EDUCARE.CO.ID – Kolak pisang, gorengan hangat, hingga es buah selalu mewarnai suasana sore selama bulan Ramadhan. Menjelang azan Magrib, masyarakat berbondong-bondong mencari takjil untuk berbuka puasa. Tradisi ngabuburit dan berburu kuliner ini menghadirkan suasana khas yang selalu dinantikan setiap tahun.
Di berbagai daerah, pedagang mulai membuka lapak sejak sore hari. Mereka menawarkan beragam jajanan tradisional, minuman segar, dan makanan khas daerah dengan harga yang bervariasi. Keramaian tersebut tidak hanya menarik pembeli, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM.
Bagi banyak keluarga, berburu takjil menjadi cara sederhana untuk mengisi waktu menjelang berbuka. Masyarakat dapat berjalan-jalan bersama keluarga, berkumpul dengan teman, sekaligus mengenal kekayaan kuliner Nusantara melalui berbagai pilihan makanan.
Ngabuburit dan Tradisi Berburu Takjil Saat Ramadhan
Ngabuburit merupakan istilah yang populer di Indonesia untuk menyebut aktivitas mengisi waktu menjelang berbuka puasa. Masyarakat menjalankan tradisi ini dengan beragam cara, mulai dari berjalan-jalan, mengunjungi bazar Ramadhan, hingga berburu jajanan di sekitar tempat tinggal.
Pasar takjil menjadi salah satu tujuan favorit menjelang sore. Di tempat ini, pembeli dapat memilih makanan manis, camilan gurih, minuman segar, hingga hidangan tradisional yang jarang mereka cari pada hari biasa.
Tradisi berburu takjil juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pedagang rumahan dan pelaku UMKM memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperluas jangkauan pasar, memperkenalkan produk, dan menambah penghasilan. Sementara itu, pembeli menikmati beragam kuliner dalam satu kawasan tanpa harus mengunjungi banyak tempat.
6 Makanan Khas Indonesia yang Populer Saat Berburu Takjil
Kekayaan kuliner Indonesia menghadirkan banyak pilihan untuk menu berbuka puasa. Setiap makanan menawarkan karakter rasa yang berbeda, mulai dari manis dan lembut hingga gurih serta renyah. Berikut enam sajian yang kerap menarik perhatian pemburu takjil.
1. Kolak Pisang, Sajian Manis yang Selalu Dirindukan

Kolak pisang menjadi salah satu hidangan yang identik dengan bulan Ramadhan. Juru masak biasanya merebus pisang bersama santan, gula merah, dan daun pandan hingga menghasilkan kuah manis dengan aroma harum.
Selain pisang, banyak penjual menambahkan ubi, labu kuning, atau kolang-kaling untuk memperkaya rasa dan tekstur. Perpaduan bahan tersebut membuat kolak memiliki beragam variasi yang dapat dinikmati sesuai selera.
Sebagian masyarakat memilih kolak hangat untuk berbuka, sementara sebagian lainnya menyukai tambahan es. Apa pun pilihannya, hidangan tradisional ini tetap menjadi bagian dari suasana Ramadhan yang akrab dengan kehidupan keluarga Indonesia.
2. Gorengan, Camilan Gurih Favorit Banyak Orang
Bakwan, tahu isi, tempe goreng, risoles, dan pisang goreng menjadi jajanan yang sering dicari saat berburu takjil. Harganya relatif terjangkau, sedangkan variasi rasa dan isi memberi banyak pilihan bagi pembeli.
Pedagang biasanya mulai menggoreng camilan menjelang sore agar pembeli dapat menikmati tekstur renyah dan aroma makanan yang baru matang. Tidak sedikit keluarga yang membeli beberapa jenis gorengan sekaligus sebagai pelengkap menu berbuka.
Meski menggugah selera, masyarakat sebaiknya membatasi konsumsi gorengan dan menyeimbangkannya dengan makanan lain. Buah, sayuran, dan sumber protein dapat melengkapi menu agar kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi.
3. Bubur Sumsum, Perpaduan Rasa Gurih dan Manis

Bubur sumsum menawarkan tekstur lembut dengan perpaduan rasa gurih dari santan dan manis dari kuah gula merah. Pembuatnya menggunakan tepung beras sebagai bahan utama, lalu memasaknya hingga menghasilkan bubur yang halus.
Hidangan tradisional ini cocok bagi pencinta takjil bercita rasa ringan. Sejumlah penjual juga menghadirkan variasi dengan tambahan candil atau biji salak untuk memberikan tekstur yang berbeda.
Kesederhanaan bahan dan rasanya yang khas membuat bubur sumsum tetap menarik perhatian pembeli di tengah banyaknya pilihan makanan modern.
4. Biji Salak, Kudapan Kenyal dengan Kuah Gula Merah

Meski namanya biji salak, kudapan ini umumnya tidak menggunakan buah salak sebagai bahan utama. Pembuatnya mengolah ubi jalar dan tepung tapioka menjadi bulatan kecil, kemudian merebusnya hingga matang.
Penjual biasanya menyajikan biji salak bersama kuah gula merah dan santan. Perpaduan rasa manis, gurih, serta tekstur kenyal memberikan pengalaman berbeda bagi pencinta jajanan tradisional.
Banyak pemburu takjil memilih biji salak sebagai pelengkap kolak atau bubur sumsum. Ketiga hidangan tersebut juga menghadirkan variasi tekstur dan rasa dalam satu menu berbuka.
5. Es Buah dan Es Cendol, Minuman Segar untuk Berbuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/resep-minuman-segar-buka-puasa-es-cendol-es-manado-es-cincau-es-campur-es-buah.jpg)
Selain makanan, minuman segar turut meramaikan pasar takjil selama Ramadhan. Es buah memadukan potongan buah seperti melon, semangka, dan pepaya dengan es serta pemanis sesuai resep.
Sementara itu, es cendol menawarkan perpaduan cendol, santan, dan gula merah yang menghasilkan cita rasa khas. Masyarakat juga dapat memilih minuman tradisional lain, seperti es kelapa muda, es campur, atau es pisang ijo yang populer di Makassar.
Minuman segar memang menggugah selera setelah seharian berpuasa. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan jumlah gula tambahan dan mengawali berbuka dengan air putih untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
6. Kurma, Buah yang Identik dengan Bulan Ramadhan
Kurma memiliki tempat tersendiri dalam tradisi berbuka puasa umat Muslim. Buah yang berasal dari Timur Tengah ini mengandung gula alami dan serat, serta menawarkan cara praktis untuk menambah energi setelah seharian berpuasa.
Banyak keluarga menyiapkan kurma sebagai hidangan pembuka sebelum menyantap makanan utama. Selain untuk konsumsi sehari-hari, kurma juga kerap hadir dalam acara buka puasa bersama, pembagian takjil, dan hampers Ramadhan.
Masyarakat yang membutuhkan persediaan kurma untuk keluarga, acara komunitas, atau kebutuhan usaha dapat mempertimbangkan Grosir Kurma Jakarta dari Green Diamond sebagai salah satu referensi. Sebelum membeli, calon pembeli sebaiknya memeriksa jenis kurma, ukuran kemasan, jumlah kebutuhan, dan informasi produk yang tersedia.
Tips Memilih Takjil yang Aman dan Tetap Seimbang
Banyaknya pilihan makanan terkadang membuat pembeli lebih fokus pada rasa dan harga daripada kebersihan. Padahal, cara penjual menangani makanan dan kondisi lingkungan tempat mereka berjualan turut memengaruhi keamanan pangan.
Masyarakat dapat menerapkan beberapa langkah sederhana saat berburu takjil.
- Periksa kebersihan tempat berjualan. Pilih pedagang yang menjaga kebersihan area usaha, peralatan, dan tangan saat menangani makanan.
- Perhatikan cara penjual menyimpan makanan. Utamakan jajanan yang terlindung dari debu, serangga, dan paparan lingkungan.
- Cek kondisi makanan sebelum membeli. Hindari makanan yang mengeluarkan bau tidak wajar atau menunjukkan perubahan warna dan tekstur.
- Batasi asupan gula dan gorengan. Nikmati makanan favorit secukupnya, lalu lengkapi menu berbuka dengan sumber protein, sayuran, dan buah.
- Sesuaikan belanja dengan kebutuhan. Tentukan anggaran dan jumlah porsi agar makanan tidak terbuang.
Langkah sederhana tersebut membantu masyarakat menikmati aneka takjil sambil tetap memperhatikan kebersihan dan keseimbangan pola makan.
Berburu Takjil Turut Menggerakkan Usaha Kuliner Lokal
Keramaian pasar takjil tidak hanya menghadirkan pengalaman kuliner bagi masyarakat. Aktivitas ini juga memberikan ruang bagi pedagang rumahan, pelaku UMKM, dan usaha makanan skala kecil untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Selama Ramadhan, para pedagang dapat memperkenalkan menu andalan, mencoba variasi produk, serta membangun hubungan dengan konsumen. Pembeli pun memiliki kesempatan untuk mendukung usaha lokal sambil mengenal makanan khas dari berbagai daerah.
Keberagaman pilihan takjil menunjukkan bahwa kuliner memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Momen sederhana seperti membeli kolak, memilih gorengan, atau menikmati minuman segar bersama keluarga dapat mempererat kebersamaan selama bulan suci.

