EDUCARE.CO.ID – Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur mencatat prestasi melalui inovasi platform digital pengolahan limbah yang meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Platform tersebut menggabungkan pusat informasi material daur ulang dengan media pembelajaran desain interior.
Inovasi ini membuka peluang pemanfaatan limbah sebagai bahan alternatif untuk kebutuhan interior. Mahasiswa, pelaku industri, hingga sektor konstruksi dapat mengakses informasi mengenai berbagai material hasil pengolahan limbah melalui satu platform digital.
Dekan FAD UPN Veteran Jatim, Ibnu Sholichin, menjelaskan bahwa tim mengembangkan platform tersebut untuk memperluas akses informasi mengenai pengolahan limbah. Selain itu, platform ini juga mendukung proses pembelajaran mahasiswa, khususnya dalam mengeksplorasi material alternatif untuk desain interior.
“Ini adalah platform baru dan perintis. Kami menyediakan sarana informasi pengolahan limbah dan media pembelajaran. Jadi, proses belajar nanti akan jauh lebih mudah dengan adanya platform ini,” ujar Ibnu.
Platform Digital Buka Akses Informasi Material Daur Ulang
UPN Veteran Jatim ingin menghadirkan lebih dari sekadar media dokumentasi hasil inovasi. Melalui platform tersebut, FAD berupaya membangun sumber informasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh mahasiswa maupun masyarakat yang membutuhkan referensi material alternatif.
Ibnu menegaskan bahwa pengembangan platform akan terus berlanjut. Tim berencana memperkaya basis data dengan berbagai jenis limbah agar pengguna dapat menemukan lebih banyak pilihan material untuk kebutuhan perancangan interior.
Menurutnya, pemanfaatan limbah tidak hanya berkaitan dengan upaya mengurangi material terbuang. Bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai juga berpotensi menjadi material alternatif yang memiliki fungsi dan nilai estetika.
Karena itu, platform tersebut diharapkan dapat menghubungkan proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan industri dan praktik desain interior. Mahasiswa juga memperoleh ruang untuk mengeksplorasi gagasan baru dalam mengolah material yang tersedia di lingkungan sekitar.
KUBIC Kumpulkan 80 Sampel dari Lima Jenis Limbah
Di balik pengembangan platform digital tersebut, mahasiswa Program Studi Desain Interior FAD UPN Veteran Jatim mengambil peran melalui proyek bertajuk KUBIC (Knowledge Unique Interior Biomaterial Innovation and Collection).
Proyek ini menghasilkan 80 sampel material dalam waktu pengerjaan sekitar dua bulan. Tim mengolah bahan dari lima kelompok limbah, yakni limbah konstruksi, limbah universitas, limbah pasar, limbah tekstil, serta kombinasi beberapa jenis limbah.
Perwakilan tim mahasiswa, Agnes Atalia Ayuningrum, menjelaskan bahwa proses pengumpulan dan pengembangan sampel berlangsung dalam waktu relatif singkat.
“Proses pengerjaannya sangat singkat, hanya dua bulan. Dari waktu dua bulan itu, kami berhasil membuat 80 sampel material yang berasal dari lima jenis limbah, yaitu limbah konstruksi, universitas, pasar, tekstil, dan campuran dari kesemuanya,” jelas Agnes.
Tim mahasiswa mengumpulkan bahan baku dari berbagai lokasi di sekitar kampus. Mereka membatasi area pencarian dalam radius sekitar lima kilometer agar proses pengumpulan material lebih mudah dan efisien.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan potensi lingkungan sekitar kampus sebagai sumber bahan eksplorasi. Berbagai jenis limbah yang biasanya berakhir sebagai sampah dapat menjadi objek penelitian dan pengembangan material alternatif.
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ingin Perluas Pemanfaatan Hasil Inovasi
Pengembangan KUBIC melibatkan kerja sama mahasiswa dan dosen Desain Interior, dosen FAD, serta dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan pihak universitas.
Agnes berharap platform digital tersebut dapat memperluas jangkauan hasil karya mahasiswa. Melalui akses berbasis web, masyarakat tidak harus datang ke lokasi pameran untuk mengenal koleksi material yang mereka kembangkan.
“Tentu ini tidak berhenti di pameran saja. Kami membuat web agar bisa diakses oleh siapa saja. Ke depannya, kami akan membuat lebih banyak sampel material agar bisa langsung digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Agnes.
Berdasarkan sumber UPN Veteran Jawa Timur, proyek KUBIC menjadi bagian penting dari pengembangan koleksi material alternatif untuk desain interior. Tim mahasiswa berhasil menghasilkan 80 sampel dari lima kelompok limbah dalam kurun waktu dua bulan.
Ke depan, penambahan koleksi material dapat memperluas referensi bagi mahasiswa, desainer interior, pelaku industri, dan masyarakat. Pengguna juga berpeluang mengenali karakter berbagai bahan limbah sebelum mengeksplorasi pemanfaatannya dalam kebutuhan desain.
Inovasi Limbah Dorong Pengembangan Desain Interior Berkelanjutan
Pencapaian FAD UPN Veteran Jatim menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mengeksplorasi solusi kreatif terhadap persoalan limbah. Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa, material yang sebelumnya kurang mendapat perhatian memperoleh peluang baru sebagai bahan pengembangan desain.
Pemanfaatan limbah dalam desain interior juga membuka pembahasan mengenai keberlanjutan industri kreatif. Desainer dapat mengeksplorasi material alternatif sekaligus mempertimbangkan penggunaan sumber daya dan dampak lingkungan dalam proses perancangan.
Meski demikian, pengembangan material tetap membutuhkan pengujian lebih lanjut. Aspek kekuatan, keamanan, ketahanan, dan kesesuaian fungsi perlu menjadi pertimbangan sebelum material digunakan secara luas dalam produk interior.
UPN Veteran Jatim menargetkan platform digital tersebut terus berkembang melalui penambahan data dan sampel material. Dengan langkah ini, hasil inovasi mahasiswa diharapkan tidak hanya memperkaya pembelajaran di kampus, tetapi juga membuka akses pengetahuan bagi masyarakat dan dunia industri.
Inovasi KUBIC pun memperlihatkan bahwa pengolahan limbah dapat menjadi ruang eksplorasi bagi mahasiswa untuk menghubungkan kreativitas, teknologi, dan kepedulian lingkungan.

