Dosen UNDIP Ciptakan D’Biscu, Biskuit Lokal untuk Cegah Stunting Sejak Kehamilan

Must read

EDUCARE.CO.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) terus menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Kali ini, Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP mengembangkan D’Biscu, biskuit khusus ibu hamil yang bertujuan membantu mencegah stunting sejak masa kehamilan.

Berdasarkan sumber Universitas Diponegoro (UNDIP), tim peneliti merancang D’Biscu sebagai pangan tambahan berbasis bahan lokal. Produk tersebut telah mengantongi sertifikat halal, memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), memperoleh izin edar BPOM, dan mulai dipasarkan kepada masyarakat.

UNDIP Kembangkan Solusi Berbasis Pangan Lokal

Tim peneliti memulai pengembangan D’Biscu karena angka stunting di Indonesia masih tergolong tinggi. Jawa Tengah juga masih menghadapi jumlah balita stunting yang cukup besar.

Karena itu, para peneliti memilih pendekatan pencegahan sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi ibu.

Mereka menyusun formulasi biskuit menggunakan jahe, kacang hijau, dan kacang merah. Selanjutnya, tim menambahkan vitamin dan mineral untuk melengkapi kebutuhan gizi ibu hamil.

Bahan Lokal Menjadi Sumber Gizi Utama

Jahe memberikan manfaat sebagai antioksidan sekaligus membantu mengurangi keluhan mual pada awal kehamilan.

Sementara itu, kacang hijau menyediakan protein, folat, zat besi, dan serat yang mendukung pembentukan sel darah merah serta pertumbuhan janin.

Selain itu, kacang merah menyumbang protein, magnesium, kalium, zat besi, dan serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan serta meningkatkan asupan energi.

Melalui kombinasi tersebut, tim menghasilkan pangan fungsional yang kaya nutrisi sekaligus memanfaatkan potensi pangan lokal Indonesia.

UNDIP Libatkan Ibu Hamil dalam Uji Lapangan

Tim peneliti tidak berhenti di laboratorium. Mereka melanjutkan penelitian melalui uji penerimaan produk dan implementasi langsung di masyarakat.

UNDIP menggandeng Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk melaksanakan edukasi gizi sekaligus memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil.

Program tersebut melibatkan 37 puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan.

Sebanyak 185 ibu hamil mengikuti kegiatan tersebut.

Selain menerima D’Biscu, peserta juga mempelajari pentingnya pemenuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah mencegah stunting.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Diana Nur Afifah, menjelaskan bahwa D’Biscu lahir dari kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri.

Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Oleh sebab itu, perguruan tinggi perlu menghadirkan inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia berharap berbagai daerah dapat mengembangkan model kolaborasi serupa agar manfaatnya semakin luas.

Miliki Sejumlah Keunggulan

D’Biscu menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan produk sejenis.

Produk ini menggunakan bahan baku lokal Indonesia dan memiliki formulasi khusus bagi ibu hamil.

Selain itu, D’Biscu mengandung mikronutrien penting serta telah memenuhi standar halal, SNI, dan BPOM.

Saat ini, tim juga menyiapkan D’Biscu sebagai salah satu produk intervensi pada kegiatan Ekspedisi Patriot 2026 di Kecamatan Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.

Dukung Program Nasional dan Target SDGs

UNDIP berharap D’Biscu dapat menjadi model nasional dalam pengembangan pangan fungsional untuk mencegah stunting.

Melalui inovasi ini, kampus juga memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Selain itu, program tersebut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada bidang ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, inovasi, pertumbuhan ekonomi, serta kemitraan pembangunan.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img