Inovasi Eco-Brick dari Limbah Kulit Buah MBG Antar MAN 1 Medan Raih Medali Emas di Jepang

Must read

EDUCARE.CO.ID – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia. Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) MAN 1 Medan sukses meraih Gold Medal pada Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) INNOPA WIIPA 2026 di Osaka, Jepang.

Kompetisi berlangsung pada 1–7 Juli 2026 di Kansai Airport Conference Hall. Ajang tersebut mempertemukan inovator, peneliti, akademisi, mahasiswa, hingga pelajar dari berbagai negara.

Peserta berasal dari Jepang, Indonesia, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Singapura, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Polandia, Kroasia, Kanada, dan negara lainnya.

Inovasi GREEN Jadi Andalan MAN 1 Medan

Tim MAN 1 Medan membawa penelitian berjudul GREEN (Green Resource for Eco-Friendly Engineering and Natural Construction).

Pelatih tim, Muhammad Doni Anggara, menjelaskan bahwa inovasi tersebut mengubah limbah kulit buah dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi eco-brick dan genteng ramah lingkungan.

Tim memanfaatkan kulit pisang, jeruk, pepaya, melon, dan semangka sebagai bahan utama.

Berangkat dari Permasalahan Sampah Organik

Para siswa mengembangkan inovasi tersebut setelah melihat banyak limbah kulit buah dari Program MBG.

Mereka menilai limbah organik itu berpotensi menumpuk jika masyarakat tidak mengelolanya.

Selain itu, sampah organik juga dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca ketika berakhir di tempat pembuangan akhir.

Karena itu, tim mencari solusi yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Kulit Buah Disulap Menjadi Material Bangunan

Pembina tim, Ahmad Zaki Mubarak, menjelaskan proses pembuatan produk tersebut.

Tim mengumpulkan limbah kulit buah terlebih dahulu.

Selanjutnya, mereka mengeringkan dan menggilingnya hingga menjadi bubuk.

Mereka kemudian mencampurkan bubuk tersebut dengan tanah liat, semen, dan perekat alami.

Setelah itu, adonan dicetak menjadi bata dan genteng ramah lingkungan.

Hasil pengujian menunjukkan produk tersebut memiliki bobot ringan.

Produk itu juga memiliki daya tahan yang baik.

Selain itu, eco-brick tersebut tahan terhadap air dan menawarkan nilai keberlanjutan yang tinggi.

Keunggulan tersebut berhasil menarik perhatian dewan juri internasional.

Belajar Sekaligus Membangun Jejaring Global

Selain mengikuti presentasi ilmiah, tim juga mengikuti pameran inovasi.

Mereka berdiskusi dengan delegasi dari berbagai negara.

Melalui kegiatan itu, para siswa memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring internasional.

Delegasi MAN 1 Medan terdiri atas Rafa Ruzain Ahmad, Tiara Qalbi Aswani, Azka Azzahra Putri Dalimunthe, Sandria Shelba Yafizham Harahap, Ariq Zaidan Dhiaufa Siregar, Zahraa Putri Syahbana, dan Fauzul Huda.

Muhammad Doni Anggara, Ulfa Mashitah, serta Ahmad Zaki Mubarak mendampingi mereka sebagai pelatih dan pembina.

Kepala Madrasah Apresiasi Prestasi Siswa

Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

Menurutnya, prestasi itu lahir dari kerja keras siswa, guru pembimbing, dan seluruh keluarga besar madrasah.

Ia menilai keberhasilan tersebut membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat internasional.

Reza berharap capaian ini memotivasi peserta didik lain untuk terus meneliti dan berinovasi.

Ia juga mengajak generasi muda Indonesia untuk terus berkarya demi kemajuan bangsa.

Keberhasilan tersebut semakin memperkuat posisi MAN 1 Medan sebagai madrasah yang konsisten melahirkan generasi inovatif, kreatif, dan berdaya saing global.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img