Prestasi Siswa Madrasah! MTsN 1 Jepara Raih 3 Medali di Kompetisi Riset Nasional

Must read

EDUCARE.CO.ID – Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Jepara menorehkan prestasi dalam Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026. Mereka membawa pulang dua medali emas dan satu medali perunggu setelah bersaing dengan ratusan tim dari berbagai daerah.

Kompetisi yang diselenggarakan ABAK Academy bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjadi ajang bagi siswa untuk mengembangkan gagasan, menguji kemampuan penelitian, dan memperkenalkan inovasi mereka. Bagi MTsN 1 Jepara, capaian tersebut juga menunjukkan hasil dari proses belajar yang melibatkan siswa dan guru pembimbing.

Tiga tim madrasah berhasil meraih penghargaan pada kompetisi tahun ini. Dua tim membawa pulang medali emas, sedangkan satu tim lainnya memperoleh medali perunggu.

Dua Tim MTsN 1 Jepara Raih Medali Emas

Dua medali emas KREASI 2026 diraih oleh tim Muhammad Ilham dan Luthfiya Izdihar dengan bimbingan Gita Faroka, serta tim Atiqa Fairuz dan Khalila Afira R. yang mendapat pendampingan dari Syarafina Hanifah.

Sementara itu, medali perunggu menjadi milik Prasetya Ayu Handita dan Ayundira Salju Lembayung. Farah Annisa F mendampingi keduanya selama proses penelitian.

Keberhasilan ketiga tim tersebut tidak terlepas dari proses panjang dalam menyusun dan mengembangkan gagasan penelitian. Para siswa perlu mengasah kemampuan berpikir kritis, memeriksa ketepatan informasi, dan memperbaiki ide agar menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, raihan tiga medali ini tidak hanya menambah prestasi madrasah, tetapi juga memperlihatkan pentingnya pendampingan guru dalam membangun kemampuan riset sejak dini.

KREASI 2026 Perkenalkan 210 Tim Finalis dari Berbagai Daerah

KREASI 2026 berlangsung melalui beberapa tahapan sejak Februari hingga Oktober 2026. Peserta mengikuti babak penyisihan pada Mei, kemudian melanjutkan persaingan ke semifinal pada September.

Setelah melewati tahapan tersebut, para finalis bertanding secara langsung di Yogyakarta pada 17–19 Oktober 2026. Babak final mempertemukan 210 tim terbaik yang terbagi ke dalam tujuh bidang, dengan masing-masing bidang menghadirkan 30 tim finalis.

Persaingan ini memberi kesempatan kepada para siswa untuk menguji gagasan sekaligus mempelajari pendekatan penelitian dari peserta lain. Selain mengejar penghargaan, mereka juga dapat memperluas wawasan dan membangun pengalaman dalam mengembangkan inovasi.

Gita Faroka, salah satu guru pembimbing MTsN 1 Jepara, menilai proses penelitian membutuhkan ketekunan dan komitmen yang konsisten.

“Keberhasilan tiga tim MTsN 1 Jepara menjadi pengingat bahwa riset bukanlah perjalanan instan. Ada proses panjang yang menuntut ketelitian, kedisiplinan, kemampuan berpikir kritis, serta keterbukaan untuk memperbaiki gagasan,” terang Gita Faroka di Jepara, Selasa (20/10/2026).

Ia juga menekankan bahwa kualitas penelitian tidak hanya bergantung pada ide awal. Menurutnya, siswa perlu mengembangkan gagasan secara serius dan mampu mempertanggungjawabkan hasilnya.

“Setiap tahapan memberikan pelajaran bahwa sebuah hasil yang baik tidak hanya ditentukan oleh kecemerlangan ide, tetapi juga oleh kesungguhan dalam mengembangkan dan mempertanggungjawabkannya,” sambungnya.

Madrasah Literasi Berbasis Riset Dorong Siswa Aktif Meneliti

Syarafina Hanifah menyebut pencapaian tersebut sejalan dengan identitas MTsN 1 Jepara sebagai Madrasah Literasi Berbasis Riset. Melalui pendekatan ini, madrasah mendorong siswa agar tidak hanya menerima materi pelajaran, tetapi juga aktif mencari informasi, mengolah pengetahuan, dan mengembangkan gagasan.

Menurutnya, budaya riset dapat memperluas pengalaman belajar siswa. Mereka berlatih menyusun pertanyaan, mengumpulkan informasi, dan menguji pemikiran melalui proses yang terarah.

Sementara itu, Farah Annisa F menyoroti peran penelitian dalam membentuk cara pandang siswa terhadap persoalan di sekitar mereka. Melalui riset, siswa belajar mengamati masalah secara kritis, merumuskan pertanyaan yang relevan, dan mencari kemungkinan solusi berdasarkan data.

Proses tersebut juga membantu siswa membangun karakter ilmiah. Mereka belajar menjunjung kejujuran, bertanggung jawab atas hasil penelitian, serta terbuka terhadap temuan dan sudut pandang baru.

Farah menegaskan bahwa dua medali emas dan satu perunggu bukanlah titik akhir perjalanan para siswa. Sebaliknya, prestasi tersebut dapat menjadi dorongan untuk terus belajar dan menghasilkan penelitian yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Madrasah Apresiasi Siswa dan Guru Pembimbing

Kepala MTsN 1 Jepara, Tafrikan, mengapresiasi pencapaian para siswa dalam KREASI 2026. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada guru pembimbing yang mendampingi peserta sejak proses pengembangan gagasan hingga kompetisi.

Menurut Tafrikan, kerja sama antara siswa dan guru berperan penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung kreativitas, kemandirian, dan inovasi. Pendampingan yang tepat memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus belajar menghadapi tantangan penelitian.

Prestasi ini sekaligus memperkuat upaya madrasah dalam menumbuhkan budaya literasi dan riset di lingkungan sekolah. Melalui pengalaman mengikuti kompetisi, siswa dapat mengembangkan keterampilan yang berguna untuk pendidikan lanjutan maupun pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan Muhammad Ilham, Luthfiya Izdihar, Atiqa Fairuz, Khalila Afira R., Prasetya Ayu Handita, dan Ayundira Salju Lembayung menjadi pencapaian bersama bagi keluarga besar MTsN 1 Jepara. Dukungan guru pembimbing turut mengiringi perjalanan mereka dalam mengembangkan kemampuan penelitian.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article