkan proses pembelajaran, inovasi, dan kebutuhan sektor publik.

Karena itu, hasil pelatihan tidak berhenti sebagai proyek akademik.

Sebaliknya, para peserta menghasilkan solusi digital yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat.

Penerapan AI di Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempercepat transformasi digital layanan pemerintah.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img