EDUCARE.CO.ID – Empat mahasiswa Teknik Mesin Universitas Jember (UNEJ) merancang MOBILOADER (Mobile Hydraulic Conveyor Loader), alat bantu pemuatan hasil perkebunan yang mengandalkan sistem konveyor hidrolik. Inovasi ini menawarkan cara yang lebih ergonomis untuk memindahkan hasil panen ke bak kendaraan tanpa terus mengandalkan tenaga angkat pekerja.
Gagasan tersebut berangkat dari persoalan yang kerap muncul di perkebunan kelapa sawit. Pekerja harus mengangkat tandan buah segar (TBS) seberat 15–25 kilogram secara berulang. Mereka juga perlu menaikkan hasil panen ke bak truk dengan ketinggian sekitar 180–200 sentimeter.
Aktivitas tersebut menuntut kekuatan fisik dan berisiko memicu gangguan pada punggung bawah. Sejumlah studi yang menjadi rujukan tim mencatat bahwa 59–68,5 persen pekerja sawit mengalami keluhan low back pain atau nyeri punggung bawah.
Kondisi itu mendorong mahasiswa UNEJ mencari solusi melalui teknologi mekanisasi yang lebih mudah dijangkau oleh perkebunan skala menengah.
MOBILOADER Andalkan Konveyor Hidrolik yang Fleksibel

Tim merancang MOBILOADER dengan mempertimbangkan kemudahan pemindahan dan kebutuhan pekerja di lapangan. Alat ini menggunakan roda agar pengguna dapat memindahkannya ke lokasi kerja yang berbeda.
Sistem hidrolik menjadi salah satu komponen utama MOBILOADER. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna mengatur sudut konveyor pada rentang 15–45 derajat sesuai kondisi lapangan dan ketinggian bak kendaraan.
Dengan pengaturan tersebut, pekerja dapat mengarahkan hasil panen menuju bak truk melalui jalur konveyor. Mekanisme ini diharapkan mengurangi kebutuhan untuk mengangkat beban secara manual dan berulang.
Tim juga merancang MOBILOADER agar dapat menangani berbagai komoditas perkebunan. Selain tandan buah segar kelapa sawit, alat ini berpotensi membantu proses pemuatan kopi, kakao, hingga teh.
Dari sisi biaya, tim memperkirakan harga MOBILOADER berkisar Rp60 juta–Rp75 juta per unit. Mereka menargetkan alat ini sebagai alternatif mekanisasi yang lebih terjangkau dibandingkan penggunaan forklift, terutama bagi perkebunan skala menengah.
Analisis Teknis Proyeksikan Pengurangan Beban hingga 68 Persen
Tim menggunakan analisis biomekanika untuk memperkirakan dampak MOBILOADER terhadap beban fisik pekerja. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan potensi pengurangan gaya tekan pada tulang belakang hingga 68 persen.
Analisis yang sama juga memproyeksikan peningkatan produktivitas pekerja hingga lima kali lipat. Meski demikian, kedua angka tersebut masih berasal dari perhitungan teknis pada tahap perancangan.
Tim belum menguji prototipe secara langsung dalam kegiatan operasional perkebunan. Karena itu, mereka masih perlu melakukan fabrikasi dan pengujian lapangan untuk membuktikan kemampuan alat serta mengukur dampaknya secara nyata.
Nayaka Bhawika Albab, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa proses pengembangan MOBILOADER menuntut ketelitian dalam menggabungkan aspek ergonomi dan perhitungan teknis.
“Tantangan terbesarnya adalah mengintegrasikan aspek ergonomi ke dalam rancangan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. Kami mempelajari metode Chaffin Static Model dan membandingkan perhitungan dengan data pengukuran lapangan di PTPN IV Ajamu. Kami juga harus jujur bahwa angka yang dihasilkan masih berupa proyeksi perancangan, bukan hasil pengujian alat secara langsung,” ungkapnya.
Berdasarkan sumber rilis Universitas Jember, tim menjalankan empat tahapan utama. Mereka memulai proses dengan mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan mempelajari berbagai literatur ilmiah.
Selanjutnya, tim menyusun konsep menggunakan metode House of Quality. Mereka kemudian melakukan perhitungan teknis dan simulasi melalui perangkat CAD/FEA. Pada tahap akhir, mahasiswa menyusun proposal serta menyiapkan presentasi sesuai panduan kompetisi.
Dalam proses tersebut, tim merujuk sejumlah sumber ilmiah dan standar teknis. Beberapa di antaranya mencakup NIOSH, Chaffin Static Model, CEMA, dan ISO 10762:2015.
Bawa Inovasi MOBILOADER Raih Juara 1 LNT-RBM XV 2026

Kerja tim dalam mengembangkan MOBILOADER mengantarkan empat mahasiswa UNEJ meraih Juara 1 Kategori Presentasi Terbaik pada Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun Mesin (LNT-RBM) XV Tahun 2026.
Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia (BKS-TM Indonesia) menyelenggarakan kompetisi tersebut pada Kamis (15/10/2026). Ajang ini berlangsung di Gedung Postgraduate, Kampus Universitas Riau, Pekanbaru.
Tim MOBILOADER terdiri atas Mohammad I’zaz Zahir Rifai sebagai ketua, Triangga Yudhantara, Nayaka Bhawika Albab, dan As’adu Rafiq. Keempatnya merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik UNEJ angkatan 2024.
Dalam proses pengembangan inovasi, mereka mendapat bimbingan dari Dr. Ir. Gaguk Jatisukamto, S.T., M.T., IPM. sebagai pendamping utama. Tim juga memperoleh arahan dari Ir. Hary Sutjahjono, S.T., M.T., serta Prof. Ir. Mahros Darsin, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM.
Targetkan Prototipe dan Uji Coba di Perkebunan
Setelah meraih penghargaan nasional, tim ingin melanjutkan pengembangan MOBILOADER ke tahap yang lebih konkret. Mereka menargetkan pendaftaran hak kekayaan intelektual (HKI) sekaligus pembuatan prototipe dengan skala 1:1.
Tim juga berencana bekerja sama dengan mitra perkebunan untuk menjalankan pengujian operasional. Melalui tahap ini, mereka ingin mengukur kemampuan alat dalam kondisi kerja sebenarnya.
Pengujian tersebut akan mencakup aspek teknis, ergonomi, dan produktivitas. Hasilnya dapat menjadi dasar bagi tim untuk mengevaluasi rancangan sebelum mengembangkan MOBILOADER lebih lanjut.
Nayaka berharap timnya dapat membawa inovasi tersebut keluar dari ruang kompetisi dan menghadirkannya sebagai alat yang bermanfaat bagi pekerja perkebunan.
“Harapan kami, MOBILOADER tidak berhenti sebagai karya yang meraih juara di kompetisi. Kami ingin mengembangkannya menjadi alat yang benar-benar bisa digunakan di lapangan, sehingga mekanisasi perkebunan yang lebih terjangkau dapat membantu meringankan beban kerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja Indonesia,” pungkasnya.
Melalui MOBILOADER, mahasiswa UNEJ mencoba menjawab tantangan mekanisasi perkebunan dari sisi kebutuhan pekerja. Pengembangan prototipe dan pengujian langsung akan menjadi langkah penting untuk membuktikan manfaat rancangan tersebut. Jika tahap itu berjalan sesuai rencana, MOBILOADER berpotensi membuka pilihan baru bagi perkebunan yang membutuhkan alat bantu pemuatan dengan biaya lebih terjangkau.

