Dokter RSPAD Gatot Soebroto Raih Gelar Doktor FK UNAIR, Ciptakan Inovasi Terapi Lupus Pertama di Dunia

Must read

EDUCARE.CO.ID – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) kembali melahirkan inovasi di bidang kesehatan. Brigjen TNI Dr. dr. Jonny, Sp.PD-KGH, M.Kes., M.M., resmi meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam Ujian Doktor Terbuka yang berlangsung di Aula FK UNAIR, Surabaya.

Berdasarkan rilis resmi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Kepala Komite Medik (Kakommed) RSPAD Gatot Soebroto tersebut menyelesaikan program doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Pencapaian itu sekaligus menambah gelar doktor ketiga yang berhasil ia raih sepanjang karier akademik dan profesionalnya.

Tempuh Proses Akademik yang Ketat

Dr. Jonny menyebut perjalanan menuju gelar doktor bukan proses yang singkat. Ia menjalani lebih dari 20 tahapan akademik sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan di FK UNAIR.

Menurutnya, setiap tahapan menguji kemampuan akademik, konsistensi penelitian, sekaligus ketahanan mental selama menjalani studi.

“Program doktor di UNAIR memiliki proses yang sangat panjang. Saya bersyukur dapat menyelesaikannya dengan predikat tertinggi,” ujar Dr. Jonny.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, promotor, rekan sejawat, serta institusi yang terus memberikan dukungan selama proses pendidikan berlangsung.

Fokus Mengembangkan Terapi Lupus Berbasis Imun

Dalam disertasinya, Dr. Jonny mengembangkan penelitian mengenai imunoterapi berbasis sel dendritik autologus tolerogenik untuk penanganan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) menggunakan model hewan primata Macaca fascicularis.

Selama ini, terapi lupus masih mengandalkan obat imunosupresan jangka panjang untuk mengendalikan aktivitas penyakit. Melalui penelitian tersebut, Dr. Jonny menawarkan pendekatan baru yang mengatur respons imun secara lebih spesifik sehingga berpotensi menghadirkan terapi yang lebih efektif sekaligus lebih aman bagi pasien.

Lahirkan Dua Inovasi Pertama di Dunia

Riset yang dilakukan bersama tim promotor FK UNAIR menghasilkan dua kebaruan ilmiah yang menjadi sorotan.

Inovasi pertama berhasil menciptakan model hewan primata lupus hanya melalui satu kali penyuntikan pristane intraperitoneal. Temuan tersebut berpotensi menjadi acuan internasional dalam pengembangan model penelitian lupus.

Inovasi kedua berhasil menghasilkan sel dendritik autologus yang bersifat tolerogenik. Penelitian ini membuka peluang lahirnya standar baru dalam pengembangan terapi penyakit autoimun berbasis sel imun.

Kedua hasil penelitian tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan riset medis bertaraf internasional.

Disiplin Menjadi Kunci Menyelesaikan Studi

Selain menjalankan aktivitas akademik, Dr. Jonny tetap mengemban tugas sebagai dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi sekaligus Kepala Komite Medik RSPAD Gatot Soebroto.

Ia mengaku disiplin, pengelolaan waktu, dan komitmen menjadi kunci utama untuk menyelesaikan seluruh tanggung jawab tersebut secara bersamaan.

Menurutnya, dukungan keluarga, tim penelitian, dan pembimbing juga memegang peranan penting selama proses penyelesaian studi doktor.

“Saya membagi target menjadi langkah-langkah kecil sehingga seluruh proses dapat berjalan lebih terukur,” jelasnya.

Dorong Dokter Indonesia Terus Berinovasi

Dr. Jonny mengajak para tenaga medis di Indonesia untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan dan penelitian.

Ia menilai perkembangan ilmu kedokteran berlangsung sangat cepat sehingga dokter perlu terus memperbarui pengetahuan agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar para dokter tidak menunggu kondisi yang benar-benar ideal sebelum memulai pendidikan doktoral.

“Mulailah dengan tujuan yang jelas, pilih bidang yang benar-benar diminati, dan bangun kolaborasi yang baik. Pendidikan doktor merupakan investasi jangka panjang untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Perkuat Reputasi FK UNAIR di Tingkat Internasional

Berdasarkan rilis resmi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, keberhasilan Brigjen TNI Dr. dr. Jonny tidak hanya menjadi kebanggaan bagi RSPAD Gatot Soebroto dan TNI Angkatan Darat, tetapi juga memperkuat posisi FK UNAIR sebagai pusat unggulan riset kesehatan yang mampu melahirkan inovasi medis berkelas dunia.

Penelitian tersebut diharapkan membuka peluang baru dalam pengembangan terapi lupus sekaligus mendorong lahirnya inovasi kesehatan lain yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img