Serangan Siber Meningkat, Peneliti FISIP UI Tekankan Pentingnya Diplomasi Siber Indonesia

EduNews EduScholar

EDUCARE.CO.ID – Ruang siber kini tak lagi sekadar tempat lalu-lalang data dan teknologi. Ia telah berubah menjadi arena baru rivalitas geopolitik global. Isu ini menjadi sorotan utama dalam Seminar Hasil Riset Unggulan Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-58 FISIP UI pada Jumat (6/3). Mengusung tema “Kontribusi Ilmu-Ilmu Sosial untuk Bangsa”, forum ini menampilkan berbagai temuan riset dosen HI UI sepanjang 2025 yang menyoroti meningkatnya kompleksitas tantangan global—khususnya dalam keamanan dan diplomasi di ruang digital.

Perkembangan teknologi mutakhir seperti kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi kuantum memperluas dimensi baru dalam hubungan internasional. Teknologi tersebut tidak hanya membuka peluang kerja sama global, tetapi juga menghadirkan ancaman baru yang semakin sulit diprediksi. Karena itu, negara-negara dituntut beradaptasi cepat melalui pembaruan kebijakan, penguatan riset akademik, serta kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem digital yang aman sekaligus inklusif.

Salah satu riset yang dipresentasikan berasal dari dosen HI UI, Ali Abdullah Wibisono, Ph.D., yang bekerja sama dengan Australian Strategic Policy Institute (ASPI). Penelitian ini menelaah strategi diplomasi siber Indonesia dan menghasilkan program short course serta publikasi berjudul Buku Panduan Diplomasi Siber: Untuk Diplomasi Indonesia. Menurut Ali, ruang siber telah mengalami transformasi dari isu low politics menjadi high politics dalam hubungan internasional. Ketergantungan negara pada infrastruktur digital—dari sistem perbankan hingga pertahanan—membuat serangan siber kini berpotensi berdampak langsung pada keamanan nasional.

Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi tantangan serius di dalam negeri. Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ISCF), Ardi Sutedja, mengungkapkan bahwa dalam enam bulan terakhir saja tercatat sekitar 3,64 miliar serangan siber di Indonesia, atau lebih dari 230 serangan setiap detik. Angka ini menjadi alarm penting bagi urgensi penguatan keamanan siber nasional. Melalui seminar ini, FISIP UI menegaskan komitmennya untuk memperdalam kajian diplomasi siber, memperluas kolaborasi riset, serta membantu memetakan langkah strategis agar Indonesia mampu menjaga kedaulatan digital sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi di era transformasi digital global.

BACA JUGA:  Diluar Dugaan, Saptoyogo Berhasil Sumbangkan Medali Perunggu di Paralimpiade Tokyo 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *