Langkah Besar dari Gorontalo! Kemdiktisaintek Resmikan PPDS di UNG untuk Percepat Pemerataan Dokter Spesialis di Indonesia Timur

EduNews EduSchool

EDUCARE.CO.ID – Akselerasi pemenuhan dokter spesialis di kawasan timur Indonesia kini memasuki babak baru. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Selasa (4/3). Peresmian ini menjadi tonggak penting karena UNG tercatat sebagai salah satu fakultas kedokteran termuda yang dipercaya menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis, sebuah lompatan besar bagi penguatan layanan kesehatan di wilayah timur.

Peluncuran program tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, pimpinan DPRD, serta Rektor UNG Eduart Wolok bersama sivitas akademika dan pemangku kepentingan daerah. Dalam sambutannya, Dirjen Dikti menegaskan bahwa pembukaan PPDS ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk memastikan pemerataan akses pendidikan dokter spesialis di seluruh Indonesia, terutama di daerah yang masih kekurangan tenaga ahli. Target nasional pembukaan 148 program PPDS bahkan telah terlampaui menjadi 160 program studi, menandakan komitmen yang berjalan di jalur cepat dan progresif.

Bagi UNG, momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan capaian strategis yang sarat tanggung jawab. Rektor Eduart Wolok menyebut kepercayaan dari pemerintah sebagai kebanggaan sekaligus amanah besar untuk menjaga mutu pendidikan. Program Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif dinilai sangat relevan untuk menjawab kebutuhan dokter spesialis di Gorontalo dan kawasan Teluk Tomini, yang selama ini masih bergantung pada institusi di luar daerah seperti Universitas Hasanuddin dan Universitas Sam Ratulangi.

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi Gorontalo yang siap memperkuat kolaborasi lintas perguruan tinggi dan sektor swasta demi keberlanjutan program ini. Kehadiran PPDS di UNG diharapkan tidak hanya mempercepat pemenuhan dokter spesialis, tetapi juga memperkokoh peran kampus sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia kesehatan di kawasan timur Indonesia. Satu lagi praktik baik lahir dari Timur—membawa harapan baru bagi pemerataan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan berkeadilan.

BACA JUGA:  Dosen USK Wakili Indonesia dalam Starfield Summit 2025 di Toronto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *