Ditjen Risbang Gelar Inclusive Publication Camp 2026, Perkuat Publikasi Ilmiah Dosen ke Tingkat Global

Must read

EDUCARE.CO.ID-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) menggelar Workshop Inclusive Publication Camp (In-Camp) Batch-1 Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Makassar pada 19–22 Mei 2026.

Program ini mengajak dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia Tengah dan Timur untuk memperkuat kapasitas publikasi ilmiah internasional. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun budaya riset yang lebih berdampak bagi masyarakat.

Mengacu pada rilis resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, workshop berlangsung secara hybrid dan berlanjut melalui pendampingan jangka panjang.

Peserta mempelajari strategi publikasi di jurnal internasional bereputasi. Mereka juga mendapat pelatihan menyusun artikel ilmiah, mengidentifikasi celah riset, serta mengikuti sesi pembahasan artikel bersama fasilitator.

Publikasi Ilmiah Jadi Bagian dari Kemandirian Bangsa

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa penguatan publikasi ilmiah memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing nasional.

Menurut Fauzan, kemajuan sebuah negara tidak hanya bergantung pada sumber daya dan wilayah. Negara juga perlu membangun kemampuan menghasilkan pengetahuan, riset, dan inovasi yang kompetitif.

Ia menilai momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa sains dan teknologi ikut menentukan masa depan bangsa.

Dosen Dapat Pendampingan hingga Siap Publikasi Internasional

Ditjen Risbang merancang In-Camp 2026 untuk membantu dosen dan peneliti mengatasi tantangan dalam publikasi ilmiah internasional. Tantangan tersebut meliputi pencarian novelty riset dan penyusunan artikel sesuai standar internasional.

Karena itu, program tidak berhenti pada pelatihan tatap muka. Tim pendamping juga memberikan bimbingan daring selama sembilan bulan.

Fauzan menjelaskan bahwa pembinaan berjalan dalam tiga tahap, yaitu base camp, long track, dan summit push. Melalui skema tersebut, peserta menjalani proses pendampingan secara bertahap hingga mereka dapat mengirim artikel ke jurnal internasional.

Selain mengejar publikasi, Kemdiktisaintek juga mendorong riset yang dekat dengan kebutuhan masyarakat agar hasil penelitian memberi dampak nyata.

Perkuat Reputasi Perguruan Tinggi Indonesia

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Andi Lukman, menilai In-Camp menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas publikasi ilmiah perguruan tinggi di Indonesia Timur.

Menurutnya, publikasi ilmiah tidak hanya meningkatkan reputasi dosen dan institusi. Publikasi juga memperluas penyebaran gagasan, inovasi, dan solusi bagi masyarakat.

Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Abdul Rakhim Nanda, juga menyampaikan apresiasi karena Kemdiktisaintek memilih kampusnya sebagai tuan rumah penyelenggaraan In-Camp Batch-1 Tahun 2026.

Melalui Inclusive Publication Camp 2026, Kemdiktisaintek berharap semakin banyak dosen Indonesia mampu menembus jurnal internasional sekaligus memperkuat kontribusi riset nasional terhadap pembangunan.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article