Target Revitalisasi Sekolah Melonjak, Kemendikdasmen Siapkan Perbaikan untuk Puluhan Ribu Sekolah

Must read

EDUCARE.CO.ID – Pemerintah terus memperbaiki kondisi satuan pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi murid. Salah satu langkah yang ditempuh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ialah melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Program tersebut tidak sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Kemendikdasmen menempatkan revitalisasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih layak.

Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan program tersebut saat menjadi narasumber dalam siniar bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network Febi Mahindra Putra, Jumat (25/9/2026).

Dalam perbincangan itu, keduanya membahas sejumlah isu pendidikan dasar dan menengah. Topiknya mencakup revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, hingga Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Revitalisasi Jadi Penunjang Pendidikan Bermutu

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen memiliki visi pendidikan bermutu untuk semua dengan partisipasi semesta.

Untuk mencapai visi tersebut, kementerian memperkuat empat aspek. Keempatnya meliputi physical infrastructure, pedagogical infrastructure, cultural infrastructure, dan legal infrastructure.

Revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran masuk dalam penguatan infrastruktur fisik.

Menurut Abdul Mu’ti, kedua program tersebut bukan tujuan akhir. Pemerintah menggunakannya sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk mencapai tujuan pendidikan yang bermutu,” ujar Abdul Mu’ti.

Dengan demikian, perbaikan sekolah harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas proses belajar.

Kondisi Sekolah Ikut Memengaruhi Pembelajaran

Lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam aktivitas belajar. Ruang kelas yang layak dapat membuat murid lebih nyaman mengikuti pembelajaran.

Pada saat yang sama, sarana yang memadai juga membantu guru menjalankan kegiatan belajar secara lebih optimal.

Karena itu, Kemendikdasmen tidak melihat revitalisasi hanya sebagai proyek pembangunan fisik. Program tersebut juga berkaitan dengan kualitas ekosistem pendidikan.

Sekolah yang mengalami kerusakan tersebar di berbagai wilayah. Tingkat kerusakannya pun berbeda, mulai dari ringan, sedang, hingga berat.

Menurut Abdul Mu’ti, jumlah sekolah yang mengalami kerusakan mencapai lebih dari 200 ribu sekolah.

Kemendikdasmen kemudian memprioritaskan sekolah dengan kerusakan berat. Pemerintah menjalankan perbaikan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran dan program pendidikan lainnya.

Revitalisasi 2025 Lampaui Target

Kemendikdasmen mencatat capaian revitalisasi pada 2025 melampaui target awal.

Pada tahun tersebut, pemerintah menargetkan revitalisasi 10.669 sekolah. Namun, program akhirnya menjangkau 16.167 sekolah atau sekitar 135 persen dari target.

Capaian tersebut menunjukkan perluasan program dibanding sasaran awal.

Sementara itu, Kemendikdasmen menetapkan 71.744 sekolah sebagai sasaran awal revitalisasi pada 2026.

Jumlah tersebut kemudian bertambah sekitar 6.000 sekolah. Namun, pelaksanaan tambahan program masih menunggu pencairan anggaran tambahan pada tahap berikutnya.

Sekolah Rusak Berat Jadi Prioritas

Kemendikdasmen menggunakan beberapa pertimbangan dalam menentukan penerima program revitalisasi.

Usulan dapat datang dari pemerintah daerah. Selain itu, aspirasi anggota dewan, tokoh masyarakat, dan masyarakat juga menjadi bahan pertimbangan.

Informasi mengenai kondisi sekolah dari masyarakat turut membantu pemerintah memetakan kebutuhan. Bahkan, informasi dari kreator konten dapat menjadi salah satu sumber masukan terkait kondisi satuan pendidikan.

Dengan berbagai sumber tersebut, pemerintah dapat melihat kebutuhan sekolah secara lebih luas.

Sekolah Swasta Juga Mendapat Revitalisasi

Program revitalisasi tidak hanya menyasar sekolah negeri. Sekolah swasta juga masuk dalam sasaran program.

Pada 2025, sekitar 23 persen penerima bantuan revitalisasi merupakan sekolah swasta.

Sementara itu, pemerintah menetapkan beberapa kelompok sebagai prioritas pada 2026. Kelompok tersebut mencakup sekolah yang terdampak bencana, sekolah di wilayah 3T, serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat.

Prioritas juga mencakup sekolah yang berada di wilayah perkotaan. Dengan demikian, kebutuhan revitalisasi tidak hanya muncul di daerah terpencil.

Perbaikan Sekolah Libatkan Masyarakat Sekitar

Kemendikdasmen menjalankan revitalisasi satuan pendidikan melalui mekanisme swakelola. Sekolah ikut terlibat dalam proses pelaksanaannya.

Mekanisme tersebut memberikan sejumlah manfaat. Salah satunya ialah penggunaan anggaran yang lebih efisien.

Selain itu, sekolah dapat menjalankan pekerjaan dengan lebih sesuai kebutuhan di lapangan. Pelibatan masyarakat sekitar juga membuka peluang ekonomi bagi warga setempat.

Tenaga kerja dapat berasal dari lingkungan sekitar. Begitu pula dengan material yang tersedia di daerah.

Dengan pola tersebut, manfaat revitalisasi tidak berhenti pada perbaikan bangunan sekolah. Program juga dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar satuan pendidikan.

Revitalisasi Bukan Sekadar Memperbaiki Gedung

Program revitalisasi menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar pembangunan fisik sekolah. Kemendikdasmen juga ingin menciptakan ruang belajar yang mendukung murid dan guru.

Ruang kelas yang aman dan nyaman dapat membantu murid mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik. Pada saat yang sama, guru mendapat dukungan sarana untuk menjalankan kegiatan belajar.

Karena itu, revitalisasi menjadi salah satu bagian dari agenda pendidikan bermutu untuk semua.

Kemendikdasmen pun melanjutkan program tersebut secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi sekolah, prioritas pendidikan, serta kemampuan anggaran.

Pada akhirnya, perbaikan sarana pendidikan diharapkan dapat menghadirkan lingkungan sekolah yang lebih layak. Dengan lingkungan tersebut, murid dapat belajar dengan lebih nyaman dan guru dapat mengajar dengan dukungan fasilitas yang memadai.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article