EDUCARE.CO.ID – Komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan bermutu bagi seluruh anak Indonesia mendapat dukungan dari berbagai pemimpin organisasi keagamaan. Mereka menilai kebijakan yang memberikan perhatian setara kepada sekolah negeri dan sekolah swasta menjadi langkah penting untuk membangun sistem pendidikan yang lebih adil sekaligus memperkuat karakter peserta didik.
Dukungan tersebut mengemuka dalam diskusi pendidikan pada rangkaian Hari Doa Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Kristen Indonesia (FMKI) di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.
“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Mari bersama-sama memperkuat kolaborasi demi meningkatkan mutu pendidikan nasional,” ujar Fajar.

Pendidikan Harus Memuliakan Setiap Anak
Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia, Romo Aloysius Budi, menegaskan bahwa setiap kebijakan pendidikan harus menempatkan peserta didik sebagai pusat perhatian.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas guru dan sarana prasarana. Pendidikan juga harus membangun karakter yang mengajarkan kasih, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan.
Sementara itu, Ketua Umum Persekutuan Baptis Indonesia, Pdt. Rendy Chuang, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta. Ia menilai sekolah swasta selama ini berperan besar dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional.
Rendy juga menegaskan bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru. Selain menguasai ilmu pengetahuan, guru harus mampu menjadi teladan melalui karakter dan integritas yang baik.
Kemendikdasmen Perkuat Pemerataan Pendidikan
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Fajar menegaskan bahwa seluruh kebijakan Kemendikdasmen berangkat dari semangat menghadirkan pendidikan bermutu tanpa membedakan agama, suku, latar belakang, maupun status sekolah.
Ia menekankan bahwa setiap anak Indonesia berhak memperoleh kesempatan belajar yang sama.
“Komitmen kami adalah menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua. Tidak boleh ada kelompok masyarakat yang tertinggal. Semua harus menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.
Fajar menjelaskan, pemerintah terus menjalankan berbagai program strategis. Program tersebut meliputi Revitalisasi Satuan Pendidikan, penguatan sekolah swasta, pemerataan distribusi guru, hingga penyempurnaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Selain itu, Kemendikdasmen kini menerapkan pendekatan yang memberikan perhatian seimbang kepada sekolah negeri maupun sekolah swasta.
“Kami mengubah paradigma pembangunan pendidikan. Pemerintah hadir untuk mendukung sekolah negeri sekaligus sekolah swasta. Karena itu, revitalisasi juga menyasar sekolah-sekolah swasta,” jelas Fajar.
Revitalisasi Sekolah Terus Diperluas
Kemendikdasmen mencatat lebih dari 16 ribu satuan pendidikan menerima program revitalisasi sepanjang 2025. Sekitar 23 persen penerima bantuan tersebut merupakan sekolah swasta.
Selanjutnya, hingga 2026 pemerintah juga menyalurkan bantuan revitalisasi kepada sekitar 540 sekolah Kristen, mulai dari jenjang PAUD hingga SMK. Langkah ini memperkuat komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan pendidikan yang inklusif dan merata.
Melalui dialog bersama para pemimpin organisasi keagamaan, Kemendikdasmen kembali menegaskan bahwa kolaborasi lintas agama dan lintas pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk memperluas akses pendidikan bermutu. Dengan sinergi tersebut, setiap anak Indonesia diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.




