EDUCARE.CO.ID – Di tengah gempuran teknologi yang kian masif, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan masa kini. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) secara resmi meluncurkan Program Studi Sarjana (S1) Artificial Intelligence (AI) pada Kamis (9/4), bertempat di Ascott Menteng, Jakarta.
Bukan sekadar jurusan teknologi biasa, UMN memperkenalkan konsep Sustainable AI. Artinya, para mahasiswa tidak hanya diajarkan cara menciptakan teknologi canggih, tetapi juga dididik untuk memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan, sosial, dan etika.
Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko, M.Sc., menekankan bahwa AI adalah bekal penting yang harus dikuasai lulusan masa depan. “AI membawa dampak sekaligus disrupsi. Kami ingin lulusan UMN tidak hanya ahli secara teknis, tapi juga mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Bagi lulusan SLTA dan sederajat yang sedang memikirkan jenjang karier terbaik untuk anak, jurusan ini menawarkan prospek yang sangat menjanjikan. Dengan kurikulum yang terus diperbarui sesuai kebutuhan industri, lulusan diharapkan menjadi ahli yang mampu meningkatkan produktivitas di berbagai sektor, mulai dari bisnis, kesehatan, hingga energi.
Satu hal yang menarik bagi pembaca Wanita Indonesia adalah adanya peluang global exposure. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa UMN telah menjalin kolaborasi International Acceleration dengan Chang Gung University (CGU), Taiwan.
Melalui program khusus ini, mahasiswa bisa menempuh studi 3 tahun di UMN dan 1 tahun di Taiwan tanpa biaya kuliah tambahan (tuition fee). Hebatnya lagi, hanya dengan menambah 1 tahun lagi di Taiwan, mahasiswa bisa langsung meraih gelar Magister.
Jadi, dalam waktu 5 tahun, anak Anda bisa pulang membawa gelar Sarjana sekaligus Magister!
Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UMN, Asst. Prof. Dr. Eng. Niki Prastomo, S.T., M.Sc., menambahkan bahwa pembelajaran akan difokuskan pada penguasaan AI berbasis ICT, analisis data, hingga technopreneurship.
“Mahasiswa akan mendapatkan fasilitas laboratorium canggih dan metode pembelajaran berbasis proyek nyata (project-based learning). Kami ingin mereka adaptif terhadap perubahan teknologi namun tetap memiliki kepedulian sosial,” jelas Niki.
Kabar baiknya, penerimaan mahasiswa baru (intake) untuk Program Studi S1 AI ini akan mulai dibuka pada Semester Ganjil 2026/2027.
Ini adalah peluang emas bagi generasi muda Indonesia untuk menjadi pelopor di bidang teknologi yang humanis.
Mari dukung buah hati menjadi talenta digital yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga bijak dalam memanfaatkan teknologi demi masa depan bumi yang lebih baik. (gdi)



