TKA 2025 Jadi Kunci SNBP, Kemendikdasmen Perkuat Integritas Penilaian Akademik di Pontianak
EDUCARE.CO.ID, Pontianak — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) terus menguatkan implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025. Penguatan ini bertujuan untuk menghadirkan sistem penilaian yang lebih objektif, terstandar, dan berintegritas di tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Diseminasi TKA bertajuk “Mari Laksanakan TKA yang Berintegritas, untuk Pendidikan yang Berkualitas” yang digelar di Asrama Haji Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/10).
Kepala Bidang Pengembangan dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen, Pusat Asesmen Pendidikan, Hendaru Catu Bagus, menjelaskan bahwa TKA hadir sebagai solusi atas tingginya variasi standar penilaian antar sekolah yang selama ini menimbulkan praktik “sedekah nilai” dan membuat nilai rapor sulit dibandingkan secara objektif.
“Selama ini guru menilai muridnya sendiri. Akibatnya, variasi standar penilaian sangat tinggi dan kadang muncul praktik ‘sedekah nilai’. TKA memastikan adanya pengukuran capaian akademik yang terstandar dan dapat dibandingkan secara nasional,” ujar Hendaru.
TKA: Validator Rapor dan Syarat Masuk SNBP
Hendaru menegaskan bahwa TKA bukanlah ujian kelulusan, melainkan tes bersifat sukarela yang menjadi syarat wajib bagi siswa yang ingin mendaftar ke perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
“Password untuk bisa ikut SNBP adalah TKA. TKA digunakan sebagai validator nilai rapor agar penilaian di sekolah semakin objektif,” terangnya.
Kebijakan ini diatur dalam Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 dan Kepmendikdasmen Nomor 102 Tahun 2025, di mana bobot penilaian SNBP diambil 50% dari rata-rata seluruh mata pelajaran dan 50% dari dua mata pelajaran pendukung program studi. Nilai TKA akan mengonfirmasi kesesuaian antara rapor dan kemampuan akademik siswa.
Pelaksanaan Berbasis Komputer dengan Integritas Tinggi
TKA 2025 akan dilaksanakan secara berbasis komputer dengan tiga moda (full online, semi online token online, dan semi online token offline) untuk menjangkau daerah blank spot. Ujian akan berlangsung pada 3–9 November 2025, didahului gladi bersih pada 27–31 Oktober.
Untuk menjamin integritas dan kejujuran, setiap ruang ujian akan diawasi oleh pengawas silang dari sekolah lain serta penyelia dari perguruan tinggi negeri yang memantau langsung secara daring. Sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai dapat menumpang di sekolah pelaksana yang sudah terakreditasi. (DSM)
