Maluku Perkuat Layanan Kesehatan Anak dan Remaja, Deteksi Dini Jadi Fokus Utama

Must read

EDUCARE.CO.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Maluku memperkuat layanan kesehatan bagi anak usia sekolah dan remaja di wilayah kepulauan. Program ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan penerapan standar layanan yang mendukung deteksi dini.

Berdasarkan sumber Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, pemerintah daerah ingin memastikan anak dan remaja mendapat layanan kesehatan yang setara. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari persiapan generasi Maluku yang sehat dan berkualitas.

Orang Dekat Calon Wamen “Obok-Obok” Dinkes Maluku ...

Maluku Hadapi Tantangan Kesehatan Anak dan Remaja

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Elna Anakotta, menilai kesehatan anak dan remaja membutuhkan perhatian khusus. Kelompok usia ini menghadapi sejumlah persoalan yang saling berkaitan.

Beberapa di antaranya meliputi anemia, masalah gizi, perilaku hidup sehat, kesehatan mental, serta akses layanan kesehatan.

Karena itu, layanan kesehatan perlu menjangkau kebutuhan anak secara lebih menyeluruh. Tenaga kesehatan juga perlu memahami kondisi sosial dan emosional remaja.

Tenaga Kesehatan Ikuti Coaching Usekrem

Dinas Kesehatan Provinsi Maluku menggelar Coaching Pelayanan Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja (Usekrem) di Kota Ambon.

Kegiatan tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan RI dan UNICEF. Para peserta mendapat penguatan kemampuan untuk menerapkan standar pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja.

Materi coaching mencakup HEEADSSS dan Manajemen Terpadu Pelayanan Kesehatan Remaja (MTPKR).

HEEADSSS membantu tenaga kesehatan menggali berbagai aspek kehidupan remaja. Pendekatan ini mencakup kondisi rumah, pendidikan, aktivitas, penggunaan zat, kondisi emosional, keamanan, dan hubungan sosial.

Dengan pendekatan tersebut, tenaga kesehatan dapat menemukan persoalan yang mungkin tidak terlihat melalui pemeriksaan fisik biasa.

Skrining Bantu Temukan Masalah Sejak Awal

Penguatan layanan juga mencakup skrining kesehatan jiwa dan emosional. Selain itu, tenaga kesehatan mendapat penguatan mengenai edukasi gizi dan pencegahan stres.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah juga menjadi bagian dari upaya tersebut. Tenaga kesehatan dapat memantau pelaksanaan skrining sekaligus melihat kebutuhan kesehatan anak.

Langkah ini membantu petugas menemukan masalah kesehatan lebih awal. Dengan begitu, tenaga kesehatan dapat segera memberikan edukasi, pendampingan, atau layanan lanjutan sesuai kebutuhan.

Kolaborasi Jadi Kunci Layanan Kesehatan Anak

Elna Anakotta menegaskan bahwa layanan kesehatan anak membutuhkan kerja sama banyak pihak. Fasilitas kesehatan tidak dapat menangani seluruh kebutuhan anak dan remaja seorang diri.

“Kami tidak dapat bekerja sendiri. Saya mengajak kita semua untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan anak Maluku yang sehat,” ujarnya.

Menurut Elna, pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, keluarga, dan pemangku kepentingan lain perlu membangun kerja sama yang berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, anak dan remaja juga dapat memperoleh informasi kesehatan yang tepat.

Maluku Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan

Kondisi geografis Maluku menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan layanan kesehatan. Banyak anak tinggal di wilayah kepulauan dengan akses layanan yang tidak selalu mudah.

Karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku terus mendorong peningkatan kemampuan tenaga kesehatan di berbagai wilayah.

Penerapan standar layanan juga diharapkan membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang lebih konsisten. Selanjutnya, deteksi dini dapat mempercepat respons ketika anak atau remaja menghadapi masalah kesehatan.

Anak Sehat Jadi Investasi Masa Depan Maluku

Penguatan layanan kesehatan usia sekolah dan remaja tidak hanya berfokus pada pencegahan penyakit. Program ini juga mendorong pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan mental, edukasi, dan akses layanan.

Jika layanan dapat menjangkau lebih banyak anak, peluang mereka untuk tumbuh sehat juga semakin besar. Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting bagi Maluku.

Dinas Kesehatan Provinsi Maluku berharap penguatan layanan tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Dengan layanan yang lebih merata dan deteksi dini yang lebih kuat, anak-anak Maluku memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.

Penulis: Meilia Dewi Pertiwi

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img