Sama-Sama dari Daun Teh, Matcha dan Teh Hijau Punya Perbedaan Penting

Must read

EDUCARE.CO.ID – Matcha dan teh hijau biasa sama-sama berasal dari tanaman Camellia sinensis. Keduanya mengandung antioksidan dan kerap menjadi pilihan bagi orang yang ingin menjalani pola hidup sehat. Namun, proses pengolahan, cara penyajian, rasa, dan kandungan kafein membuat kedua minuman ini memiliki karakteristik berbeda.

Matcha berbentuk bubuk halus yang berasal dari daun teh hijau. Sementara itu, teh hijau biasa umumnya menggunakan daun kering yang diseduh dengan air panas. Perbedaan cara konsumsi tersebut memengaruhi jumlah senyawa teh yang masuk ke dalam tubuh.

Lantas, apakah matcha benar-benar lebih sehat daripada teh hijau biasa? Bagaimana perbandingan kandungan kafein dan manfaat keduanya?

Berdasarkan materi sumber yang mengutip penjelasan ahli diet Maggie Moon, RD, serta data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) dan Mayo Clinic, berikut penjelasan mengenai perbedaan matcha dan teh hijau biasa.

Mengenal Teh Hijau dan Kandungan di Dalamnya

Teh hijau berasal dari tanaman Camellia sinensis, yang juga menjadi bahan dasar teh hitam dan teh oolong. Perbedaan ketiga jenis teh tersebut terletak pada proses pengolahannya, terutama tingkat oksidasi daun.

Produsen teh hijau biasanya mengukus atau memanaskan daun yang baru dipetik. Setelah itu, mereka mengeringkan daun sebelum menjualnya dalam bentuk daun lepas maupun kantong teh. Proses ini membantu mempertahankan warna hijau daun sekaligus membatasi oksidasi.

Dari segi rasa, teh hijau memiliki karakter yang beragam. Sebagian produk terasa sedikit pahit dengan aroma rumput atau tanah. Produk lainnya menawarkan sentuhan manis dan aroma bunga.

Selain rasanya yang khas, teh hijau mengandung polifenol, termasuk katekin, yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa ini menarik perhatian peneliti karena potensinya dalam mendukung kesehatan tubuh.

Maggie Moon, RD, ahli diet yang berbasis di Los Angeles sekaligus penulis buku The MIND Diet: 2nd Edition, menjelaskan bahwa antioksidan dalam teh hijau berpotensi mendukung kesehatan otak dan jantung. Kandungan polifenolnya juga menarik perhatian dalam penelitian mengenai kesehatan usus.

Teh hijau yang masih mengandung kafein dapat menjadi pilihan minuman untuk menemani aktivitas sehari-hari. Berdasarkan data USDA yang dikutip dalam materi sumber, satu cangkir teh hijau mengandung kurang dari 3 kalori dan sekitar 29,4 miligram kafein. Angka tersebut dapat berubah sesuai jenis produk dan cara penyeduhan.

Apa Itu Matcha dan Mengapa Harganya Lebih Mahal?

Matcha juga berasal dari tanaman Camellia sinensis. Namun, produsen mengolah daun teh untuk matcha melalui beberapa tahapan khusus yang membedakannya dari teh hijau biasa.

Menurut Moon, petani biasanya menaungi tanaman teh untuk matcha sebelum masa panen. Cara ini membantu menghasilkan warna hijau yang lebih pekat dan memengaruhi karakter rasa daun.

Setelah panen, produsen memisahkan batang dan tulang daun. Mereka kemudian mengukus dan menggiling daun hingga menghasilkan bubuk halus. Tahapan pengolahan tersebut turut memengaruhi harga matcha yang umumnya lebih tinggi daripada teh hijau biasa.

Perbedaan paling jelas terlihat saat penyajian. Untuk membuat teh hijau biasa, seseorang cukup merendam daun teh kering dalam air panas, lalu memisahkan daunnya dari air seduhan.

Sebaliknya, penyajian matcha melibatkan pencampuran bubuk teh dengan air hingga larut dan menyebar secara merata. Dengan cara ini, seseorang turut mengonsumsi bubuk daun teh, bukan hanya air hasil seduhan.

Cara konsumsi tersebut membuat matcha memiliki rasa lebih pekat dan dapat memberikan asupan senyawa teh yang lebih terkonsentrasi. Meski begitu, jumlah senyawa yang masuk ke tubuh tetap bergantung pada takaran bubuk dan cara penyajiannya.

Matcha juga memiliki sejarah budaya yang panjang. Meski tradisi pengolahan teh bubuk berakar di China, matcha kini sangat identik dengan Jepang. Masyarakat Jepang menggunakan matcha dalam berbagai tradisi, termasuk upacara minum teh.

Matcha vs Teh Hijau Biasa, Mana yang Lebih Sehat?

Matcha dan teh hijau biasa sama-sama menawarkan antioksidan serta senyawa alami yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Namun, cara konsumsi matcha memungkinkan seseorang memperoleh konsentrasi beberapa senyawa teh yang lebih tinggi.

Moon menjelaskan bahwa matcha mengandung senyawa seperti asam amino dan katekin. Katekin termasuk kelompok polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan. Sejumlah penelitian juga mengeksplorasi potensi efek antiinflamasi dan perlindungan saraf dari senyawa tersebut.

Peneliti turut mempelajari kemungkinan hubungan konsumsi matcha dengan fungsi kognitif, perhatian, dan kesehatan sel. Namun, hasil penelitian awal belum cukup untuk memastikan bahwa matcha dapat mencegah gangguan kognitif atau mengatasi penyakit tertentu.

Penelitian mengenai teh hijau juga menunjukkan sejumlah temuan menarik. Meski demikian, bukti ilmiah untuk beberapa manfaat kesehatan masih terbatas. Sebuah meta-analisis pada 2020, misalnya, menemukan bukti yang belum kuat mengenai kemampuan konsumsi teh hijau dalam menurunkan risiko beberapa jenis kanker.

Karena itu, kandungan senyawa yang lebih tinggi tidak otomatis menjadikan matcha pilihan paling sehat dalam setiap kondisi. Peneliti masih membutuhkan studi lanjutan untuk memastikan manfaat kedua minuman tersebut bagi berbagai aspek kesehatan manusia.

Moon menyarankan agar seseorang memilih minuman sesuai selera dan kebutuhannya. Jika lebih menyukai teh hijau biasa, kamu tetap bisa menjadikannya bagian dari pola makan sehari-hari.

Perbandingan Kandungan Kafein Matcha, Teh Hijau, dan Kopi

Kandungan kafein menjadi salah satu perbedaan utama antara matcha dan teh hijau biasa. Secara umum, matcha mengandung lebih banyak kafein per sajian karena seseorang mengonsumsi bubuk daun teh secara langsung.

Berikut perkiraan kandungan kafein berdasarkan angka yang tercantum dalam materi sumber.

Jenis minuman Perkiraan kandungan kafein
Teh hijau biasa, 1 cangkir 29 mg
Matcha, 1 porsi dengan 2 gram bubuk Hingga 49 mg
Kopi, 1 cangkir Sekitar 95 mg

Berdasarkan perbandingan tersebut, matcha umumnya mengandung lebih banyak kafein daripada teh hijau biasa, tetapi lebih sedikit daripada kopi. Namun, angka ini bukan patokan mutlak karena produsen, takaran, ukuran sajian, dan metode penyajian dapat memengaruhi kandungan kafein.

Jika ingin mengontrol asupan kafein, periksa informasi produk dan perhatikan respons tubuh setelah minum. Orang yang sensitif terhadap kafein mungkin mengalami jantung berdebar, rasa gelisah, atau kesulitan tidur meskipun hanya mengonsumsi satu sajian.

Mayo Clinic menyebut bahwa konsumsi kafein hingga sekitar 400 miligram per hari umumnya tidak menimbulkan efek negatif bagi sebagian besar orang dewasa sehat. Namun, angka tersebut bukan target konsumsi dan tidak berlaku sama bagi setiap orang.

Ibu hamil, orang yang mengonsumsi obat tertentu, dan individu dengan kondisi kesehatan khusus perlu memperhatikan batas kafein sesuai saran tenaga kesehatan.

Mana yang Sebaiknya Dipilih: Matcha atau Teh Hijau Biasa?

Pilihan antara matcha dan teh hijau biasa bergantung pada selera, kebutuhan, dan toleransi tubuh terhadap kafein. Keduanya dapat melengkapi pola makan seimbang tanpa harus menggantikan satu sama lain.

Matcha bisa menjadi pilihan bagi orang yang menyukai rasa teh lebih pekat dan ingin mengonsumsi bubuk daun teh secara langsung. Minuman ini juga menyediakan katekin dan senyawa alami lainnya dari teh hijau.

Sementara itu, teh hijau biasa menawarkan antioksidan dengan cara penyajian yang lebih sederhana. Kandungan kafeinnya cenderung lebih rendah daripada matcha, sehingga bisa menjadi alternatif bagi orang yang ingin membatasi asupan kafein.

Perhatikan juga bahan tambahan saat menyajikan kedua minuman tersebut. Gula, sirup, susu kental manis, dan pemanis lainnya dapat meningkatkan jumlah kalori dalam satu sajian.

Jika ingin menjaga asupan gula, pilih teh hijau atau matcha tanpa pemanis berlebihan. Selain itu, sesuaikan waktu minum dengan pola tidur dan hindari konsumsi kafein berlebihan.

Kesimpulan

Matcha dan teh hijau biasa memiliki manfaat serta karakteristik masing-masing. Keduanya berasal dari tanaman yang sama dan mengandung antioksidan, tetapi berbeda dalam proses pengolahan, cara konsumsi, rasa, dan kadar kafein.

Matcha dapat memberikan konsentrasi beberapa senyawa teh yang lebih tinggi karena menggunakan bubuk daun secara langsung. Namun, kondisi tersebut belum membuktikan bahwa matcha selalu lebih sehat daripada teh hijau biasa.

Pada akhirnya, pilih minuman yang sesuai dengan kebutuhan dan toleransi tubuh. Batasi gula tambahan, perhatikan asupan kafein, dan jadikan keduanya sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article