educare.co.id, Jakarta – Ratusan pelajar dari berbagai latar belakang agama berkumpul dalam satu suara dan satu tekad: menolak korupsi sejak dini. Melalui pembacaan Deklarasi Pelajar Lintas Iman Antikorupsi dalam ajang Youth Integrity Fest di MAN 4 Jakarta, Kamis (18/12/2025), para pelajar menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan untuk membangun masa depan Indonesia yang bersih, jujur, dan berintegritas.
Dengan latar keyakinan Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Khonghucu, para pelajar berdiri berdampingan menegaskan komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan berkeadilan. Deklarasi ini menjadi simbol bahwa pendidikan tidak hanya soal prestasi akademik, tetapi juga proses menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan persatuan sebagai fondasi karakter generasi muda.
Kementerian Agama menegaskan pentingnya pendidikan keagamaan dalam membentuk karakter antikorupsi. Kepala Bagian Strategi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan Kemenag, Moh. Khoeron, menekankan bahwa pendidikan antikorupsi harus dimulai sejak dini dan dijalankan secara konsisten. Senada dengan itu, Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenag, H. Kastolan, mengingatkan bahwa korupsi kerap berawal dari hal kecil di sekolah, seperti menyontek atau memanipulasi nilai. Menjaga kejujuran di kelas, menurutnya, adalah langkah awal melahirkan pemimpin berintegritas.
Komitmen ini juga diperkuat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menilai deklarasi antikorupsi sebagai investasi jangka panjang bangsa. Para pelajar berikrar untuk bersikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, menjadi teladan integritas, serta menjaga persatuan demi Indonesia Emas 2045. Deklarasi tersebut menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi bukan sekadar seremonial, melainkan budaya yang tumbuh dari keteladanan, kolaborasi, dan keberanian generasi muda untuk berkata tidak pada korupsi.



