Video Interaktif dan Anotasi IFP Ubah Cara Guru Mengajar, Pembelajaran Jadi Lebih Efektif dan Menarik

Must read

EDUCARE.CO.ID – Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) membawa perubahan besar dalam proses belajar mengajar di sekolah. Perangkat digital ini membantu guru menyampaikan materi secara lebih interaktif sekaligus meningkatkan partisipasi murid selama pembelajaran.

Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pengalaman tersebut dirasakan para guru di SMP Negeri 2 Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, setelah sekolah memanfaatkan IFP melalui Program Digitalisasi Pembelajaran.

Video Interaktif Permudah Guru Menjelaskan Materi

Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Ahmad Fahrudin, mengaku cara mengajarnya berubah sejak sekolah menggunakan IFP.

Selama lebih dari 30 tahun mengajar, Ahmad harus berulang kali memperagakan gerakan olahraga agar murid memahami setiap tahapannya. Kini, ia cukup menampilkan video pembelajaran berkualitas tinggi melalui IFP.

Selanjutnya, Ahmad menghentikan tayangan pada gerakan tertentu. Ia lalu memberi anotasi langsung di layar untuk menjelaskan posisi tangan maupun kaki yang benar.

Menurutnya, cara tersebut membuat murid lebih cepat memahami materi. Selain itu, guru juga dapat menghemat waktu karena tidak perlu terus-menerus mengulang demonstrasi.

Ahmad mengatakan fitur video multimedia, screen mirroring, dan anotasi menjadi fasilitas yang paling sering ia manfaatkan selama mengajar.

Fitur Anotasi Bantu Murid Berpikir Lebih Kritis

Ahmad menilai fitur anotasi tidak hanya membantu menjelaskan materi, tetapi juga membuka ruang diskusi di dalam kelas.

Murid dapat mengamati setiap gerakan secara lebih detail. Setelah itu, mereka berdiskusi mengenai teknik yang benar bersama guru maupun teman-temannya.

Karena itu, pembelajaran tidak lagi berlangsung satu arah. Sebaliknya, murid menjadi lebih aktif bertanya serta menyampaikan pendapat.

Guru IPA Rasakan Suasana Belajar Lebih Hidup

Guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Patmiarsih Winarni, juga merasakan manfaat yang sama.

Ia memanfaatkan IFP untuk menampilkan video, presentasi, infografis, berita aktual, hingga kuis interaktif dalam satu pembelajaran.

Menurut Patmiarsih, metode tersebut membuat suasana kelas jauh lebih hidup. Bahkan, murid yang sebelumnya kurang fokus kini lebih antusias mengikuti pelajaran.

Selain itu, layar sentuh pada IFP mendorong murid tampil lebih percaya diri saat mempresentasikan hasil belajar di depan kelas.

Pembelajaran Menyesuaikan Gaya Belajar Murid

Patmiarsih menjelaskan bahwa IFP memudahkan guru menyesuaikan metode belajar sesuai kebutuhan peserta didik.

Murid dengan gaya belajar visual memahami materi melalui gambar, video, dan infografis.

Sementara itu, murid auditori memperoleh informasi melalui audio maupun penjelasan guru.

Di sisi lain, murid kinestetik dapat menyentuh layar, memindahkan objek, atau menulis secara langsung selama proses pembelajaran.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat seluruh murid lebih mudah memahami materi.

Digitalisasi Sekolah Terus Diperluas

Kemendikdasmen terus memperluas Program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyaluran Interactive Flat Panel ke berbagai sekolah.

Pada 2025, kementerian menyalurkan 45.357 unit IFP ke sekolah-sekolah di Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu, 824 sekolah di Kabupaten Purbalingga juga menerima bantuan perangkat tersebut.

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mengapresiasi program digitalisasi tersebut. Ia menilai kebijakan itu memberi dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerahnya.

Dukung Pembelajaran yang Lebih Interaktif

Para guru berharap pemerintah terus memperkuat program digitalisasi sekolah.

Mereka juga menginginkan pelatihan berkelanjutan, koneksi internet yang stabil, serta penambahan konten pembelajaran interaktif.

Dengan dukungan tersebut, IFP tidak hanya menjadi perangkat teknologi di ruang kelas. Sebaliknya, perangkat ini dapat menjadi sarana pembelajaran yang membantu guru mengajar lebih efektif sekaligus membuat murid lebih aktif, kreatif, dan mandiri.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img