Mahasiswa UNAIR Raih Emas dan Perunggu di Ajang Inovasi Kimia Internasional
educare.co.id, Surabaya – Dua mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR), Ir. Deny Aditya Pratama dan Muhammad Taufiq Hidayat, berhasil meraih medali emas dan perunggu dalam ajang
Chemical Industrial Downstream Challenge (CIDC) 2025. Kompetisi yang diselenggarakan oleh PT Petrokimia Gresik ini merupakan salah satu ajang paling bergengsi di bidang inovasi industri kimia.
Dalam kompetisi ini, kedua mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR itu bersaing dengan 168 tim dari berbagai negara, seperti Korea Selatan, Australia, Iran, Taiwan, dan Irlandia. Mereka beradu strategi untuk mengolah produk sampingan industri petrokimia menjadi lebih bernilai dan mendukung prinsip keberlanjutan.
Deny dan Taufiq mengajukan dua proposal inovatif. Proposal pertama, “Purified Gypsum based Lightweight Concrete Innovation,” berfokus pada inovasi beton ringan. Proposal kedua, “Modular Biofertilizer Production,” mengusulkan produksi bio-pupuk dari CO2 dan amonia. Kedua ide ini menonjol karena berhasil mengintegrasikan perspektif ekonomi, bisnis, dan keberlanjutan.
Dr. Masmira Kurniawati, dosen FEB UNAIR, menyampaikan apresiasinya atas prestasi ini. Menurutnya, hal ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam memberikan solusi efektif dan efisien untuk perusahaan. Deny menambahkan bahwa pengalaman ini sangat berharga, karena mereka bisa menggabungkan ilmu teknis, ekonomi, dan industri. Ia juga merasa senang karena ide mereka dianggap inovatif dan aplikatif di dunia industri. (DSM)
