Kulit Kakao yang Selama Ini Terbuang Disulap Mahasiswa UB Jadi Spray untuk Masalah Kulit

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kulit kakao tidak hanya menjadi sisa dari proses pengolahan buah. Tim mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) melihat bagian tersebut sebagai bahan yang punya potensi untuk dikembangkan.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Eksakta (PKM-RE), mereka mengembangkan spray cair dari kombinasi kulit kakao (Theobroma cacao) dan daun pegagan (Centella asiatica).

Tim mengarahkan penelitian tersebut pada masalah mikroorganisme yang berkaitan dengan peradangan kulit di area dada dan punggung.

Menurut tim, masalah kulit pada area batang tubuh dapat melibatkan lebih dari satu jenis mikroorganisme. Selain bakteri, jamur juga dapat berperan dalam kondisi tersebut.

Berdasarkan informasi penelitian mahasiswa UB, tim ingin mengembangkan pendekatan yang dapat menguji aktivitas antimikroba sekaligus mendukung pemulihan kondisi kulit.

Lima Mahasiswa UB Kembangkan Formula Spray

Fatla Sela Iracahyono dari Departemen Teknik Biosistem memimpin penelitian tersebut. Ia bekerja bersama Khesya Olivia, Athaya Nur Febriliana, dan Kristin Angelia dari Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi angkatan 2025.

Selain itu, Clara Zaaky dari Departemen Farmasi angkatan 2024 turut bergabung dalam tim.

Prof. Dr. Agustin Krisna Wardani, S.TP., M.Si., Ph.D. membimbing penelitian tersebut.

Fatla mengatakan tim menemukan dua persoalan utama yang kemudian melahirkan ide penelitian. Pertama, masyarakat belum memanfaatkan kulit kakao secara optimal. Kedua, produk untuk masalah kulit di area punggung masih menghadapi sejumlah tantangan.

“Kami melihat kebanyakan penelitian jerawat hanya fokus pada bakteri Cutibacterium acnes. Padahal, pada jerawat di area punggung dan dada, seringkali ada keterlibatan jamur Malassezia furfur yang menyebabkan peradangan juga,” ujar Fatla.

Karena itu, tim mencoba mengembangkan formula yang dapat menguji aktivitas terhadap kedua mikroorganisme tersebut.

Kulit Kakao Punya Potensi sebagai Bahan Baku

Tim memilih kulit kakao karena bagian tersebut memiliki proporsi besar dari keseluruhan buah kakao.

Fatla menyebut kulit kakao mencapai sekitar 75,52 persen dari total berat buah kakao. Namun, masyarakat masih jarang memanfaatkan bagian tersebut secara optimal.

Padahal, kulit kakao mengandung sejumlah senyawa bioaktif. Tim menyoroti kandungan alkaloid dan flavonoid yang berpotensi memengaruhi permeabilitas membran serta proses metabolisme mikroba.

“Pemanfaatannya sebagai bahan baku dapat memberikan nilai tambah pada bagian yang berpotensi menjadi limbah,” jelas Fatla.

Dengan pendekatan tersebut, tim tidak hanya mencari bahan untuk penelitian kulit. Mereka juga ingin meningkatkan nilai guna hasil samping agroindustri.

Selain itu, pemanfaatan kulit kakao dapat mendukung konsep pengolahan bahan secara lebih berkelanjutan.

Pegagan Dukung Aktivitas Antimikroba dan Perawatan Kulit

Selanjutnya, tim memilih daun pegagan sebagai bahan kombinasi.

Pegagan mengandung sejumlah senyawa bioaktif. Dua di antaranya adalah asiaticoside dan madecassoside.

Menurut tim, senyawa tersebut memiliki potensi mendukung aktivitas anti-inflamasi dan proses regenerasi kulit.

Fatla menjelaskan alasan tim menggabungkan kedua bahan tersebut.

“Kalau kulit kakao fokus menyerang mikrobanya, pegagan membantu meredakan peradangannya dan memperbaiki skin barrier. Jadi pendekatannya tidak hanya membunuh bakteri, tapi juga memulihkan kulit,” ujarnya.

Dengan demikian, tim tidak hanya mengejar aktivitas antimikroba. Mereka juga mempertimbangkan kondisi kulit setelah mengalami peradangan.

Tim Pilih Bentuk Spray untuk Area Punggung

Selain bahan, tim juga mempertimbangkan bentuk produk. Mereka memilih sediaan semprot cair atau spray sebagai bentuk akhir penelitian.

Pilihan tersebut mengikuti karakter area penggunaan. Punggung memiliki area yang luas dan sulit dijangkau dengan tangan.

Spray juga memungkinkan pengguna mengaplikasikan cairan tanpa banyak menyentuh area kulit yang mengalami peradangan.

Dibandingkan gel atau krim, sediaan cair memiliki tekstur yang lebih ringan. Formula tersebut juga dapat membantu penyebaran bahan pada area yang lebih luas.

Karena itu, bentuk spray menjadi bagian penting dari inovasi tim. Mereka tidak hanya mengembangkan bahan aktif, tetapi juga mencari bentuk penggunaan yang praktis.

Tim Uji Formula terhadap Bakteri dan Jamur

Dalam tahap penelitian, tim menguji beberapa rasio kombinasi ekstrak. Mereka mencari formula yang menunjukkan aktivitas antimikroba paling optimal terhadap C. acnes dan M. furfur.

Setelah menentukan formula terpilih, tim mengembangkan kombinasi tersebut menjadi sediaan spray.

Kemudian, mereka melakukan berbagai pengujian di laboratorium. Pengujian tersebut mencakup karakteristik fisik, stabilitas, pH, serta aktivitas antimikroba.

Tim menggunakan hasil pengujian tersebut untuk mengevaluasi kualitas formula. Data tersebut juga membantu mereka menentukan tahap pengembangan berikutnya.

Namun, penelitian ini masih berjalan. Tim belum menempatkan spray tersebut sebagai produk yang siap digunakan masyarakat secara luas.

Dosen UB Apresiasi Kolaborasi Tiga Bidang

Dosen pembimbing Prof. Dr. Agustin Krisna Wardani mengapresiasi pendekatan lintas disiplin dalam penelitian tersebut.

Menurut Agustin, mahasiswa dari beberapa bidang keilmuan dapat menggabungkan keahlian masing-masing.

Teknik Biosistem mendukung pengolahan bahan. Ilmu Pangan dan Bioteknologi membantu kajian bahan serta aktivitasnya. Sementara itu, Farmasi mendukung proses formulasi sediaan.

“Ini adalah contoh bagus bagaimana mahasiswa berpikir secara interdisipliner,” ujar Agustin.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membantu mahasiswa melihat satu persoalan dari berbagai sudut pandang.

“Dari Teknik Biosistem, Teknologi Pangan, dan Farmasi mereka berkolaborasi,” tambahnya.

Kolaborasi tersebut juga mempertemukan isu lingkungan dengan kebutuhan pengembangan produk kesehatan.

Inovasi Hubungkan Limbah Kakao dan Kesehatan

Penelitian mahasiswa UB membawa dua isu utama sekaligus. Tim mengeksplorasi potensi bahan alami untuk sediaan topikal. Pada saat yang sama, mereka memanfaatkan kulit kakao sebagai bahan bernilai tambah.

Dengan demikian, penelitian ini juga mengangkat konsep ekonomi sirkular.

Tim memanfaatkan bagian buah yang selama ini kurang mendapat perhatian. Mereka kemudian mengolahnya menjadi bahan untuk penelitian sediaan kesehatan.

Selain itu, inovasi tersebut berkaitan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs).

Dari sisi kesehatan, penelitian mendukung SDGs poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Pengembangan alternatif produk kesehatan menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut.

Sementara itu, pemanfaatan kulit kakao mendukung SDGs poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Dengan pendekatan tersebut, penelitian mahasiswa UB tidak hanya membahas masalah kulit. Tim juga mengangkat persoalan limbah agroindustri dan pemanfaatan sumber daya.

Penelitian Masih Fokus pada Stabilitas dan Keamanan

Tim kini melanjutkan penelitian untuk meningkatkan kualitas formula spray.

Mereka fokus pada optimasi stabilitas dan uji iritasi. Kedua tahap tersebut membantu tim mengevaluasi karakteristik formula sekaligus aspek keamanannya.

Karena itu, masyarakat belum dapat menganggap inovasi tersebut sebagai produk kesehatan yang siap beredar.

Tim masih perlu menyelesaikan berbagai tahapan penelitian sebelum membawa inovasi menuju proses pengembangan lebih lanjut.

Meski begitu, riset tersebut menunjukkan peluang pemanfaatan bahan lokal untuk pengembangan sediaan topikal.

Di sisi lain, penelitian ini juga memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat mengubah persoalan limbah menjadi gagasan riset yang memiliki nilai tambah.

Pada akhirnya, kolaborasi lintas disiplin menjadi salah satu kekuatan utama penelitian tersebut. Mahasiswa menggabungkan ilmu pengolahan bahan, bioteknologi, dan farmasi untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Jika penelitian terus menunjukkan hasil positif dan memenuhi seluruh tahapan pengujian, tim dapat membawa inovasi tersebut menuju tahap hilirisasi.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article