EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat transformasi digital di sekolah luar biasa (SLB). Kali ini, Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran SLB untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media belajar yang inovatif dan inklusif.
Program yang berlangsung pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026 itu melibatkan guru-guru SLB terpilih dari 13 provinsi. Selama pelatihan, peserta memperdalam keterampilan mengembangkan bahan ajar digital, memproduksi video pembelajaran, hingga menciptakan media belajar interaktif yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.
Kompetensi Guru Menjadi Penentu Keberhasilan Digitalisasi
Saat membuka kegiatan di Tangerang Selatan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa kualitas pembelajaran di SLB tidak hanya bergantung pada ketersediaan perangkat teknologi. Sebaliknya, kemampuan guru dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan transformasi pendidikan.
Menurutnya, guru SLB menjalankan tugas yang sangat mulia karena mendampingi peserta didik dengan kebutuhan belajar yang beragam. Oleh sebab itu, mereka memerlukan kompetensi, kreativitas, serta komitmen yang lebih kuat dibandingkan profesi pengajar pada umumnya.
Selain itu, Atip mengajak para guru untuk terus berinovasi. Ia menilai pemanfaatan teknologi harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.
IFP Dorong Pembelajaran Lebih Interaktif
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa perangkat digital seperti IFP hanya akan memberikan dampak nyata apabila guru mampu menggunakannya secara optimal.
Karena itu, peserta tidak hanya menerima materi teori. Mereka juga menyusun rencana tindak lanjut yang meliputi pembuatan bahan ajar digital, video pembelajaran, permainan edukatif, hingga berbagi praktik baik kepada rekan guru di sekolah masing-masing.
Dengan pendekatan tersebut, hasil pelatihan diharapkan terus berkembang meski kegiatan telah berakhir.
Lima Materi Utama Selama Pelatihan
Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti lima materi utama yang saling melengkapi.
Materi tersebut mencakup:
- Pengembangan konten pembelajaran digital interaktif.
- Pemanfaatan platform Ruang Murid pada Rumah Pendidikan.
- Implementasi Pembelajaran Mendalam berbasis digital.
- Penggunaan aplikasi penyuntingan video pembelajaran.
- Pembuatan permainan edukatif interaktif.
Selanjutnya, para fasilitator mendampingi peserta secara langsung agar setiap guru mampu menghasilkan bahan ajar digital yang siap digunakan di kelas.
Perkuat Pembelajaran Inklusif di SLB
Kemendikdasmen berharap pelatihan ini melahirkan guru-guru yang mampu menjadi penggerak transformasi digital di lingkungan SLB. Melalui penguasaan teknologi, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik setiap peserta didik berkebutuhan khusus.
Di sisi lain, pengembangan konten digital juga membuka peluang bagi sekolah untuk menciptakan proses belajar yang semakin efektif, kreatif, dan menyenangkan.
Dengan langkah tersebut, transformasi digital tidak berhenti pada penyediaan perangkat. Sebaliknya, guru menjadi aktor utama yang mengubah teknologi menjadi sarana pembelajaran yang benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.




