EDUCARE.CO.ID – Program revitalisasi sekolah akhirnya menjangkau Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, setelah lebih dari dua dekade menunggu. Kehadiran program ini membawa harapan baru bagi murid di wilayah terluar Indonesia untuk belajar dengan fasilitas yang lebih layak dan nyaman.
Berdasarkan Siaran Pers Kemendikdasmen Nomor 676/sipers/A6/VIII/2026, revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat layanan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Satu-satunya SMK di Pulau Miangas
SMK Negeri 2 Talaud Miangas berdiri sejak 2004 dan menjadi satu-satunya sekolah kejuruan di pulau tersebut. Selama bertahun-tahun, sekolah menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas.
Kepala SMK Negeri 2 Talaud, Patriarti G. Urendeng, menjelaskan bahwa sebelum revitalisasi banyak ruang belajar mengalami kerusakan. Atap kelas bocor, jendela rusak, dinding retak, toilet terbatas, dan instalasi listrik tidak lagi memadai.
“Puji syukur setelah 21 tahun berdiri, sekolah kami akhirnya menerima bantuan revitalisasi dengan dana lebih dari Rp997 juta,” ujar Patriarti.
Kemendikdasmen menggunakan dana tersebut untuk merehabilitasi tiga ruang kelas Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), satu laboratorium komputer, satu ruang UKS, satu toilet, dan satu ruang bimbingan konseling.
Lingkungan Belajar Kini Lebih Nyaman
Selain memperbaiki bangunan, revitalisasi juga meningkatkan kualitas lingkungan belajar. Sekolah kini memiliki ruang kelas yang lebih nyaman dan melengkapi setiap ruang dengan perabot pendukung kegiatan praktik.
Patriarti menilai perubahan itu turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
“Orang tua sekarang lebih yakin menyekolahkan anaknya di sini. Dalam dua tahun terakhir, sekolah mencatat peningkatan jumlah murid baru dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Orang Tua Semakin Percaya
Para orang tua murid merasakan langsung perubahan tersebut. Maria Awalla, salah satu wali murid, mengaku lebih tenang melihat kondisi sekolah saat ini.
“Fasilitas ruang kelas, toilet, dan sarana lainnya jauh lebih baik. Kami percaya sekolah ini bisa membantu anak-anak meraih masa depan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, murid kelas XI jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Alfia Lalala, merasa bangga karena sekolahnya kini memiliki fasilitas yang lebih memadai.
“Senang sekali sekarang ada fasilitas baru di sekolah kami. Kami jadi lebih semangat belajar,” kata Alfia.
Kemendikdasmen Tegaskan Komitmen Pendidikan 3T
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah di Pulau Miangas merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Ia menekankan bahwa pemerintah harus menghadirkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua hingga wilayah terluar.
“Semoga bantuan sarana prasarana dan peralatan digital ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun generasi Indonesia yang unggul, cerdas, dan berkarakter,” ujar Abdul Mu’ti saat meninjau Pulau Miangas.
Harapan Baru dari Pulau Terluar Indonesia
Kini, murid SMK Negeri 2 Talaud Miangas dapat belajar dalam lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Revitalisasi tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga simbol kehadiran negara di pulau terluar Indonesia.
Dengan fasilitas yang semakin baik, sekolah berharap lebih banyak anak Miangas melanjutkan pendidikan kejuruan dan memiliki peluang lebih besar untuk meraih cita-cita mereka.



