USK dan UTM Sepakati Pembentukan Nusantara Global Lab untuk Penguatan Keilmuan

EduNews

educare.co.id, Banda Aceh – Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Universitas Syiah Kuala (USK) resmi menyepakati pembentukan Nusantara Global Lab, sebuah inisiatif untuk menggali dan memperkuat khazanah keilmuan di Nusantara. Kesepakatan ini disampaikan oleh Rektor UTM, Prof. Shafry Mohd Rahim, dan Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Mini Rektor USK.

Prof. Shafry menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi di negara serumpun seperti Malaysia dan Indonesia. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya memperkuat bidang keilmuan di kedua negara, tetapi juga mempertegas identitas keilmuan di kawasan Nusantara. Ia berharap Nusantara Global Lab dapat menjadi wadah untuk mengembangkan dan mempertahankan warisan keilmuan yang ada.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penguatan ilmu pengetahuan tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memiliki makna spiritual yang lebih dalam.

“Misi utama dari inisiatif ini adalah meningkatkan martabat wilayah kita melalui ilmu pengetahuan. Apalagi, sejarah Islam memiliki akar kuat di kawasan ini, seperti Aceh, Patani, dan Malaka. Ini adalah titik-titik peradaban yang harus kita jaga dan wariskan,” ujar Prof. Shafry.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan komitmen UTM untuk mendukung pengembangan berbagai bidang keilmuan di USK, termasuk dalam bidang teknik perminyakan yang menjadi salah satu keunggulan UTM.

“Jadi, ada banyak hal yang bisa kita kolaborasikan. Seperti di bidang Petroleum Engineer, ini sangat baik sekali. UTM siap mendukung agar kita bisa tumbuh dan kuat bersama,” ucapnya.” tambahnya.

Sementara itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyambut positif pembentukan Nusantara Global Lab, yang sejalan dengan visi USK dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Ia menilai inisiatif ini semakin memperkuat hubungan akademik antara USK dan UTM, yang selama ini telah terjalin erat melalui berbagai program seperti pertukaran mahasiswa dan kolaborasi riset.

BACA JUGA:  Penelitian HI UNAIR: Menghubungkan Zakat, SDGs, dan Dunia Nyata

“Selama ini USK telah dikenal memiliki keunggulan pada bidang kebencanaan dan riset nilam Aceh. Selain itu, tentu ada banyak bidang-bidang keilmuan lainnya yang bisa kembangkan secara bersama melalui forum ini,” ujar Prof. Marwan.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Director of UTM International, Assoc. Prof. Dr. Moh Ariffin Bin Abu Hassan, serta sejumlah akademisi dari kedua institusi. Dari pihak USK, hadir Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Sekretaris Universitas, Direktur Sekolah Pascasarjana, serta para dekan dari berbagai fakultas. Sementara itu, perwakilan dari Universitas Teuku Umar (UTU) juga turut serta dalam pertemuan ini.

Dengan terbentuknya Nusantara Global Lab, diharapkan kerja sama antara USK dan UTM semakin berkembang dan berkontribusi dalam memajukan berbagai bidang ilmu pengetahuan di kawasan Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *