UNAIR Pastikan Pemilihan Rektor Berjalan Adil dan Transparan

EduNews

educare.co.id, Surabaya – Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Uji Masyarakat Kampus (UMK) sebagai bagian dari rangkaian proses pemilihan rektor. Acara yang berlangsung pada Rabu (12/3/2024) di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus Merr-C UNAIR ini menghadirkan empat calon rektor yang memaparkan visi dan program strategis mereka untuk lima tahun ke depan.

Empat calon rektor yang berpartisipasi dalam UMK adalah Prof. Badri Munir Sukoco, SE, MBA, PhD; Prof. Hery Purnobasuki, MSi, PhD; dr. Yan Efrata Sembiring, SpBTKV; dan Prof. Muhammad Miftahussurur, dr, MKes, SpPD-KGEH. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen civitas academica UNAIR dan menjadi wadah bagi para kandidat untuk memperkenalkan diri serta menyampaikan program strategis yang sesuai dengan statuta universitas.

Ketua Panitia Seleksi Calon Rektor, Prof. Dr. Suryanto, M.Si, Psikolog, menegaskan bahwa UMK merupakan tahapan penting dalam pemilihan rektor. “Selain menjadi ajang dalam menyampaikan berbagai program strategis, uji masyarakat kampus juga bertujuan untuk memperkenalkan calon rektor kepada seluruh civitas academica UNAIR,” tuturnya.

Proses Penilaian yang Adil dan Transparan

Sejalan dengan pernyataan Prof. Suryanto, Prof. Dr. M. Hadi Shubhan, SH, MH, CN, menjelaskan bahwa UMK menjadi kesempatan bagi civitas academica untuk lebih mengenal calon pemimpin UNAIR. Dalam sesi ini, tim penilai yang terdiri dari para guru besar senior memberikan evaluasi bagi setiap calon rektor berdasarkan presentasi yang disampaikan.

“Penilai uji masyarakat kampus berasal dari guru besar senior dan fakultasnya pun tidak mencalonkan menjadi calon rektor. Penilai akan memberikan catatan-catatan yang akan menjadi acuan senat akademik untuk memilih tiga calon rektor yang akan maju ke pemilihan di Majelis Wali Amanat,” ujar Prof. Hadi.

BACA JUGA:  Dosen UPI Raih Juara Dua dalam Kompetisi Esai Keamanan Siber ASEAN-IPR

Tahap selanjutnya, yakni uji kepatutan dan kelayakan, akan berlangsung pada April mendatang. Tiga calon rektor yang terpilih dalam tahap ini akan diajukan ke Majelis Wali Amanat (MWA), yang terdiri dari 21 anggota, termasuk perwakilan dari menteri, internal UNAIR, dan masyarakat.

“Penilaian dilakukan dengan adil dan transparan yang dilihat dari performa saat menyampaikan program, program yang diusung dan interaksi dengan audiens. Harapannya dari calon rektor tersebut dapat menjawab berbagai tantangan yang dihadapi UNAIR kedepannya,” tutup Prof. Hadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *